Showing posts with label Kebudayaan. Show all posts
Showing posts with label Kebudayaan. Show all posts

Tips Memancing Ikan Yang Baik

Sebelum kita membahas teknik mancing ikan yang baik, pertama-tama harus mengetahui beberapa hal yang menurut saya sangat penting sekali
1. Jenis Ikan yang mau Dipancing
2. Jenis Air
3. Waktu Melakukan kegiatan Pemancingan
4. Umpan yang dipakai
5. Alat yang dipakai

Setelah kita mengetahui hal-hal tersebut diatas, baru kita akan mengetahui teknik mancing yang bagaimana yang akan kita pakai.

1. Jenis Ikan
Ada beberapa jenis ikan yang umumnya sering dijadikan obyek pemancingan; yang paling populer yaitu Ikan Mas, Ikan Mujair, Ikan Lele, Ikan Gurame, Ikan Nilem belakangan mulai populer juga Ikan bawal tawar dan Ikan Patin.

2. Jenis Air

Jenis Air ini biasanya sangat berkaitan erat dengan jenis umpan yang dipakai, apakah pakai umpan alam misalnya; cacing, Jangkrik, Udang, bekicot ataupun Ulat atau memakai Umpan olahan misalkan Pelet, Ubi, tepung beras atau banyak umpan yang udah jadi di toko-toko alat pancing,; misal Pa Ikin, Katulampa, Tombro dan sebagainya.

3. Waktu Melakukan Kegiatan pemancingan
Ini sangat berkaitan dengan Cuaca yang nantinya akan berkaitan juga dengan jenis Umpan yang dipakai, dalam melakukan kegiatan pemancingan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca teduh, selain kita akan nyaman melakukannya pada cuaca tersebut ikan pada umumnya lapar

4. Umpan Yang Dipakai
Jenis Umpan yang sering dipakai ada 2 jenis yaitu; umpan alam dan umpan buatan, khusus ikan mas pada umumnya lebih menyukai umpan buatan dalam hal ini pelet atau umpan putih dan kedua jenis umpan tersebut harus atau akan lebih bagus kalau ditambahkan telur semut ( kroto), sedangkan teknik pemancingan yang digunakan ada dua jenis yaitu Teknik Pemancingan Dasar tanpa pelampung atau Teknik Pemancingan Atas pakai pelampung, tergantung berapa lama ikan tersebut di tanam di kolam.

Untuk Pemancingan Dasar biasanya ikan yang dipancing adalah ikan yang sudah lama ditanam dikolam sedangkan teknik pemancingan Atas biasanya untuk ikan yang baru ditanam. Caranya :

a. Teknik Pemancingan dasar
Jenis Umpan Cenderung sedikait keras dan kail yang dipakai sedikit lebih banyak, biasanya 3 atau 4 mata kail dan memekai timah sebagai pemberat , maksudnya agar umpan tersebut tidak mudah habis. Teknik pemancingan ini biasanya dipakai pada pemancingan lomba yang terkenal dengan sebutan Galatama. Pada jenis pemancingan ini pada akhir lomba, biasanya ditentukan per berapa jam, sipemancing tidak membawa ikan tetapi membawa uang sebagai hadiah.

b. Teknik Pemancingan Atas
Teknik ini sering dipakai untuk memancing ikan yang baru ditanam,terutama ikan Mas, dimana pada teknik ini pada tali dekat mata kail dipasang pelampung sebagai tanda agar sipemancing mengetahui bahwa umpannya dimakan, biasanya pelampung tandanya timbul tenggelan, pada ujung tali tidak dipakaikan timah sebagai pemberat seperti pada pemancingan dasar, melainkan dibiarkan cenderung sedikit ngambang. Kenapa dibiarkan sedikit mengambang, karena ikan yang baru di tanam biasanya masih mencari-cari lokasi atau daerah yang ada di dasar kolam yang sesuai dengan feel mereka, dan ini biasanya cenderung mengikuti arah angin bertiup, sehingga dengan umpan yang dipasang sedikit mengambang maka umpan itu akan bergerak pula menurut rah angin dan tetunya itu sesuai dengan arah ikan juga.

Oke, pembaca yang budiman disini saya akan mencoba membagi ilmu yang saya dapat baik dari pengalamam saya sendiri maupun melihat dan bertanya pada orang lain. Hal utama yang perlu diperhatikan, dan sangat urgent sekali dalam memuaskan hobby memancing itu menyenagkan atau membosankan yaitu pada saat umpan dimakan oleh ikan, oleh sebab itu maka yang paling menentukan dalam duni pemancingan yaitu Umpan yang dipakai. Mengapa demikian ? karena sebagaimanapun bagusnya teknik memancing, sebagaimanapun bagusnya alat yang dipakai tapi bila umpannya jelek atau tidak sesuai maka hasilnyapun akan dijamin jelek dan tentunya penyaluran hobby ini akan terasa membosankan. Untuk itu maka saya akan memberikan tips-tips cara membikin umpan yang baik berdasarkan pengalaman saya bergelut didunia pemancingan air tawar terutama ikan mas;

Pertama yang harus diperhatikan adalah Cuaca. Faktor cuaca dapat mempengaruhi terhadap keampuhan umpan yang kita bikin, dimana pada cuaca hujan/ mendung ikan cenderung menyukai umpan yang berbau amis, sedangkan pada waktu kemarau/panas lebih cenderung berbau wangi. Jadi sebelum membuat umpan lihat dulu kondisi cuacanya.
Kedua ; Warna AIR, Untuk air yang jernih biasanya ikan lebih menyukai umpan putih kekuningan, contohnya umpa yang sudah jadi IKIN. sedangkan Air Keruh/butek biasanya justru lebih menyukai Umpan Coklat dan Umpan alam.
Setetal kita mengetahui cuaca dan warna air, baru kita mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat umpan;

1. Umpan Putih
Resep untuk 1 kali pemancingan 1 joran :
Bahan-bahan:
- 2 Butir Ubi Putih = 1/4 kg
- 1/8 butir kelapa setengah tua
- 1 ekor ikan cue bandeng putih/ 1 ekor ikan nila
- 5 butir biji jambu mede

- 30 gram Susu Dancow Instan

- 1/4 slice keju kraf lembaran
- 2 butir Telor bebek warna hjau pekat

- 1 pack Katulampa

- 1 ons kroto

Cara membuat:

Ubi dikukus, kelapa di parut, biji mede di garang lalu ditumbuk halus, ikan nila di kukus sampai matang; campurkan ubi, kelapa, ikan ( diambil dagingnya saja) lalu tambahkan biji mete, keju dan susu bubuk kemudian tambahkan katulampa dan kocok telur hingga berbusa, masukan ke dalam campuran tersebut, untuk proses pencampuran terakhir yaitu kroto, dimana kita harus sangat hati hati dalam memilih kroto, tapi biasanya kita pemancing sering dihadapkan pada kroto yang apa adanya di penjual. Oleh karena itu sebelum memasukan kroto ke dalam campuran bahan umpan tadi sebaiknya kroto tersebut direndam dulu sama air panas untuk menghilangkan rasa/ bau basinya.

Proses Selanjutnya; campuran bahan umpan tersebut dimasukan ke dalam plastik Es dalam satu tempat lalu diikat dengan karet, kenapa harus dalam satu tempat/plastik ini maksudnya agar wangi dan rasa dari umpan tersebut merata, dalam hal ini menghindari kekurang rataan dalam proses pencampuran, lalu umpan tersebut di kukus 15 s/d 30 menit setelah air mendidih.

Setelah 30 Menit, matikan kompor, umpan diangkat lalu tiriskan dan jangan sekali-kali membuka ikatan plastiknya kecuali pada saat pemancingan di mulai, tujuannya agar umpan tersebut tidak cepat basi.

Pembaca yang budiman, selain dari umpan yang telah kita buat tersebut, kita juga tetap harus membawa ikan bandeng/ nila sebagai cadangan dan susu bubuk, kenapa demikian? karena kita sering tidak menduga perubahan cuaca.Jadi ibarat mau perang kita jangan hanya mengandalkan 1 senjata bawalah senjata jenis lain sebagai cadangan. Tapi ingat selama umpan yang satu masih dimakan, jangan sekali-kali mengeluarkan umpan yang lain karena justru akan membunuh keampuhan umpan yang telah dimakan tadi. 

Tujuan membawa susu dan ikan itu maksudnya yaitu bila ternyata cuaca tiba-tiba mendung maka tambahkan ikan pada umpan yang telah kita buat tadi, dan sebaliknya cuaca panas maka tambahkan susu, itu pun kalau umpan yang kita buat tadi tidak dimakan, biasanya saya memberi toleransi beberapa menit kurang lebih 30 menit. dilakukan perubahan pada umpan tersebut.

Pemirsa para penggemar mancing; satu tip lagi mengenai umpan yang ini yaitu, bila ikannya besar-besar, 1/2 kilo ke atas maka silahkan tambahkan susu 1 atau 2 sendok, tapi bila ikan nya kecil-kecil 1 kg = 4 ekor lebih maka tambahkan ikannya agar lebih amis karena ikan kecil cenderung menyukai umpan amis sedangkan ikan besar lebih menyukai wangi.

sumber:pembinanews

Cara beternak lele yang benar

·LELE BIBITJika
 kita ingin memulai ternak lele dgn
tebar bibit 10.000 ekor ukuran 10-12 cm harga di
pasaran Rp.250-300/ekor setidaknya diperlukan lahan
100 m2, jumlah pakan pelet 1 ton jika konversi pakan
menjadi daging 90 % diestimasikan kita mendpt hasil
900 kg, masa pemeliharaan 60-80 hari.Sebaiknya
pada saat 30-40 hari stlh tebar benih dilakukan sortir,
krn mulai banyak bibit yg bertubuh bongsor yg
sering meng-kanibal ikan yg lain.
·Tebar lele, bisa diawali dgn tebar ukuran 2-3 cm dgn
kapadatan 100-150 ekor/m2, pilih lokasi dgn suhu
> 26 C. Jadikan warna air menjadi hijau daun utk
suplai O2 lbh baik, dgn cara pemupukan & aplikasi
probiotik. Umur 90 hari akan di dpt 140 gr
( 7ekor/Kg). dgn kepadatan itu kolam dari terpal
atau beton.
Sebenarnya dgn teknologi probiotik tebar lele sudah
mampu sampai 400 – 500 ekor/m3. tetapi diperlukan
kepiawaian dlm manajemen pengelolaan kualitas air.
·bentuk fisik kolam tdk terlalu utama, baik itu kolam
tembok ataupun tanah. yang diutamakan dlm ternak lele
adalah kualitas benih, air dan pakan.Benih sebaiknya beli
dari pembenih lele langsung dan mulai dari benih yg agak
besar contohnya ukuran 10-12 cm dgn kepadatan
100-150 ekor/m2, air bebas pencemaran bisa berasal
dari air sungai, sumur, PAM yg sudah diendapkan. kolam
sebaiknya diberi pupuk kandang,urea,tsp dan
didiamkan minimal 1 minggu agar terbentuk pakan
alami berupa plankton, kolam harus dlm kondisi air
tdk jalan krn lele rentan terhadap perubahan air yg
terus menerus dan lele akan selalu meloncat
kearah sumber air mengalir. kedalaman kolam
sebaiknya 120 cm dgn ketinggian air 80 cm.pakan
utama sebaiknya menggunakan pakan pabrik dgn
kandungan protein >32% dan dpt diberi pakan
tambahan berupa limbah peternakan ayam spt
bangkai ayam,usus,telur yg gagal tetas dng
terlebih dahulu dibakar/direbus.
·Petani lele di rangkasbitung (Banten), ukuran kolam
10x10M2 ditanami benih 10.000 ekor, diberi pakan 4 kali
sehari dan 40 hari kemudian panen sekitar 1,2 ton.
Kedalaman air sekitar 80 cm, kolam tidak dibeton tapi
cukup tanah alami. 2 minggu setelah tabur benih,
ikan dipisah-pisahkan yang ukuran besar dan yang
kecil. Oya jenis lele silangan antara patin dan
dumbo, saya lihat warna ikan agak putih tidak
seperti lele biasa dan tidak matil, juga tidak mengkanibal
yang lainnya.
Harga benih sekitar Rp. 250/ekor, hasil diskusi dengan
peternak nih, total biaya sekitar 7,5 juta (Bibit+Pakan),
40 hari tanam menghasilkan sekitar 10 Juta.
·Tips membuat pakan tambahan untuk lele,
peternak lele bisa mencobanya, dgn bahan :
1. Ampas tahu
2. Katul (dedek halus) dari padi
3. Ikan Asin BS(dihaluskan)lebih bagus di rebus
dgn perbandingan 10:5:1 jd setiap 10 kg ampas
tahu,+5kg katul,+ 1kg ikan asin bs aduk jd satu,
berikan sesuai kebutuhan.
·Modal awal, kita coba buat 1 kolam ukuran kecil 2m x
3m, gali tanah sedalam 30an cm, tanah galian urug-kan
ke sekitar pinggir calon kolam. Selanjutnya yang perlu
kita lakukan adalah membeli terpal plastik yang banyak
dijual di toko, seharga 50 ribuan, ataupun yang lebih
mahal juga bisa, tapi ini kualitasnya sudah cukup bagus.
Pasang terpal plastik ke lubang kolam yang telah digali,
kedalaman tanah 30 cm, tinggi permukaan tanah
(dengan tanah urug sebelumnya) naik kan jadi 20-30 cm
lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Jadilah kolam kita yang
berbiaya murah. Isilah dengan air jernih, biarkan selama
2-3 malam (jangan langsung ditaburi benih). Beri tanamtanaman
air juga bagus, semisal teratai, ganggang air,
kangkung, dsb.
·Berikutnya, tinggal beli benih ikan lele, dengan ukuran
sebesar ibu jari orang dewasa, harganya sekitar 100-150
rupiah per ekor. Coba isi kolam tadi dengan 300-400
ekor benih ikan lele. Beli pakan ikan (pelet) lembut,
sekitar 5000 rupiah per kg. Sebulan mungkin
menghabiskan sekitar 3 kg, Sebagian di atas kolam
dibuat atap pelindung, juga bagus. Sebagian
terkena cahaya langsung matahari. Kalau ada sisa
nasi makan malam/siang, masukkan saja ke
kolam, biar nambah-nambah zat makanan. Air
kondisikan alami seperti di rawa/sungai,
perbanyak tanaman air. Kalau di awal-awal
menabur benih, sebagian ikan mati, jangan panik,
ambil saja, buang. 3-4 hari berikutnya ikan akan
bertahan hidup normal. Nah, tinggal menunggu sekitar
3 bulan, ikan sudah cukp besar untuk bisa dipanen, dijual
dengan harga sekitar 1000 rupiah per ekor. Bikin saja
tulisan di depan rumah “JUAL IKAN LELE KONSUMSI,
SEGAR, GURIH” Kalau tanah cukup luas, berarti bisa
bikin 2-3 kolam lagi yang serupa. Pakai terpal plastik
juga (hemat biaya pasir dan semen, serta ongkos
tukang .
sumber://bataviareload.wordpress.com

 RI1 2014, Satrio Piningit dan Tuah Angka 7


6 dari 7 satrio piningit RI1. Siapakah yang ke-7? (sumber photo: www.andhaka.com)
Alkisah, negeri “antah berantah” makin resah oleh naiknya suhu percaturan politik dalam perpolitikan catur saat bidak-bidak berkompetisi promosi menjadi raja. Kegelisahan bertambah-tambah karena tingkah ‘para perwira’ semakin hilang arah dari tuntunan pakem lakon sejarah. Gajah-gajah, kuda-kuda, benteng-benteng dan menteri-menteri, aktor utama perpolitikan catur politik makin menggelitik sekaligus membuat bulu kuduk bergidik. Republik-demokratik yang mestinya identik dengan daulat rakyat-mayoritas rakyat-wong cilik dibolak-balik di atas papan polemik, intrik dan konflik elit politik. Kisah politik. Kaum elit polahe pletak-pletik, kaum alit-kecil pol-polane ngitik, ujung-ujungnya cuma mengekor saja.
Republik seharusnya res-publica, rakyat berdaulat-kuasa, bukan papan terbuka segelintir elit untuk perebutan tahta dan harta. Demokrasi seharusnya demos-cratein,pemerintahan daulat rakyat, bukan demo-kreasi, ajang adu-rekayasa berongkos raksasa dengan menghamburkan uang negara, menggeser hak rakyat untuk sejahtera. Alhasil, pesta demokrasi republik akhirnya menjadi pesta demon-crazy dalam repot-publik, ‘setan-setan’ berpesta menggila, merepotkan dan menguras deposit energi negeri triliunan kalori perhari. Hari-hari publik semakin pelik,wong ciliksemakin tercekik, rakyat senen-kemis di ambang putus asa, lalu harus bagaimana?
Masa depan suram, akhirnya harapan ‘terpaksa’ bertumpu pada mitos, kisah, pekabaran silam dan legenda, bahwa “Satrio Piningit akan datang di ujung zaman sebagai Ratu Adil, utusan dewa batara juru selamat umat manusia. “Tanpa harapan, bagaimana spesies manusia akan bertahan dalam seleksi alam dalam pertarungan peradaban? Ini hanya sepenggal kisah, tapi apa bedanya kisah dengan sejarah? Bukankah sejarah dan pahlawan hanyalah kumpulan kisah heroik  sebuah bangsa, gabungan antara kejadian nyata atau legenda, plus sedikit rekayasa ‘juru tulis’ penguasa lalu diresmikan di kitab-kitab tebal perpustakaan nasional? Dalam sejarah ada kisah, dalam kisah ada sejarah, percampuran mitos, gugon tuhon, fakta, obsesi, teori dan filosofi yang dikemas brilian untuk kemudian dijadikan panduan ber-tata masyarakat, tata bangsa dan tata negara.
Angka-angka selalu menyimpan rahasia. 7 hari dalam sepekan, 7 lapis langit dan bumi, 7 warna pelangi, 7 rongga tubuh utama, 7 jam ideal waktu kerja, 70 tahun usia rata-rata manusia, 70.000 malaikat penjaga. 7 keajaiban alam tak henti mengundang pesona. 7 abad siklus revolusi peradaban dunia, pencerahan Isa Al-Masih awali Masehi, revolusi jahiliyyah abad ke-7 Jazirah Arabia, revolusi industri abad ke-14 Eropa, dan konon akan menyala api revolusi peradaban abad ke-21 di bumi Timur. Lalu dikaitkan dengan kejayaan nusantara 700 tahun silam, Majapahit era Gajah Mada. Kini, NKRI akan memasuki usia 70 tahun pada 2015. Langkah-langkah kaki presiden RI1 ke-7 makin nyaring terdengar menuju singgasana.
Ramalan Jangka Jayabaya mengingatkan. 7 Satrio piningit Ronggowarsitodikabarkan: Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro dan Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. 6 dari 7 satrio berurutan ditafsirkan.  Bung Karno, Pak Harto, Habibie, Gus Dur, Mbak Mega, dan SBY. Tinggal satu lagi, satrio piningit ke-7, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu, sang Ratu Adil RI-1 niscaya ‘naik tahta’ pada pilpres 2014 mendatang. Siapakah gerangan dia, adakah bisa dikenal ciri-cirinya?
Digambarkan oleh R. Ng. Ronggowarsito, “Ratu Adil” atau “Satrio Piningit”, ksatria tersembunyi memiliki segala sifat adil-ideal pemimpin, tokoh suci bagaikan bunga teratai putih yang harum semerbak, laksana bunga pandan tersembunyi di kelebatan daunnya. Keadilan dan kebijaksanaannya bisa diterima semua kalangan, rakyat dan para pembesar lapang dada menerima segala keputusannya dan tunduk terhadap perintahnya. Dia adalah tokoh pemimpin religius, Resi Begawan(Pinandito), senantiasa bertindak atas dasar hukum Tuhan, dan ia akan membawa Nusantara menuju kejayaa, gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kertoraharjo, melimpah sumber daya alam dan subur-makmur, aman, tentram, dan sejahtera.

13391527291594441184
    Kandidat kuat satrio piningit ke-7 pilpres 2014?

Siapakah gerangan dia sang satrio piningit itu? Mencermati perkembangan terkini, mungkinkah dia adalah 1 dari 7 satrio yang diusung oleh 7 parpol? Mungkinkah dia Hatta Rajasa (PAN), Kristiani Yudhoyono (Demokrat), Aburizal Bakrie (Golkar), Prabowo Subianto (Gerindra), Wiranto (Hanura), Megawati Soekarnoputri (PDIP) atau Surya Paloh (Nasdem)? Adakah di antara mereka yang memenuhi kriteria sebagaimana sekilas disifatkan di atas? Jawabannya cukup di simpan dalam renungan saja.
Mungkinkah dia adalah 1 dari 7 kandidat alternatif  ini? Sri Mulyani Indrawati, Yusuf Kalla, Hidayat Nur Wahid, Suryadarma Ali, Muhaimin Iskandar, Sri Sultan Hamengkubowono X atau Puan Maharani? Pertanyaan yang sama, jawaban yang sama. Ataukah dia muncul dari calon independen, kuda hitam dan bukan orang politik? Ada Dahlan Iskan, Jokowi, Mahfud MD, Soekarwo, Djoko Suyanto, Fadjroel Rahman atau  K.H. Abdullah Gymnastiar? Pertanyaan dan jawaban yang masih sama.
Tak ada jawaban jelas dan pasti. Yang jelas dan pasti, satrio piningit adalah ksatria terpingit, alias disembunyikan. Bisa benar-benar tersembunyi dan baru muncul pada detik-detik akhir jejer pengantin di pelaminan singgasana, atau bisa juga secara simbolik sebagai kuda hitam, sudah dikenal tapi tidak diprediksi bakal naik tahta, seperti kemunculan SBY pada pilpres 2004. Bukankah pahlawan adalah produk sejarah yang muncul dari persilangan ruang-waktu dalam ketepatan momentum secara kebetulan? Atau kadang mutlak merdeka dari campur tangan ruang-waktu lalu muncul sebagai kebenaran? Misteri selalu menjadi misteri, seperti misterinya angka 7 dalam berbagai peristiwa di alam semesta.
Yang penting, kisah satrio piningit, Ratu Adil, dan misteri angka 7 cukuplah sebagai renungan bersama untuk tidak mengulang cerita  “Republik Burnaskopen dan Sindroma Mpu Gandring” , kisah ketidaksabaran manusia dalam perebutan tahta yang akhirnya merenggut 7 nyawa aktor utama politik akibat kutukan. Blunder sejarah selalu berujung petaka. Biarlah kisah dan sejarah berjalan sesuai alur yang fitrah. Diterima atau disanggah ia tetap khazanah hikmah, ‘pesan langitan’ bahwa bumi pertiwi sedang meresah-gelisahkan poros roda republik yang makin menyimpang dari track sejarah.
Dalam ‘pertarungan’ politik sebagai konsekuensi logis dari pilihan berdemokrasi,satrio piningit akan lebih logis-demokratis jika dimaknai sebagai satrio pinilih,pemimpin terbaik hasil pemilihan, penyulingan saripati cratein-publica-rakyat. Thomas Jefferson menafsir demokrasi sebagai ‘agama publik’, bonum commune-publicum, suara rakyat adalah suara Tuhan. Untuk sekali saja biarkan Tuhan berbicara dengan bahasa Indonesia lewat nilai-nilai luhur demokrasi Pancasila. Siapapun dia yang akhirnya ‘naik tahta,’ semua ‘wajib ‘ain untuk legowo menerima keputusan Tuhan memingit dan memilih pemimpin bangsa. Tentunya Dia tidak akan salah pilih, dan tentunya sang ratu adil akan benar-benar menjadi ratu yang adil, menegakkan keadilan, mengembalikan hak-hak rakyat yang bertahun-tahun terlunta-lunta, dan menghukum para durjana yang sekian lama menghisap darah orang-orang tak berdosa.
Sembari menunggu waktu berlalu, semua bisa ber-introspeksi-muhasabah agar tidak mengulang blunder sejarah, belajar menempa kearif-bijaksanaan dalam mempersiapkan dan menentukan pilihan. Memingit satrio piningit dan memilih satrio pinilih dengan hati bersih, melangkah dan meraih tahta ratu adil dengan cara-cara adil. Masa depan Indonesia tergantung dari pilihan setiap jiwa manusia Indonesia. Mungkin misteri akan mulai terkuak 777 hari lagi, di akhir bulan 7 pada 2014 nanti, di mana masa depan bangsa dipertaruhkan.
Akhir kisah, biarlah sejarah menjadi sejarah, akankah kembali hadir di sini kejayaan nusantara, atau menunggu 70 tahun lagi pada putaran kisah sejarah 7 satrio piningitjilid dua, waktu yang akan berbicara. Atau mungkin menanti 700 tahun lagi dalam siklus revolusi peradaban dunia selanjutnya di abad ke-28, itupun kalau ‘tuan rumah’ belum berpindah ke Afrika. Semua hanya bisa berharap, semoga sejarah tidak berakhir sebagai sekedar kisah negeri “antah-berantah”, ketika sekelompok makhluk luar angkasa menggali situs purbakala dalam observasi dunia di tahun 90012, terbaca dalam sekelumit berita di media alam semesta, bahwa, “Di tanah ini, 70.000 tahun silam pernah berdiri sebuah negara demokrasi dengan nama, Republik Indonesia… ***

sumber:kompasiana