Showing posts with label Kisah kehidupan. Show all posts
Showing posts with label Kisah kehidupan. Show all posts

Kronologi dan video Ari Wibowo Menabrak Penyeberang Jalan

 
VIVAlife - Siang tadi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ari Wibowo mengalami kejadian tak disangka-sangka. Ia menabrak seorang penyeberang jalan, hingga sang korban mengalami luka parah di bagian kepala.

Setelah kejadian, ia dan korban yang mengalami luka langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
Adik kandung aktris Ira Wibowo itu pun menerangkan kronologi kecelakaan ini.
"Saya  menabrak orang dengan motor, saat orang tersebut sedang menyebrang jalan. Oranganya sudah tua. Saya sangat kasihan melihatnya. Saya akan tanggung jawab semuanya," kata Ari yang ditemui di IGD, Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.

Ari menjelaskan secara detail detik-detik kecelakaan tersebut, "Saya mau belok ke kanan, karena itu satu arah. Saya sudah klakson dia tapi dia tidak nengok-nengok. Belakangan saya tahu dia memiliki gangguan pendengaran, jadi sedikit susah untuk mendengar dengan baik, umurnya pun sudah tua".

Lantaran Pak Tua itu tidak mendengar, Ari pun merem motor besarnya, namun kecelakaan tak terhindarkan. "Saya mau ke kanan sudah tidak bisa karena ada trotoar. Maka terjadilah kejadian ini," jelasnya.

Ari bercerita bahwa saat itu dia hendak pergi ke pusat kebugaran dengan menggunakan motor Ducati berwarna cokelat. Korban yang bernama Cahmadi (70) mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala.

"Ada pendarahan hebat di bagian otak Pak Cahmadi. Saya sebisa mungkin membantu semua keperluan disini. Saya bertanggung jawab kok sepenuhnya," kata Ari. Sedangkan ayah dari Kenzo Wibowo dan Marco Wibowo itu mengalami luka ringan dan memar di bagian kiri kakinya.
Kasat Lantas Polres Jaksel, Kompol Sutimin menyampaikan bahwa Ari mengendarai motor Ducati dengan plat nomer B 3712 SGO. "Kejadiannya jam 14.00 tadi di Jalan Wolter Monginsidi depan STM Perbangan," ujar Kompol Sutimin.
sumber:life.viva.co.id/news
Dibawah ini adalah video saat terjadi insiden  tabrakan:



Pesan terakhir UJE (ust. Jefri Al-bukhori ) sebelum meninggal



Sahabat ustad Jefry atau Uje, ustad Mahdy Alatas mengatakan, sebelum meninggal Uje diketahui sedang melakukan kegiatan bersama rekan- rekannya dikomunitas motor gede.

Pada saat melakukan kegiatan tersebut, Uje sempat menyampaikan pesan terakhir kepada para sahabatnya yang sedang mengikuti kegiatan tersebut.

“Beliau sempat bilang kepada para sahabatnya "bahwa hari ini adalah hari terakhir beliau menggunakan BlackBerry sebagai alat untuk berdakwah,” ujar ustad Mahdy, Jumat (26/4/2013)
Menurutnya, para sahabat tidak mengetahui sacara pasti mengapa Uje mengatakan hal tersebut.
Namun dia mengenali Uje sebagai sosok yang bersahaja dan selalu berdakwah secara baik.

“Berdakwah itu biasa dilakukan beliau lewat apapun,” tandasnya.

Keajaiban yang Mengiringi Wafatnya Beliau

1. Wajah Ustad Jeffry Al Buchori sangat bercahaya

Tahukah Anda?

Sebelum Meninggal Ternyata Wajah Ustad Jeffry Al Buchori sangat lah bercahaya dan Kematiannya Pun ditepat di malam jum'at Kliwon Dihiasi Gerhana Bulan Betapa Indahnya Akhir Riwayatmu Ustad!!
Betapa Sholeh Nya Engkau!

Hadits Riwayat Abdullah Bin Amr ''
Tidaklah Seorang Muslim Yang Meninggal Pada Hari Jum'at / Malam Jum'at Melainkan Allah Melindunginya dari Siksa Kubur ''

SUBHANALLAH ALLAHUAKBAR !!!

2. Jenazah Uje bercahaya saat dikafani

Ustad Solmed :
“Subhanallah, Jenazah Uje Keluarkan Cahaya”.
Salah satu sahabat Ustad Jefry AlBuchori, Ustad Soleh Mahmud alias Solmed yang mengaku sempat mengkafani jenazah Ustaz Jeffry Al Buchori menuturkan cerita luar biasa. Menurutnya, saat dikafani jenazah Uje –sapaan Ustaz Jeffry– tampak bercahaya.

“Subhanallah, jenazah ustaz (Uje) saat dikafani tampak bercahaya,”kata Solmed di rumah duka di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (26/4/2013).

Tak hanya itu, Ustad Solmed juga mengatakan bahwa tak hanya bercahaya, jenazah Uje terlihat seperti mengeluarkan senyum saat dikafani. Hal ini sepertinya menunjukkan kalau almarhum ikhlas untuk pergi meninggalkan dunia.

Ustad Solmed juga mengatakan bahwasanya tak jarang orang bisa meninggal di hari Jumat. Karena hari Jumat adalah hari yang penuh keberkahan bagi umat Islam.

“Insya Allah almarhum akan diterima di surga Allah,” katanya.

3. Penampakan Uje dan 7 Kyai

Disaat UJE diantar ke tempat peristirahatannya,
Sahabat (UJE) ustad mahdi melihat ada sesuatu yang aneh.
Dia melihat Uje dan 7 kiyai tersenyum disaat jenasah di bacakan do'a.
Uje terlihat senyum melihat sahabatnya. 7 kiyai,pun ikut membaca do'a.

Bukan hanya ustad mahdy yang melihat tapi anak UJE pun melihat ayahnya(UJE) Datang bersama 7 kiyai, Yang tersenyum, Satu pesan UJE kepada Anak dan para Sahabatnya sadarkanlah orang" didunia ini Sesungguhnya kiamat tidak lama lagi

3. Awanpun ikut ber'doa ketika jenazah Ust. Jefri dimakamkan

Foto: Awanpun ikut ber'doa ketika jenazah ust.jefri dimakaman subhanallah ..... Penampaka­n awan di atas makam Ustad Jefry ini foto langit di atas makamnya ustadz jefry,, di twitter, ini silahkan check sumbernya : @nonibungsu (sudah di retweet 450 orang lebih) nampak gambar seseorang yang sedang berdo'a, subhanallah..

buatsahal
Subhanallah .....
Penampaka­n awan saat jenazah Ustad Jefry didoakan.
Sumber dari twitter, silahkan check sumbernya : @nonibungsu (sudah di retweet 450 orang lebih) nampak gambar seseorang yang sedang berdo'a, subhanallah..
"@jefri_buchori
Pada akhirnya..
Semua akan menemukan yang namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu.. Kembaliadalah yang terbaik.. Kembali pada siapa..???
Kepada "DIA" pastinya..
Bismi_KA Allohumma ahya wa amuut..
— Uje.. Full Jefri Buchori "

Banyak orang merasa kehilangan.Sebagai ustad muda, Uje adalah panutan. Bukan hanya umat muslim, tapi banyak kalangan. Gaya dakwahnya yang santai, tidak mendikte dan dikemas dengan gaya anak muda, menjadikan ustad berusia 40 tahun itu dicintai.
Selamat jalan Ustadz.. Semoga Rahmat Allah selalu menyertaimu..
Kami di Sini insya Allah akan mendo'akanmu.. :'(.

#Tolong bacakan Alfaatihah untuk beliau :'(

Pengalaman tentang Asmaul Husna Ust. Yusuf Mansyur

Assalamu’alaikum wr.wb

Allah Yang Maha Membuka, Allah Juga Yang Maha Memberikan Rizki. Kita sebutlah Nama-Nya, sesuai dengan Seruan-Nya: Walillaahil asmaa-ul husnaa,fad’uuhu bihaa, dan bagi Allah Asmaa-ul Husnaa, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-Nya. (baca: Qs. al A’raaf [7]: 180).
Satu hari, ibu saya memanggil saya dan menyerahkan satu tulisan tangannya. “Baca nih. Amalin. Insya Allah hidup akan berubah…”.
Di tangan saya, ada secarik kertas keramat pemberian ibu saya. Ya, keramat. Sebab yang memberikan ibu saya langsung. Bukan keramat menjadi jimat. Tapi keramat untuk menunjukkan begitu berharganya secarik kertas itu.
Ibu saya, Hajjah Humrif’ah Binti Hajjah Rofi’ah Binti KH. Muhammad Mansur Bin KH. Abdul Hamid, demikian saya tulis nama lengkapnya untuk menghormati diri beliau, menghadiahkan tulisan ini kepada saya. Tulisan yang berisi sebuah doa:
Awloohumma yaa Fattaahu yaa Rozzaaqu, wahai Allah Yang Maha Membuka, wahai Allah Yang Maha Memberikan Rizki. Hawwil haalanaa ilaa ahsanil haal, ubahlah keadaan kami kepada keadaan yang lebih baik lagi.
Begitu kertas itu berisi.
Dahsyat sekali isi kertas tersebut. Saya yang butuh perubahan, saat itu dan hingga kapanpun, tentu sangat membutuhkan amalan zikir ini. Apalagi zikir ini dari ibu sendiri. Subhaanallaah. Saya tentunya dapat dua keutamaan; Keutamaan pertama adalah menurut perintah dan permintaan ibu. Keutamaan kedua adalah berkumpulnya keutamaan doa, zikir, dan membaca Asmaa-ul Husnaa. Apalagi sungguh, saat itu, saat diberikannya “tugas” itu, saya betul-betul sedang membutuhkan suatu perubahan. Tak sanggup rasanya mengubah diri sendiri tanpa bantuan Allah. Tak ‘kan pernah sanggup. Masalah saya melebihi gunung rasanya. Masalah saya lebih dalam dari lautan rasanya. Dan masalah saya terasa seperti batu karang yang ga ‘kan pernah bisa saya tembus. Jadi, saya sangat bergembira mendapat amalan ini.
Saya amalkan dengan riang.
Saya tanya ibu saya, berapa kali. Baca aja sebanyak-banyaknya. Dan karena baca sebanyak-banyaknya ini menjadi tidak jelas, lalu saya mengarantina diri ini dengan membacanya sekian-sekian. Dan waktunya pun saya tentukan sendiri. Saban habis shalat.
Jika ditanya dalil nash al Qur’an dan al Haditsnya, secara langsung tidak ada. Tapi biar saja. Itu kan angka yang saya wajibkan kepada diri sendiri. Bukan suatu kewajiban yang mengada-ngada. Dosisnya saya sesuaikan dengan diri saya.
Hingga kemudian mengalirlah amalan ini untuk jamaah yang satu demi satu datang ke saya. bahkan, ketika berdiri Pesantren Daarul Qur’an, wirid ini menjadi saya wajibkan untuk dibaca; 111x sehabis shalat, 33x, atau sekurang-kurangnya 11x. Dipilih mana yang anak-anak santri dan asaatidz kuat bacanya. Dan bacaan ini pun dijadikan bacaan Riyadhah wajib buat mereka-mereka yang mengikuti Riyadhah 40 hari.
Alhamdulillah. Seingat saya ketika saya membaca, saya memvisualkan keyakinan saya akan satu keyakinan bahwa Allah akan benar-benar mengubah nasib saya.
Saya mengingat, satu hari saya pulang ke rumah. Saya yang banyak hutangnya, saya yang miring betul pandangan kanan kiri terhadap diri saya, sering merasa terhina sebab buanyak sekali kasus, pulang. Sampe depan rumah, saya buka helm yang menutupi wajah dan kepala. Saya buka juga slayer. Di depan pintu rumah, masih di atas motor, saya mencium wangi kuah bakso.
“Bang, bakso…”, begitu saya berteriak ke tukang bakso dari atas motor saya.
Tukang bakso ini dagang di depan rumah saya sedari saya kecil. Dan setahu saya, baik nenek saya, ibu saya, maupun orang-orang tua saya yang lain, tidak pernah mengutip bayaran atas dipakenya tanah halaman rumah kami untuk dia dagang. Ga pake nyewa. Yang istilahnya, kalopun saya minta, masihlah wajar. Eh tiba-tiba dia menengok serius, dan ngomong begini: “Bayar ga…?”. Serius banget mukanya. Saya ingat betul. Sampe sekarang, he he he.
Saat itu saya sensitif sekali. Hati saya hancur. Tukang bakso depan rumah saja ga percaya kalo saya bakalan bayar. Dia mengenal reputasi saya sebagai “orang yang berhutang” dan ga bakal bayar.
Saya butuh amalan yang disampaikan ibu saya. Saya butuh sekali. Supaya Allah mengubah hidup saya. Dari berhutang, menjadi tidak berhutang. Dan saya berharap, ada keridhaan ibu saya ketika saya mengamalkan wirid yang demikian. Amin.
Alhamdulillah. Maka, kepada saudara-saudara semua yang butuh perubahan, butuh aliran rizki tak terduga dari Allah. Perubahan apa saja, dan rizki apa saja, silahkan dawamkan (biasakan) baca wirid ini. Dan dalam kerangka membiasakan, hendaknya pakailah target bacanya sekian sekian. Bila ada yang tanya, wuah, koq pake dibaca sekian sekian sih? Ga ada tuntunannya tuh. Biar saja. Ga usah didengar. Mereka tidak merasakan yang kita rasakan. Kita perlu latihan, hingga kemudian pembiasaan wirid ini mendarah daging, dan menyatu dengan darah kita. Sampe kemudian kita pun berkenan membacanya di luar shalat, bahkan kelak sampe ke pembacaan zikir secara amaliyah (keyakinan, perbuatan) dan sir (hati).
Hendaknya juga sesiapa yang berkenan mengamalkan ini, bacalah sesudahnya membaca wirid yang dianjurkan Rasulullaah saw sehabis shalat.
Semoga Bermanfaat
Sumber :dnadzifah.blogspot.com/2012/03/pengalaman-tentang-asmaul-husna-ust.html

8 artis indonesia yang pindah agama

Gosip Artis Indonesia – No sara, penulis tidak bermaksud mendiskreditkan para artis atas perpindahan keyakinan mereka. Mereka berhak menentukan keyakinan agama mereka. Disini penulis hanya memberikan info, tentu disertai sumber yang jelas. Mohon maaf bila ada pihak-pihak yang tersinggung.
Adapun kepastian tentang keyakinan mereka, hanya mereka sendiri yang tahu, yang penting menjalankan keyakinan masing2 dengan hati yang ikhlas
Ini dia artis yang memutuskan beralih keyakinan agama:

1. Pinkan Mambo

Artis Indonesia yang pindah agama - pinkan mambo
“Pa, Pinkan sudah pindah keyakinan. Masalah pemberitaan di media itu tidak usah dikhawatirkan,”
“Pinkan sudah dewasa dan bisa menentukan hidup Pinkan sendiri. Jadi enggak usah ribut-ribut,”
Itulah pengakuan pingkan kepada ayahnya tentang kepindahan keyakinannya.

2.  Steve Emmanuel

Artis Indonesia yang pindah agama - steve emmanuel
Steve Emmanuel resmi memeluk agama Islam. Setelah menjadi mualaf, Steve mengubah namanya menjadi Yusuf Iman.
Dibimbing pentolan FPI, Habib Riziq, Steve Emmanuel membaca dua kalimat syahadat dan ikrar mualaf. Prosesi tersebut disaksikan oleh puluhan orang dari wartawan, anggota FPI, dan pengacaranya.

3.  Marcell – Dewi Lestari
Artis Indonesia yang pindah agama - Marcel dan dewi lestari
Dalam wawancara dengan free magazine , penyanyi Marcell menuturkan ia dan mantan istrinya Dewi Lestari, kini tak lagi memeluk Kristen. Menurut gosip artis indonesia yang beredar, terakhir pasangan selebritis tersebut mendalami agama Budha. “Gue sekarang Budha, sebelumnya Katholik. Gue, istri dan anak beragama Budha,” jelas pelantun ‘Semusim’ itu 2010 lalu. Tapi apakah itu masih berlanjut sampai sekarang saat mereka sudah bercerai?
4.  Nafa Urbach
Artis Indonesia yang pindah agama - nafa urbachArtis keturunan Jerman ini menikah dengan pesinetron Zack Lee. Mereka menikah 16 Februari 2007 di Gereja Immanuel, Jakarta Pusat. Sebelum menjalin hubungan dengan Zack Lee, Nafa sempat berpacaran dengan pesinetron Primus Yustisio yang kini menjadi suami bintang sinetron Jihan Fahira. Bahkan demi Primus pula, Nafa Urbach sempat berpindah ke agama Islam. Dia juga membuat heboh dunia hiburan Indonesia karena perpindahan agama lagi dari Islam ke Kristen setelah putus dari Primus.
5.  Christian Sugiono
Artis Indonesia yang pindah agama - christian sugiono
Tak ada lagi halangan bagi Titi Kamal dan Christian Sugiono untuk naik pelaminan. Christian sudah resmi jadi mualaf.
Aktor berdarah Jerman itu mengucap dua kalimat Syahadat pada 31 Oktober 2008 lalu. Hal itu diungkap Ketua RT 02/12 Kelurahan Jati Rahayu Kecamatan Pondok Melati, Bekasi.

6. Angelina Sondakh

Artis Indonesia yang pindah agama - Angelina Sondakh
Agus Abu Jahar Alhabsy, penasihat spritual Angie mengungkap fakta mengejutkan. Ia bilang Angie sudah pindah agama. “Alhamdulillah berita gembira Angelina Sondakh telah mendapat hidayah dari Allah,” tutur dia. Menurut Alhabsy tak mudah bagi Angie mengambil keputusan itu. Butuh waktu setahun lebih. Dan, tambah Alhabsy, selama tiga bulan terakhir Angie belajar Islam secara intensif

7. Jessica Iskandar

Artis Indonesia yang pindah agama - Jessica Iskandar
Artis Jessica Iskandar sedang menikmati belajar agama Islam. Wanita yang akrab disapa Chika ini memang terlahir dari keluarga yang beda agama. Pihak keluarga pun memberikan kebebasan kepada Chika untuk memilih agama.
Sebelum memutuskan memeluk agama islam, Chika ingin lebih dalam mempelajari ajaran agama Islam. Tahap awal Chika baru memulai dengan belajar membaca beberapa doa Islam.

8. Tamara Bleszynski

Artis Indonesia yang pindah agama - Tamara Bleszynski
"Keinginan saya untuk masuk Islam saya sampaikan kepada mama.
Keputusan itu membuat mama bahagia. Mama menyambut baik keputusan
saya itu. Papa pun tak menghambat niat baik saya itu. Beliau memahami
keputusan saya. Keluarga kami memang sangat demokratis.
Walaupun papa seorang Katolik, toh ia sudah tinggal di Indonesia
selama 40 tahun, dan memahami budaya kaum muslim. Papa sering
menyumbang untuk pembangunan masjid, dan pada bulan puasa papa suka
menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa. Hal inilah yang
membuat saya bangga kepada papa. Singkat cerita, pada tahun 1995 lalu
saya mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat.
Selanjutnya, dalam proses perpindahan agama, awalnya saya akui cukup
berat melakukan penyesuaian dengan agama baru itu. Berbagai cara saya
lakukan untuk mempelajari Islam, terutama shalat. Antara lain membaca
berbagai buku yang berisi tuntunan shalat.
Saya juga menggunakan kaset penduan shalat. Mula-mula saya shalat
memakai earphone, sambil mendengarkan petunjuk dari tape recorder.
Tak sampai satu bulan saya sudah hafat semua bacaan dan gerakan
shalat. Alhamdulillah, saya sudah dapat menjalankan shalat lima waktu.
Setelah masuk Islam saya merasakan berbagai perubahan yang mencolok
dalam hidup saya. Pikiran saya lebih tenang dan terbuka, karena saya
punya pedoman dalam menilai yang benar dan salah, yang haram dan
halal, juga yang baik dan yang buruk.”
Begitulah jawaban Tamara saat ditanya mengenai pindah agama-nya.

Kisah Susi, Gadis 18 Tahun 11 Kali Kawin Kontrak Sama Arab

Kisah Susi, Gadis 18 Tahun 11 Kali Kawin Kontrak Sama Arab

ilustrasi
Gadis itu tertunduk malu saat kilatan lampu kamera sejumlah wartawan terus mengarah ke wajahnya yang cantik. “Saya tidak menjajakan diri mas,” kilahnya.
Malam itu, Susi (18) bersama tujuh wanita lainnya terjaring operasi yang dilakukan petugas gabungan Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua Bogor.
Sejak awal, gadis belia berkulit putih dan berambut panjang ini kekeuh menolak ditangkap petugas dan dituding menjajakan diri. "Saya baru pulang jalan-jalan sama temen di Cipanas. Siapa bilang saya mau jual diri," ucapnya.
Namun akhirnya, meluncur pengakuan dari mulutnya kalau dia diamankan saat sedang berduaan bersama seorang pria asal Timur Tengah.
Yang mengejutkan, ternyata Susi pernah melakoni kawin kontrak hingga sebelas kali. Kawin kontrak sebanyak itu dilakukan dengan sejumlah pria asal Timur Tengah selama delapan bulan.
Dengan suara sedikit berat, gadis asal Cijantung, Jakarta Timur ini memaparkan kisah hidupnya.
“Saya mulai terjun ke ‘dunia hitam’ sejak masih berusia 17 tahun. Saya menikah dengan suami saya cuma setahun. Setelah itu saya bercerai," ucapnya.
Pernikahan terpaksa dilakukan saat Susi masih duduk di kelas III SMP di Jakarta. Pernikahan itu pula yang kemudian membuat Susi berhenti dari sekolahnya tiga bulan sebelum ujian nasional SMP.
Keagalan rumah tangganya membawa pengaruh besar bagi kehidupan Susi. "Sekolah berhenti, dan suami saya pergi begitu saja. Siapa coba yang enggak stres," ujarnya.
KEPEPET EKONOMI
Kondisi Susi makin memburuk ketika ayahnya kehilangan motor kesayangannya. Padahal, motor Honda Supra Fit warna hitam yang hilang saat diparkir di rumahnya tersebut merupakan sumber mata pencarian sang ayah, yang hasilnya digunakan untuk kebutuhan keluarga.
"Ayah saya ngojek di Jakarta, tetapi kemudian berhenti karena motornya hilang," urai Susi.
Sebagai anak pertama dengan dua adik yang masih kecil dan melihat kondisi keluarga yang butuh biaya, Susi merasa perlu ikut bertanggung jawab.
"Awalnya saya kerja di toko, tetapi berhenti karena enggak betah. Udah gitu gajinya kecil. Saya punya adik dua-duanya masih sekolah, kelas 6 dan kelas 4 SD," katanya berdalih.
Hingga suatu malam, Susi bercerita kepada teman perempuannya yang juga teman saat masih sekolah melalui fasilitas jejaring sosial.
"Awalnya saya chatting sama teman. Saya butuh kerjaan dan butuh uang," ujarnya.
Selang beberapa hari, Susi bertemu temannya di suatu tempat. "Saat itu langsung dikenalin sama mami (germo). Awalnya saya menolak karena tahu kerjaannya bakal seperti apa. Pasti disuruh jadi pekerja seks komersial (PSK)," katanya.
Susi kembali menjadikan kebutuhan ekonomi sebagai alasan untuk secepatnya mendapatkan uang.
Kerasnya kehidupan di Jakarta dengan biaya hidup yang menurut Susi tidak murah membuatnya memilih jalan pintas untuk mendapatkan uang.
Meski awalnya Susi menolak untuk terjun ke ‘dunia hitam’, akhirnya dia terlena dengan bujuk rayu dan iming-iming dari seorang germo di bilangan Jakarta.
"Cari uang susah. Mau ngelamar kerja, ijazah cuma SD, siapa yang mau terima," ucapnya.
Akhirnya pertengahan Oktober 2012, Susi pun mulai menggeluti dunianya sebagai istri kontrak dengan suami pria asal Arab.
Menurut Susi, para Onta—sebuatan untuk turis Arab, yang datang ke Indonesia, khususnya di Jakarta, akan selalu mencari perempuan lokal untuk dijadikan istri. Selama menetap di suatu tempat di Indonesia, mereka butuh penyaluran seks.
"Namun mereka enggak mau pelacuran, makanya mereka cari perempuan yang mau jadi istri sementara," katanya.
Selain bayaran yang mahal dan tidak perlu repot menjajakan diri di pinggir jalan raya, Susi merasa bahwa perbuatannya tidak melanggar. Perempuan bertinggi badan sekitar 156 cm ini begitu marah saat disebut sebagai PSK.
Setiap kali dia menjadi istri dalam kawin kontrak dengan pria Timur Tengah, bayaran yang diterima Susi bervariasi.
"Itu tergantung lamanya sampai kapan. Kalau sepuluh hari bayarnya Rp 7 juta. Namun kalau cuma dua hari paling Rp 700.000 sampai Rp 1 juta," katanya.
Dari bayaran sebanyak itu, dia hanya mendapat separuh sebagai istri kontrak. "Bayarannya dibagi dua sama germo saya. Saya cuma dapat setengahnya," ucapnya  [sumber:jakartapress.com]

[FOTO] Kisah Teladan Pesepakbola Muslim Eropa

Pemain sepakbola Muslim yang berlaga di liga-liga Eropa menjadi minoritas di benua biru. Karena itu, mereka acapkali harus mempertahankan keyakinannya di tengah budaya yang berbeda dengan yang dianutnya. Tidak jarang dibutuhkan ketahanan mental agar mereka mampu mempertahankan dan menjalanakan keyakinan yang dipeluk. Tujuannya tak lain agar mereka tetap eksis dan bisa berprestasi di liga yang digelutinya.

Banyak kisah monumental dari pemain Muslim yang layak diteladani. Mereka tetap menjadi Muslim taat dan profesional di lapangan. Meski banyak godaan di tengah mayoritas warga Eropa, mereka tetap bersikukuh untuk tidak larut dalam arus besar itu. Berikut beberapa kisah menggugah yang layak pembaca teladani.

1. Samir Nasri (Manchester City/Timnas Prancis)

Gelandang Manchester City ini memiliki kebiasaan membaca surat Alfatihah sebelum memulai pertandingan. Hal ini dilakukannya saat membela klub maupun Timnas Prancis.

2. Mesut Ozil (Real Madrid/Timnas Jerman)

Pemain timnas Der Panzer Jerman keturunan Turki ini, berkomitmen menjalankan perintah agama sepanjang waktu. Ketika memasuki bulan Ramadhan, ia rutin berdoa dan membaca Alquran. Sesibuk apapun kegiatannya bersama Real Madrid, Ozil selalu berusaha untuk membaca beberapa ayat Alquran.

3. Thierry Henry (New York Red Bulls/Timnas Prancis)

Striker New York Red Bulls ini, seringkali melakukan sujud mencium lapangan seperti sujud syukur sebagai selebrasi usai mencetak gol ke jala lawan. Hal itu dilakukannya sebagai sebagai tanda syukur atas capaian membawa timnya meraih kemenangan atau prestasi. Dalam episode wawancaranya yang disiarkan Al Jazeerra, Henry menegaskan keislamannya. Mantan bomber Arsenal dan Timnas Prancis ini menyangkal kalau Islam terkait gerakan terorisme.

4. Kolo Toure (Manchester City/Pantai Gading)

Selain tangguh menjaga pertahanan Manchester City, Kolo Toure juga kuat menjaga imannya. Kehidupannya di Manchester semakin nyaman ketika mantan punggawa Barcelona sekaligus sang adik, Yaya Toure, ikut bergabung ke the Citizens.

Kolo Toure termasuk pribadi yang saleh. Bahkan, ketika masih membela Arsenal, ia termasuk salah satu guru mengaji. Kini, ketika ia hijrah ke Manchester, Toure masih bolak-balik Manchester-London demi melanjutkan pengajarannya.

Siapa nyana, di balik kegarangannya di lapangan, Toure adalah sosok yang lembut dan penuh pengabdian terhadap Islam. Kendati begitu, Kolo tidak memungkiri ia sering bolong dalam menunaikan puasa Ramadhan ketika timnya bertanding. Latihan berat yang dijalani City memaksa punggawa Pantai Gading itu membatalkan puasanya. Namun, ia selalu mengganti puasa Ramadhan di lain hari. “Itu adalah konsekuensi sebagai seorang Muslim,” kata dia.

5. Eric Abidal (Barcelona/Timnas Prancis)

Setelah memutuskan memeluk agama Islam atau menjadi mualaf, Abidal menambahkan nama 'Bilal' di tengah namanya. Punggawa Timnas Prancis itu terus berupaya menjadi Muslim taat pascamengucapkan dua kalimat syahadat. Bek Barcelona ini gemar sekali membaca beberapa ayat Alquran sebelum berlaga. Di setiap sesi latihan klub, Abidal tidak pernah melupakan untuk membawa tas kecil berisi Alquran mini.

6. Karim Benzema (Real Madrid/Timnas Prancis)

Striker Real Madrid ini memiliki kemiripan dengan seniornya, Zinedine Zidane, yang berdarah Aljazair. Benzema mengaku beruntung membela Los Blancos. Alasannya ketika Madrid menjalani kompetisi di bulan Ramadhan, dia tidak sendirian menjalani puasa. Kalau sebelumnya dia bersama Mahmadou Diarra dan Lassana Diarra --yang beragama Islam-- puasa bersama. Sekarang Benzema ditemani Mesut Ozil dan Sami Khedira.

7. Nicolas Anelka (mantan Chelsea/Timnas Prancis)

Ketika Chelsea masih dibesut Andres Villas Boas, sang pelatih menyuruh pemain yang sedang puasa untuk tetap berada di meja makan. Anelka dan pemain Muslim the Blues lainnya hanya bisa melihat rekan-rekannya makan dengan lahap. Meski begitu, dia tidak tergerak untuk membatalkan puasa. “Walau iri, saya tetap harus berpuasa,” tegas punggawa Timnas Prancis itu.

Dalam satu kesempatan lain, Anelka yang memeluk Islam pada 2004 itu mengatakan, Islam memberikannya kedamaian. ”Islam banyak membantu saya untuk bisa bersikap tenang dan berkonsentrasi dan memiliki semangat tinggi. Saya senang menjadi seorang Muslim, sebuah agama yang tenang dan saya banyak belajar dari Islam,” tutur Abdul Salam Bilal Anelka, nama Muslimnya.

8. Frederick Kanoute (Sevilla/Timnas Mali)

Pada 2007 lalu, Frederick Kanoute menolak mengenakan kostum Sevilla karena disponsori sebuah rumah judi. Karena dipaksa menggunakannya manajemen Sevilla, Kanoute menyisati dengan menutup sponsor itu dengan lakban hitam. Ia juga dikenal sebagai pesepakbola yang ringan tangan. Kanoute pernah mengeluarkan uang dari saku pribadinya sebesar 700 ribu dolar AS (sekitar Rp 6,3 miliar) untuk menyelamatkan sebuah masjid di Kota Sevilla lantaran mau ditutup dan diubah fungsinya.

Salah satu aksi juru gedor gaek Timnas Mali yang mengundang kontroversi adalah, ketika ia melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Deportivo La Coruna di Copa del Rey. Kala itu, Kanoute menunjukkan kaus dalam yang bertuliskan 'Palestina' dalam huruf negara-negara dunia. Hal itu dilakukan Kanoute sebagai dukungan terhadap Palestina yang saat itu, sedang diinvansi Israel.

Tak ayal, aksinya dianggap sebagai pelanggaran. Kanoute pun denda. Dalam aturan FIFA, memang dijelaskan seorang pemain tidak boleh menampilkan pesan-pesan politik atau religius yang melukai pihak lain dalam bentuk apa pun. Reaksi yang bermunculan pun beragam. Ada yang menganggap tindakan Kanoute berlebihan. Ada pula yang berkata, ini adalah bentuk diskriminasi Barat terhadap Islam.

9. Franck Ribery (Bayern Munich/Timnas Prancis)

"Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan sepak bola. Saya mengalami kehidupan yang cukup keras dan saya harus menemukan sesuatu yang membawa saya pada keselamatan dan saya menemukan Islam," ungkap Ribery saat ditanya perihal agama yang dianutnya.

Winger Timnas Prancis itu kepergok berdoa dengan mengadahkan tangan --laiknya seorang Muslim berdoa-- saat skuat 'Ayam Jago' melawan Swiss pada Piala Dunia 2006. Sejak itu, seantero dunia tahu winger Bayern Munich itu sudah menjadi umat Nabi Muhammad SAW.

Ia menjadi mualaf setelah menikahi seorang gadis Prancis keturunan Maroko. Ia pun menambahkan nama 'Bilal' di tengah namanya. Menjadi Muslim, Ribery menerapkan ajaran Muhammad SAW itu dalam kehidupan sehari-harinya. "Saya ini orang yang sederhana dan simpel saja," selorohnya.

10. Yaya Toure (Manchester City/Timnas Pantai Gading)

Yaya Toure menjadi bintang Manchester City saat mencetak dua gol ke gawang Newcastle United. Tapi dalam pesta perayaan, ia menolak menerima sebotol besar champagne saat pesta kemenangan di ruang ganti. "Maaf! Saya tidak minum alkohol. Saya Muslim," ujar Yaya Toure seraya menyerahkan botol besar champagne ke Joleon Lescott, rekannya.

Saat masih di Barcelona, Yaya Toure adalah imam bagi dua rekannya; Eric Abidal dan Seydou Keita. Ketiganya selalu menyampatkan diri shalat berjamaah, dan Toure dianggap memiliki pengetahuan keagamaan yang lebih dibanding Abidal dan Keita.

Ketika Yaya Toure memutuskan pindah ke Manchester City, Abidal dan Keyta menjadi orang yang paling kehilangan. Dalam salah satu kesempatan wawancara dengan salah satu radio, Abidal sempat mengatakan. "Kami kehilangan imam."

11. Sulley Muntari (AC Milan/Timnas Ghana)

Nama aslinya adalah Sulleyman Ali Muntari yang merujuk pada nama Nabi Sulaiman AS. Gelandang Inter Milan yang dipinjamkan ke AC Milan itu beberapa kali kerap merayakan gol dengan sujud syukur. Hal ini mengundang reaksi positif dari komunitas Muslim di Italia. Banyak yang berkata, Muntari menunjukkan dalam kebahagiaan setinggi apa pun (dalam hal ini mencetak gol), seorang Muslim tetap menunjukkan kerendahannya di depan Allah dengan bersujud).

12. Pappis Cisse (Newcaslte United/Timnas Senegal)

Penyerang yang sedang naik daun ini adalah seorang Muslim yang taat. Bersama koleganya Demba Ba, dan Hatem Ben Arfa, Cisse kerap melakukan selebrasi kemenangan dengan melakukan sujud syukur. Kabar baiknya, pelatih the Magpies, Alan Pardew mengaku berencana menyediakan mushala di stadion Sports Direct Arena (sumber:
JAKARTAPRESS.COM)

Demba Ba, Penyerang Baru Chelsea "Salam alaikum"

Penyerang Newcastle United yang hengkang ke Chelsea pada awal Januari 2012, Demba Ba, dikenal sebagai pesepak bola Muslim yang taat. Selain itu, Ba juga tidak segan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel.

Namun satu yang tidak boleh dilupakan, Ba bisa diidentikkan pula sebagai pendakwah. Hal itu bisa dilihat dari akun twitter mantan pemain West Ham United itu, @dembabafoot. Pada saat dia mengingatkan bahwa selebrasi sujud merupakan sarana bersyukur kepada Allah. Hal itu sebagai jawaban atas tudingan legenda Timnas Inggris Gary Lineker yang menyebut selebrasi itu sebagai orang sedang makan rumput.

Ba memang dikenal sebagai ikon pemain yang identik melakukan selebrasi sujud syukur ataupun mengacungkan jarinya ke atas seusai mencetak gol. Ba kadang menjawab mention akun penggemarnya dengan jawaban "terima kasih ya Allah" dan "inshaallah".

Terakhir, tanpa diduga, ujung tombak Timnas Senegal itu mengucapkan salam, "Salam alaikoum" yang langsung di retweet 413 dan difavoritkan 70 penggemarnya. Dengan jumlah lebih dari 210 ribu pengikut di twitter, Ba sepertinya sadar bisa berperan dalam mengenalkan ajaran Islam. Tidak hanya dengan cara bertutur, melainkan lewat dakwah kultural.

Demba Ba ternyata juga telah menjalankan rukun Islam kelima. Ia menjalankan ibadah haji ke Makkah ditemani bintang Fenerbahce Moussa Sow, Issiar Dia dari klub Liga Qatar, Lekhwiya, serta mantan pemain Fulham Diomansy Kamara. Keempat orang itu adalah penggawa Timnas Senegal yang dikenal sebagai muslim taat.

Sumber : republika.co.id
Share this article :

Kesaksian Ozil, Cristiano Ronaldo Sudah Hafal Surat Al Fatihah

cristiano ronaldo hafal surat al fatihah
Meski beragama Katolik yang taat, Cristiano Ronaldo selalu membela Islam dan menyukai ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Sekedar diketahui, Cristiano Ronaldo lahir di Funchal, Madeira, Portugal, 5 Februari 1985 silam. Ia merupakan seorang pemain sepak bola Portugal.
Ronaldo dapat berposisi sebagai bermain sebagai sayap kiri atau kanan serta penyerang tengah. Kini Ronaldo bermain untuk tim Spanyol, Real Madrid dan untuk tim nasional Portugal. Sebelum bermain untuk Real Madrid, ia pernah bermain di Sporting Lisboa dan Manchester United (MU). Pemain yang kerap bernomor punggung 7 di lapangan hijau ini juga akrab dengan sebutan CR7, gabungan dari inisial namanya dengan nomer punggungnya.
Beberapa waktu yang lalu, media terbesar dan terpercaya Spanyol 'Marca' memberitakan jika rekan Ronaldo satu timnya, Mesut Ozil, pemain muslim asal jerman yang berdarah turki ini, memberi kesaksian, Jika Cristiano Ronaldo sudah hapal huruf hijaiyah, dan juga sudah hapal surat favoritnya, yaitu surat Al- Fatihah.
Ronaldo membenarkan kesaksian dari Ozil, "Banyak yang tidak percaya kalau saya mengagumi Al-Quran, tapi memang begitulah kenyataannya, setiap Ozil membaca Al-Quran, saya senantiasa merasa damai, dan hati saya pun menjadi sejuk," kata Ronaldo kepada Media Spanyol.
Mesut OziL juga membenarkan perkataan Ronaldo, "Cristiano Ronaldo selalu menunggu saya selesai Sholat di rest room, saya tahu dia ingin mendengar saya mengaji," timpal Ozil. 
Cristiano Ronaldo, kembali berkata, "Saya sudah hafal Al-Fatihah, mungkin nanti saya akan minta diajarkan berwudhu, saya sangat senang," kata Ronaldo.
Bahkan, CR7 sangat senang mendengarkan Ozil membaca Al-Quran sebelum bertanding dan merasa yakin Real Madrid menang di pertandingan, jika sebelum pertandingan, Ozil membaca Al-Quran.(sumber:suaranews.com)

HADIST TENTANG NABI KHIDIR (1)

Pendahuluan

Banyak kisah-kisah tentang Nabi Khidir yang ramai dibicarakan orang, banyak kontroversi tentang kemunculannya, sehingga hal itu mendorong rasa ingin tahu tentang hakikat sebenarnya. Ada yang menyatakan Nabi Khidir masih hidup, adapula yang menyatakan Khidir sekarang berdiam di sebuah pulau, ada pula yang menyatakan bahwa setiap musim haji Nabi Khidir rutin mengunjungi padang Arafah. Entah khidir siapa dan yang mana? Tapi yang jelas begitulah khurafat dan takhayyul berkembang di tengah masyarakat kita. Lucunya, banyak pula orang-orang yang sangat mempercayai perkara-perkara tersebut.

Semua ini berpangkal dari kesalahpahaman mereka tentang hakekat Nabi Khidir. Terlebih lagi orang-orang ekstrim dari kalangan pengikut tarekat dan tasawwuf yang membumbui berbagai macam dongeng dan cerita bohong tentang Khidir. Sebagian di antara mereka, ada yang mengaku telah bertemu dengan Khidir, berbicara dengannya dan mendapat wasiat dan ilham darinya. Misalnya di tanah air kita ini, ada sebagian orang yang mengaku telah bertemu dengan Khidir dan mengambil bacaan-bacaan shalawat, wirid-wirid dan dzikir dari Khidir secara langsung, tanpa perantara, atau melalui mimpi. Ada pula yang mengatakan beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Sang Khidir waliyullah yg penuh misteri, guru Nabi Musa 'alaihis salam, pemilik rahasia ilmu Ladunni langsung dari Allah. Bahkan ada pula yang mengaku dialah Nabi Khidir -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Semua ini adalah keyakinan batil!!

Riwayat dusta tentang Nabi Khidir

Shufi pertama yang memalsukan kisah shufistik Nabi Khidir adalah Muhammad bin Ali bin Husain at Tirmidzi yang bergelar al Hakim (bukan Ahlu Hadits Imam at Tirmidzi), dan wafat pada akhir abad ketiga hijriyah. (Al Fikru Ash Shufi, oleh Abdurrahman Abdul Khaliq).

Riwayat tentang perjumpaan Umar bin Abdul ‘Aziz dengan Nabi Khidir.

Ya’qub bin Sufyan meriwayatkannya dalam Tarikhnya dari jalan Abdul Aziz ar Ramli dari Dhamrah bin Rabi’ah dari as Sari bin Yahya dari Riyadh bin Ubadah, dia berkata,

 “Umar bin Abdul Aziz keluar untuk shalat dan ada seorang tua yang bertelekan pada tangannya, lalu aku berkata dalam diriku, ‘Orang tua ini sangat dingin perangainya.’ Maka tatkala dia shalat dan memulainya, aku menyusulnya, lalu aku berkata, ‘Semoga Allah memperbaiki Amir dari orangtua yang bertelekan pada tanganmu?’ Dia (Umar) berkata, ‘Wahai Riyah apakah kamu tidak tahu dia?’ Aku berkata, ‘Ya.’ Dia (Umar) berkata, ‘Aku tidak mendugamu kecuali orang yang shalih, itu saudaraku Khidir, dia datang padaku lalu mengajariku, sesungguhnya aku bertanya tentang masalah umat dan sesungguhnya aku akan berlaku adil.

Abu Husain bin al Munadi berkata, “Keterangan Riyah seperti angin selain itu semua keterangannya lemah, keadaannya tidak lepas dari satu perkara ini, kalau tidak dinisbahkan kepada perawi-perawi yang tsiqah dalam keadaan lalai atau sebagian mereka sengaja memasukkannya.

Nabi Khidir shalat dengan Madzhab Syafi’i.

Diriwayatkan secara dusta dari Ahmad Sirhindy, bahwa beliau menulis:

 “…pada hari itu aku melihat dalam halaqah subuh, bahwa Ilyas dan Khidir hadir dalam bentuk rohani. Maka berkatalah Khidir dalam penyampaian rohani, ‘Kami dari alam arwah. Yang Haq telah memberi ruh kami kemampuan sempurna untuk berbentuk dan berserupa dengan bentuk-bentuk jasad. Dari ruh itu keluar gerakan-gerakan dan diam jasmaniah, ketaatan dan ibadah jasadiyah yang keluar dari fisik.’ Di sela-sela itu aku berkata, “Kamu shalat dengan madzhab Syafi’i.’ Ia menjawab, ‘Kami tidak terbebani dengan syariat-syariat. Akan tetapi, demi menjaga kepentingan kewalian quthb yang terikat pada kami. Sedangkan ia bermadzhab Syafi’I, maka kami shalat di belakangnya dengan madzhab Syafi’i…dst” (Al Muntakhabat min al Maktubat, Ahmad al Faruky, hal. 91, Turki).

Nabi Khidir pengikut Hanafi, bukan Syafi’i.

Dalam kitab Ma’arijul Albab halaman 44, dari beberapa Syaikhnya, menyebutkan:

“Bahwa Khidir hadir di majelis fiqih Abu Hanifah setiap hari selepas shalat subuh untuk belajar syariat. Ketika Abu Hanifah meninggal, Nabi Khidir memohon kepada Tuhannya untuk mengembalikan ruhnya ke kuburnya demi kesempurnaan ilmu syariatnya. Dan, sungguh Nabi Khidir mendatangi Abu Hanifah di kuburnya untuk mengaji ilmu syariat darinya di dalam kubur. Ia melakukan hal itu selama lima belas tahun hingga ia menyempurnakan ilmu syariat.”

Lihatlah kedustaan yang besar itu. Mengapa Nabi Khidir tidak belajar syariat dari tangan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam? Mengapa juga ia tidak belajar dari Khulafa’ur Rasyidin, padahal mereka adalah manusia yang paling mengerti syariat. Abu Hanifah sendiri pernah berkata, “Tinggalkanlah pendapatku kepada ucapan para shahabat Rasulullah, sesungguhnya mereka lebih mengetahui tentang wahyu.”

Dalil Bantahan tentang pendapat yang menyatakan bahwa nabi khidir masih hidup

Orang-orang berselisih mengenai hidup atau wafatnya Khidir. Ada yang menyatakan dia masih hidup. Tetapi ada juga yang menyatakan bahwa dia telah lama meninggal berdasarkan dalil-dalil dari Al-Kitab dan Sunnah. Ini merupakan pendapat para Ahli Hadits. Karena, tidak ada satupun nash yang shahih, baik dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang dapat dijadikan pegangan bahwa Khidir masih hidup. Bahkan banyak dalil yang menyatakan ia telah meninggal. Seluruh hadits yang mengatakan bahwa Khidr masih hidup adalah tidak sah, berdasarkan kesepakatan ahli al naql. Tidak ada keterangan yang dapat dipercaya bahwa Khidir pernah berjumpa atau bersama orang dari para nabi dan selainnya kecuali Nabi Mûsâ 'alaihissallam. sebagaimana telah dijelaskan di dalam al Qur’ân surat al Kahfi ayat 60 – 82.

Jika kita mengadakan riset ilmiah, maka kita akan mendapatkan Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa Nabi Khidhir telah meninggal dunia.

Riwayat-riwayat tentang hidupnya Khidr hanyalah disebut oleh sebagian periwayatnya dengan tanpa menyebutkan kelemahan riwayat tersebut. Adakalanya dikarenakan ketidakmengertian periwayat atau karena sudah jelas bagi ahli hadits. Begitulah penuturan Abû al Khaţţâb ibn Dihyah. Hal ini senada dengan perkataan Abû al Husain ibn al Mubârak ketika ia menelusuri riwayat-riwayat tentang Khidr hidup kekal atau tidak, bahwa hadis-hadis marfû‘ yang menjelaskan tentangnya semuanya adalah wâhiyah (lemah) dan sanad (riwayat) ahl al kitâb adalah gugur karena ketidaktšiqahan mereka.

Abû al Khaţţâb juga menambahkan, pengakuan para ulama bahwa mereka pernah bertemu dengan Khidr adalah suatu keganjilan yang cukup serius. Apakah seseorang yang berakal dapat berjumpa dengan seseorang yang tak dikenal dan berkata kepadanya, “Saya Fulân” kemudian ia membenarkannya?[Mubârak al Barrâk, al Da‘îf wa al Maudû‘ min Akhbâr al Fitan wa al Malâhim wa Asyrâţ al Sâ‘ah, (Dâr al Salâm, tth.), hal. 108. Lihat juga Labib MZ, Kisah Perjalanan Hidup Nabi Khidhir; Benarkah Nabi Khidhir itu Masih Hidup Ataukah Sudah Mati?, (Surabaya: Bintang Usaha Jaya, 2003), hal. 94]

Ulama yg mengatakan Khidr telah wafat
Di antara para ulama yang berpendapat ketidakkekalan Khidr adalah Imam al Bukhârî, Ibrâhîm al Harbî, Abû Ja‘far ibn al Munâdî, Abû Ya‘lâ ibn al Farrâ’, Abû Ţâhir al ‘Abbadî, Abû Bakr ibn al ‘Arabî, Ţâ’ifah, dan lain-lain.[Al ‘Asqalânî, Fath al Bâri, Juz 6, hal. 536.] Mereka mendasarkan pendapatnya kepada hadits masyhur yang diriwayatkan oleh Ibn ‘Umar dan Jâbir ibn ‘Abdullâh, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda di akhir hayatnya:

 صَلَّى بِنَا الَّنِبيُّ صَلىَّ اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اْلِعشَاءَ فِي آخِرِ حَيَاتِهِ فَلَمَّا سَلَّمَ قَامَ فَقَالَ أَرَأَيْتُكُمْ لَيْلَتُكُمْ هَذِهِ فَإِنَّ رَأْسَ مِائَةِ سَنَةٍ مِنْهَا لاَ يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ عَلىَ ظَهْرِ اْلأَرْضِ أَحَدٌ –اللفظ عن البخاري

Rasulullah shalat ‘Isyâ’ bersama kami di akhir hayatnya. Ketika beliau telah salam, beliau berdiri lalu bersabda, “Apakah kalian tahu malam kalian ini? Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang masih hidup di muka bumi ini sampai seratus tahun ke depan”, (Lafaz hadits dari al Bukhârî). [Abû ‘Abdullâh Muhammad ibn Ismâ‘îl al Bukhârî, Şahîh al Bukhârî, (Riyad: International Ideas Home for Publishing and Distribution, 1998), hal. 55]

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al Bukhârî, Imam Muslim, Imam al Tizmizi, Imam Abû Dâwud dan Imam Ahmad dalam masing-masing kitab haditsnya melalui jalur periwayatan yang sangat banyak dan bermuara kepada dua orang sahabat, yakni Ibn ‘Umar dan Jâbir ibn ‘Abdullâh, serta keduanya langsung mendengarnya dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, yang artinya ini merupakan hadis marfû‘. Para ulama ahli hadis telah sepakat mengenai keşahîhan hadits ini termasuk Imam al Tirmîzî.[Lebih jelas lihat BAB III pada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjelang akhir hayatnya.]

Selain berpegang kepada hadis di atas, mereka yang meyakini bahwa Khidr sudah meninggal dunia, mendasarkan kepada firman Allah dalam al Qur’ân surat al Anbiyâ’ ayat 34:

 وما جَعَلنا لِبَشَرٍ مِن قَبلِكَ الخُلدَ أفَإن مت فَهُمُ الخالِدُون

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?” (QS. Al Anbiyâ’: 34).

Dengan demikian jelas Khidr sudah meninggal dan ini tidak dapat terbantahkan lagi. Dan kalaupun dia masih hidup dan benar-benar anak kandung Nabi Âdam dan Siti Hawâ, pasti ada seorang nabi yang ditemuinya selain Nabi Mûsâ alaihissalam, sedangkan tidak ada satu pun riwayat şahîh yang mengatakan bahwa ia pernah bertemu dengan nabi selain Mûsâ alaihissalam. Dan apabila ia hidup kekal pasti ia akan menemui masa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam serta wajib bertemu dengan beliau untuk berbai‘at dan menjadi umat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, karena hal demikian merupakan perjanjian antara Allah dan para nabi yang diutus-Nya. Sebagaimana firman-Nya:

وإذ أخذ الله ميثاق النبيين لما آتيتكم من كتاب وحكمة ثم جاءكم رسول مصدق لما معكم لتؤمنن به ولتنصرنه قال أأقررتم وأخذتم على ذلكم إصري قالوا أقررنا قال فاشهدوا وأنا معكم من الشاهدين

“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang Rasûl yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para Nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”. (QS. Âli ‘Imrân: 81).

Ringkasnya, jikalau Khidr alaihissalam hidup kekal maka ia terikat dengan perjanjian tersebut dan harus menemui Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk beriman kepadanya dan ikut serta dalam setiap perjuangannya mensyiarkan agama Islam. Akan tetapi—lagi-lagi—tidak ada satu pun riwayat sah yang menunjukkan bahwa Khidr pernah bertemu dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Terlebih, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,

 عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ ثُمَّ أَنَّ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَتىَ النَّبِيَّ صَلىَّ الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكِتَابٍ أَصَابَهُ مِنْ بَعْضِ أَهْلِ الْكِتَبِ فَقَرَأَهُ الَّنبِيَّ صَلىَّ الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَغَضِبَ فَقَالَ أُمَتِّهُوْكُوْنَ فِيْهَا يَا بْنَ الْخَطَّابِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ جِئْتُكُمْ بِهَا بَيْضَاءَ نَقِيَّةَ لاَ تَسْأَلُوْهُمْ عَنْ شَيْءٍ فَيُخْبِرُوْكُمْ بِحَقٍّ فَتُكَذِّبُوْا بِهِ أَوْ بِبَاطِلٍ فَتَصَدَّقُوْا بِهِ , وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوْسَى صَلىَّ الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلاَّ أَنْ يَتَّبِعَنِي – رواه أحمد

Dari Jâbir ibn ‘Abdullâh, sesungguhnya ‘Umar ibn al Khaţţâb datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan kitab yang diberikan kepadanya dari sebagian ahlul kitâb. lalu ‘Umar membacakannya di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam maka beliau marah dan bersabda, “Apakah kamu ragu padanya, wahai Ibn al Khaţţâb? Demi yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sungguh aku telah datang kepada kalian dengan membawa ajaran yang putih jernih, maka janganlah kalian bertanya kepada mereka (ahl kitâb) tentang sesuatu apapun, maka mereka memberitahukan kebenaran kepada kalian, lalu kalian mendustakannya, atau mereka memberitahukan kebatilan kepada kalian, lalu kalian membenarkannya. Demi yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seandainya Mûsâ alaihissalam masih hidup, tidak ada keharusan kecuali ia harus mengikuti ajaranku”. (HR. Ahmad).[Abû ‘Abdullâh Ahmad ibn Hanbal, Musnad al Imâm al Hâfiz Abî ‘Abdullâh Ahmad ibn Hanbal, (Riyad: International Ideas Home for Publishing and Distribution, 1998), Juz 3, hal. 338. Hadis ini telah dijelaskan pada Bab III tentang sumpah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam]

Hadits di atas walaupun membicarakan Nabi Mûsâ alaihissalam tetapi ia mengena kepada nabi-nabi lainnya, termasuk nabi Khidr. Apabila Khidr alaihissalam masih hidup maka ia harus bertemu dengan Rasulullah, mengaku beriman kepadanya, mengikuti şalat berjama‘ah dan berjihad bersamanya, sebagaimana Nabi ‘Îsâ alaihissalam mengakuinya dan şalat bersamanya sebagai ma’mûm ketika Rasulullah dalam perjalanan Isrâ’ dan Mi‘râj. Karenanya, Abû al Husain ibn al Munâdi mengatakan, banyak orang-orang yang keliru dan sesat dalam memahami hadits sehingga mengklaim bahwa Khidr alaihissalam itu hidup kekal sampai hari kiamat nanti.[Muhammad Syams al Haq al ‘Azîm al Abadî Abû al Ţayyîb, ‘Aun al Ma‘bûd fî Syarh Sunan Abî Dâwud, (Beirut: Dâr al Kutub al ‘Ilmiyyah, 1415 H.), Juz 11, hal. 339]

Untuk semakin memperkuat pendapat bahwa Khidr tidak hidup abadi, para ulama mengangkat hadis tentang perang Badar berikut:

حَدثَّنَا عُمَرُ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ ثُمَّ نَظَرَ نَبِيُّ اللهِ صَلىَّ اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُشْرِكِيْنَ وَهُمْ أَلْفٌ وَأَصْحَابُهُ ثَلاَثُمِائَةٍ وَبِضْعَةُ عَشْرِ رَجُلاً فَاسْتَقْبَلَ نَبِيُّ اللهِ صَلىَّ اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اْلِقبْلَةَ ثُمَّ مَدَّ يَدَيْهِ وَجَعَلَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ اَلَّلهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي الَّلهُمَّ آتِنِي مَا وَعَدْتَنِي الَّلهُمَّ إِنْ تُهْلِك هَذِهِ الْعَصَابَةَ مِنْ أَهْلِ اْلإِسْلاَمِ لاَ تُعْبَد فيِ اْلأَرْضِ فَمَا زَالَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ مَادًّا يَدَيْهِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ حَتَّى سَقَطَ رِدَاؤُهُ مِنْ مَنْكَبَيْهِ فَآتاَهُ أَبُوْ بَكْرٍ فَأَخَذَ رِدَاءَهُ فَأَلْقَاهُ عَلَى مَنْكَبَيْهِ ثُمَّ الْتَزَمَهُ مِنْ وَرَائِهِ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللهِ كَفَاكَ مُناشَدَتُكَ رَبُّكَ, إِنَّهُ سَيُنْجِزُ لَكَ مَا وَعَدَكَ فَأَنْزَلَ الله إِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ مُرْدِفِيْنَ – رواه الترمذي


Diriwayatkan oleh ‘Umar ibn al Khaţţâb, ia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melihat kaum Musyrikîn yang berjumlah 1000 orang sedangkan para sahabatnya hanya berjumlah 3 ratus belasan orang. Maka Nabi saw. menghadap kiblat kemudian mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Tuhannya, “Ya Allah, penuhilah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, datangkanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, apabila Engkau membinasakan golongan ini dari umat Islam maka tidak akan ada yang menyembah Engkau di bumi ini”. Beliau cukup lama memanjatkan doa kepada Tuhannya seraya mengangkat kedua tangannya sehingga selendangnya terjatuh dari kedua pundaknya. Maka Abû Bakr menghampiri beliau dan mengambil selendangnya kemudian meletakkannya kembali di kedua pundak nabi lalu memeluknya dari belakang seraya berkata, “Wahai Nabi Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia akan memenuhi apa yang Dia janjikan kepadamu. Kemudian Allah menurunkan ayat (yang artinya) “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”. [QS. al Anfâl: 9]. (HR. Tirmîzî). [Muhammad ibn ‘Îsâ Abû ‘Îsâ al Tirmîzî, Sunan al Tirmîzî, (Beirut: Dâr Ihyâ’ al Turâš al ‘Arabî, tth.), Juz 5, hal. 269. Lihat penjelasan hadis ini pada Bab III tentang do‘a Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika Perang Badar]

Melihat hadits di atas, apabila Khidr masih hidup tentu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak akan berdoa seperti itu, karena saat itu Khidr tidak bersama pasukan Rasulullah. Jadi, seandainya pasukan Rasulullah yang berjumlah 310 orang itu mati semua, tentu Rasûl tidak akan khawatir karena masih ada Khidr yang masih menyembah Allah dan menyebarkan ajaran Islam.[Abû al ‘Alâ Muhammad ‘Abdurrahmân ibn ‘Abdurrahîm al Mubârakfûrî, Tuhfah al Ahwâzî bi Syarh Jâmi‘ al Tirmîzî, (Dâr al Fikr, tth.), Juz 6, hal. 433.]

Syaikhul Islam Ahmad bin Abdil Halim Al-Harraniy rahimahullah berkata ketika ditanya tentang hadits di atas, “Andaikan Khidir masih hidup, maka wajib baginya untuk datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan berjihad di hadapannya, serta belajar dari beliau (Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam). Sungguh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam perang Badar, “Ya Allah, jika pasukan ini hancur, maka engkau tidak akan disembah lagi dimuka bumi”. Pasukan kaum muslimin waktu itu sebanyak 313 personil. Telah dikenal nama mereka, nama orang tua, dan qabilah mereka. Lantas dimanakah Khidir pada saat itu?” [Lihat Al-Manar Al-Munif (hal. 68)]

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah bersabda seusai menceritakan kisah pertemuan antara Mûsâ 'alaihissalam dan Khidr 'alaihissalam:

 يَرْحَمُ الله ُمُوْسَى لَوَدِدْنَا لَوْ صَبَرَ حَتىَّ يَقُصَّ عَلَيْنَا مِنْ أَمْرِهِمَا — رواه البخاري

“Semoga Allah merahmati Nabi Mûsâ, kita benar-benar menghendaki seandainya ia bisa bersabar sehingga dapat menceritakan kepada kita semua suatu perkara yang terjadi di antara mereka berdua”. (HR al Bukhârî). [Teks hadis lengkap beserta penjelasannya lihat Bab III pada ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di akhir cerita Mûsâ dan Khidr]

Jadi, jikalau Khidr 'alaihissalam masih hidup sampai sekarang, tentu Rasulullah tidak akan berandai-andai seperti itu, sebab ia akan berada bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. dan menunjukkan berbagai macam keajaiban-keajaiban kepada beliau.[10]

Golongan yang meyakini bahwa Khidr tidak hidup kekal, selain dalil-dalil berupa ayat al Qur’ân dan hadits-hadits di atas, mereka juga mengajukan argumentasi-argumentasi berupa asumsi-asumsi dari akal pikiran mereka. Misalnya, Ibn al Jauzî berkata, “Seandainya Khidir masih hidup, padahal seperti kita ketahui beliau hidup pada zaman Nabi Mûsâ, bahkan menurut satu cerita sudah hidup pada zaman sebelumnya, tentunya tubuhnya pun sama besar dengan tubuh manusia yang hidup pada zaman mereka, yaitu besar dan tinggi orangnya”.[Al ‘Asqalânî, Kisah Nabi Khidir, hal. 25]

Berkata Abû al Hasan ibn al Munâdi bahwa Ibrâhîm pernah ditanya tentang Khidr, maka beliau menjawab, “Dia sudah lama mati”. Orang yang mengatakan Khidr masih hidup dan gaib berarti mereka tidak benar. Tentang Khidr yang datang memberi ta‘ziyah kepada para sahabat dan keluarga Rasulullah ketika beliau wafat, sedangkan orang yang berta‘ziyah tidak nampak dan hanya terdengar suaranya, mungkin saja yang datang itu jin. Begitu juga cerita orang yang mengaku dirinya bertemu Khidr, mungkin saja yang datang itu jin atau syaiţân. Dan mengenai hadis Anas radhiyallahu 'anhu yang mengatakan Khidr masih hidup, para ulama ahli hadis sepakat menolak hadis tersebut. Seandainya ia masih hidup, pasi ia akan datang menjumpai Rasulullah dan ikut hijrah bersamanya.[Al ‘Asqalânî, Kisah Nabi Khidir, hal. 28]

Adapun dalil-dalil berupa hadits-hadits marfu’, dan mauquf yang menyebutkan tentang hidupnya Nabi Khidir sampai hari ini, maka hadits-hadits itu lemah, bahkan palsu, tidak bisa dijadikan hujjah dan dalil dalam menetapkan hukum, apalagi keyakinan (aqidah).

 Al-Imam Ibrahim bin Ishaq Al-Harbiy rahimahullah berkata, “Tidak ada yang menyebarkan berita-berita seperti ini (yakni tentang hidupnya Khidir) di antara manusia, kecuali setan”. [Lihat Al-Maudhu’at (1/199) dan Ruh Al-Ma’aniy (15/321) karya Al-Alusiy]

Ibnul Munadiy berkata,“Aku telah mengadakan riset tentang hidupnya Khidir, apakah ia masih ada ataukah tidak, maka tiba-tiba kebanyakan orang-orang bodoh tertipu bahwa ia masih hidup karena hadits-hadits (lemah) yang dirwayatkan dalam hal tersebut”. [Lihat Az-Zahr (hal. 38)]

 Ibnul Jauziy setelah membawakan beberapa hadits tentang hidupnya Nabi Khidir berkata, “Hadits-hadits ini adalah batil”. [Lihat Al-Maudhu’at (1/195-197)]

Al-Hafizh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata, “Hadits-hadits yang disebutkan di dalamnya tentang Khidir, dan hidupnya, semuanya adalah dusta (palsu). Tidak shahih satu hadits pun tentang hidupnya Nabi Khidir”. [Lihat Al-Manar Al-Munif (hal. 67)]

Seorang ulama Syafi’iyyah, Al-Hafizh Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy rahimahullah berkata setelah membawakan hadits dan kisah tentang hidupnya Khidir, “Riwayat-riwayat, dan hikayat-hikayat ini merupakan sandaran orang yang berpendapat tentang hidupnya Nabi Khidir sampai hari ini. Semua hadits-hadits yang marfu’ ini adalah dha’if jiddan (lemah sekali), tidak bisa dijadikan hujjah dalam urusan agama”. [Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah (1/334)]

Abul Khaththab Ibnu Dihyah Al-Andalusiy rahimahullah berkata, “Tidak terbukti tentang pertemuan Nabi Khidir bersama dengan seorang nabi, kecuali bersama Musa, sebagaimana Allah -Ta’ala- telah kisahkan tentang berita keduanya. Semua berita tentang hidupnya tak ada yang shahih sedikitpun berdasarkan kesepakatan para penukil hadits (ahli hadits). Hal itu hanyalah disebutkan oleh orang yang meriwayatkan berita tersebut, dan tidak menyebutkan penyakitnya, entah karena ia tidak mengetahuinya, atau karena jelasnya penyakit berita tersebut di sisi para ahli hadits”. [Lihat Az-Zahr An-Nadhir (hal. 32)]

Ibrahim Al-Harbi pernah bertanya kepada Imam Ahmad, apakah Nabi Khidir dan Nabi Ilyas masih hidup, keduanya masih ada dan melihat kita serta kita bisa mendapatkan riwayat dari mereka berdua. Kemudian Imam Ahmad menjawab:

 من أحال على غائب لم ينصف منه، وما ألقى هذا إلا الشيطان

“Siapa yang menekuni masalah ghaib (klenik), dia tidak akan bisa bersikap proporsional dalam masalah ini. Tidak ada yang membisikkan berita ini kecuali setan.”

Inilah beberapa dalil, dan komentar para ulama, semuanya menyatakan Nabi Khidir tidak hidup lagi atau sudah meninggal. Nyatalah kebatilan orang yang mengaku bertemu dengan Nabi Khidir untuk menerima ajaran di luar ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Bagaimana mungkin Khidir mengajarkan suatu ajaran di luar syari’at Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam??! Itu pasti bukan Nabi Khidir, tapi setan yang ingin menyesatkan manusia.

sumber:www.konsultasisyariah.com