Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

 RI1 2014, Satrio Piningit dan Tuah Angka 7


6 dari 7 satrio piningit RI1. Siapakah yang ke-7? (sumber photo: www.andhaka.com)
Alkisah, negeri “antah berantah” makin resah oleh naiknya suhu percaturan politik dalam perpolitikan catur saat bidak-bidak berkompetisi promosi menjadi raja. Kegelisahan bertambah-tambah karena tingkah ‘para perwira’ semakin hilang arah dari tuntunan pakem lakon sejarah. Gajah-gajah, kuda-kuda, benteng-benteng dan menteri-menteri, aktor utama perpolitikan catur politik makin menggelitik sekaligus membuat bulu kuduk bergidik. Republik-demokratik yang mestinya identik dengan daulat rakyat-mayoritas rakyat-wong cilik dibolak-balik di atas papan polemik, intrik dan konflik elit politik. Kisah politik. Kaum elit polahe pletak-pletik, kaum alit-kecil pol-polane ngitik, ujung-ujungnya cuma mengekor saja.
Republik seharusnya res-publica, rakyat berdaulat-kuasa, bukan papan terbuka segelintir elit untuk perebutan tahta dan harta. Demokrasi seharusnya demos-cratein,pemerintahan daulat rakyat, bukan demo-kreasi, ajang adu-rekayasa berongkos raksasa dengan menghamburkan uang negara, menggeser hak rakyat untuk sejahtera. Alhasil, pesta demokrasi republik akhirnya menjadi pesta demon-crazy dalam repot-publik, ‘setan-setan’ berpesta menggila, merepotkan dan menguras deposit energi negeri triliunan kalori perhari. Hari-hari publik semakin pelik,wong ciliksemakin tercekik, rakyat senen-kemis di ambang putus asa, lalu harus bagaimana?
Masa depan suram, akhirnya harapan ‘terpaksa’ bertumpu pada mitos, kisah, pekabaran silam dan legenda, bahwa “Satrio Piningit akan datang di ujung zaman sebagai Ratu Adil, utusan dewa batara juru selamat umat manusia. “Tanpa harapan, bagaimana spesies manusia akan bertahan dalam seleksi alam dalam pertarungan peradaban? Ini hanya sepenggal kisah, tapi apa bedanya kisah dengan sejarah? Bukankah sejarah dan pahlawan hanyalah kumpulan kisah heroik  sebuah bangsa, gabungan antara kejadian nyata atau legenda, plus sedikit rekayasa ‘juru tulis’ penguasa lalu diresmikan di kitab-kitab tebal perpustakaan nasional? Dalam sejarah ada kisah, dalam kisah ada sejarah, percampuran mitos, gugon tuhon, fakta, obsesi, teori dan filosofi yang dikemas brilian untuk kemudian dijadikan panduan ber-tata masyarakat, tata bangsa dan tata negara.
Angka-angka selalu menyimpan rahasia. 7 hari dalam sepekan, 7 lapis langit dan bumi, 7 warna pelangi, 7 rongga tubuh utama, 7 jam ideal waktu kerja, 70 tahun usia rata-rata manusia, 70.000 malaikat penjaga. 7 keajaiban alam tak henti mengundang pesona. 7 abad siklus revolusi peradaban dunia, pencerahan Isa Al-Masih awali Masehi, revolusi jahiliyyah abad ke-7 Jazirah Arabia, revolusi industri abad ke-14 Eropa, dan konon akan menyala api revolusi peradaban abad ke-21 di bumi Timur. Lalu dikaitkan dengan kejayaan nusantara 700 tahun silam, Majapahit era Gajah Mada. Kini, NKRI akan memasuki usia 70 tahun pada 2015. Langkah-langkah kaki presiden RI1 ke-7 makin nyaring terdengar menuju singgasana.
Ramalan Jangka Jayabaya mengingatkan. 7 Satrio piningit Ronggowarsitodikabarkan: Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro dan Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. 6 dari 7 satrio berurutan ditafsirkan.  Bung Karno, Pak Harto, Habibie, Gus Dur, Mbak Mega, dan SBY. Tinggal satu lagi, satrio piningit ke-7, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu, sang Ratu Adil RI-1 niscaya ‘naik tahta’ pada pilpres 2014 mendatang. Siapakah gerangan dia, adakah bisa dikenal ciri-cirinya?
Digambarkan oleh R. Ng. Ronggowarsito, “Ratu Adil” atau “Satrio Piningit”, ksatria tersembunyi memiliki segala sifat adil-ideal pemimpin, tokoh suci bagaikan bunga teratai putih yang harum semerbak, laksana bunga pandan tersembunyi di kelebatan daunnya. Keadilan dan kebijaksanaannya bisa diterima semua kalangan, rakyat dan para pembesar lapang dada menerima segala keputusannya dan tunduk terhadap perintahnya. Dia adalah tokoh pemimpin religius, Resi Begawan(Pinandito), senantiasa bertindak atas dasar hukum Tuhan, dan ia akan membawa Nusantara menuju kejayaa, gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kertoraharjo, melimpah sumber daya alam dan subur-makmur, aman, tentram, dan sejahtera.

13391527291594441184
    Kandidat kuat satrio piningit ke-7 pilpres 2014?

Siapakah gerangan dia sang satrio piningit itu? Mencermati perkembangan terkini, mungkinkah dia adalah 1 dari 7 satrio yang diusung oleh 7 parpol? Mungkinkah dia Hatta Rajasa (PAN), Kristiani Yudhoyono (Demokrat), Aburizal Bakrie (Golkar), Prabowo Subianto (Gerindra), Wiranto (Hanura), Megawati Soekarnoputri (PDIP) atau Surya Paloh (Nasdem)? Adakah di antara mereka yang memenuhi kriteria sebagaimana sekilas disifatkan di atas? Jawabannya cukup di simpan dalam renungan saja.
Mungkinkah dia adalah 1 dari 7 kandidat alternatif  ini? Sri Mulyani Indrawati, Yusuf Kalla, Hidayat Nur Wahid, Suryadarma Ali, Muhaimin Iskandar, Sri Sultan Hamengkubowono X atau Puan Maharani? Pertanyaan yang sama, jawaban yang sama. Ataukah dia muncul dari calon independen, kuda hitam dan bukan orang politik? Ada Dahlan Iskan, Jokowi, Mahfud MD, Soekarwo, Djoko Suyanto, Fadjroel Rahman atau  K.H. Abdullah Gymnastiar? Pertanyaan dan jawaban yang masih sama.
Tak ada jawaban jelas dan pasti. Yang jelas dan pasti, satrio piningit adalah ksatria terpingit, alias disembunyikan. Bisa benar-benar tersembunyi dan baru muncul pada detik-detik akhir jejer pengantin di pelaminan singgasana, atau bisa juga secara simbolik sebagai kuda hitam, sudah dikenal tapi tidak diprediksi bakal naik tahta, seperti kemunculan SBY pada pilpres 2004. Bukankah pahlawan adalah produk sejarah yang muncul dari persilangan ruang-waktu dalam ketepatan momentum secara kebetulan? Atau kadang mutlak merdeka dari campur tangan ruang-waktu lalu muncul sebagai kebenaran? Misteri selalu menjadi misteri, seperti misterinya angka 7 dalam berbagai peristiwa di alam semesta.
Yang penting, kisah satrio piningit, Ratu Adil, dan misteri angka 7 cukuplah sebagai renungan bersama untuk tidak mengulang cerita  “Republik Burnaskopen dan Sindroma Mpu Gandring” , kisah ketidaksabaran manusia dalam perebutan tahta yang akhirnya merenggut 7 nyawa aktor utama politik akibat kutukan. Blunder sejarah selalu berujung petaka. Biarlah kisah dan sejarah berjalan sesuai alur yang fitrah. Diterima atau disanggah ia tetap khazanah hikmah, ‘pesan langitan’ bahwa bumi pertiwi sedang meresah-gelisahkan poros roda republik yang makin menyimpang dari track sejarah.
Dalam ‘pertarungan’ politik sebagai konsekuensi logis dari pilihan berdemokrasi,satrio piningit akan lebih logis-demokratis jika dimaknai sebagai satrio pinilih,pemimpin terbaik hasil pemilihan, penyulingan saripati cratein-publica-rakyat. Thomas Jefferson menafsir demokrasi sebagai ‘agama publik’, bonum commune-publicum, suara rakyat adalah suara Tuhan. Untuk sekali saja biarkan Tuhan berbicara dengan bahasa Indonesia lewat nilai-nilai luhur demokrasi Pancasila. Siapapun dia yang akhirnya ‘naik tahta,’ semua ‘wajib ‘ain untuk legowo menerima keputusan Tuhan memingit dan memilih pemimpin bangsa. Tentunya Dia tidak akan salah pilih, dan tentunya sang ratu adil akan benar-benar menjadi ratu yang adil, menegakkan keadilan, mengembalikan hak-hak rakyat yang bertahun-tahun terlunta-lunta, dan menghukum para durjana yang sekian lama menghisap darah orang-orang tak berdosa.
Sembari menunggu waktu berlalu, semua bisa ber-introspeksi-muhasabah agar tidak mengulang blunder sejarah, belajar menempa kearif-bijaksanaan dalam mempersiapkan dan menentukan pilihan. Memingit satrio piningit dan memilih satrio pinilih dengan hati bersih, melangkah dan meraih tahta ratu adil dengan cara-cara adil. Masa depan Indonesia tergantung dari pilihan setiap jiwa manusia Indonesia. Mungkin misteri akan mulai terkuak 777 hari lagi, di akhir bulan 7 pada 2014 nanti, di mana masa depan bangsa dipertaruhkan.
Akhir kisah, biarlah sejarah menjadi sejarah, akankah kembali hadir di sini kejayaan nusantara, atau menunggu 70 tahun lagi pada putaran kisah sejarah 7 satrio piningitjilid dua, waktu yang akan berbicara. Atau mungkin menanti 700 tahun lagi dalam siklus revolusi peradaban dunia selanjutnya di abad ke-28, itupun kalau ‘tuan rumah’ belum berpindah ke Afrika. Semua hanya bisa berharap, semoga sejarah tidak berakhir sebagai sekedar kisah negeri “antah-berantah”, ketika sekelompok makhluk luar angkasa menggali situs purbakala dalam observasi dunia di tahun 90012, terbaca dalam sekelumit berita di media alam semesta, bahwa, “Di tanah ini, 70.000 tahun silam pernah berdiri sebuah negara demokrasi dengan nama, Republik Indonesia… ***

sumber:kompasiana

Analisa:Pilgub JATENG 2013(2)

Disini saya sebut bahwa telah terpetakan sebelum dimulai karena menurut analisa kami nanti petahanalah yang akan keluar sebagai pemenang dengan terpentalnya petarung terkuatnya yaitu wakil gubernur Rustriningsih dari panasnya rimba perebutan kursi Jateng 1 maka persaingan sudah sangat dibaca dengan jelas bahwa mentalnya rekomendasi dari PDIP terhadap wakil gubernur sangat menguntungkan petahana,dimana asumsi itu nanti akan kita urai dibawah ini

Bahwa pemilihan gubernur lain dengan pemilihan bupati dimana uang bisa beredar dari pintu ke pintu dan hal ini sangat dominan mempengaruhi pemilih di jawa tengah namun hal itu juga bisa terjadi mengingat ada salah satu kandidat yang konon disokong dana yang power full dan koalisi beberapa partai yg total kalau dijumlah memiliki jumlah kursi terbesar,namun apakah bisa betul2 terdistribusikan uang itu kepada pemilih ini yang lalu menjadi pertanyaan,mengingat luas wilayah yg terdiri 35 kabupaten/kota yang sebaran wilayah,kondisi sosial&ekonomi serta karakteristik yg juga berbeda,kemudian jumlah pemilih yang sedemikian banyaknya,hal itu juga dipengaruhi sedikitnya jumlah pasangan calon

Disini pertama2 kita soroti potensi masing2 calon terlebih dahulu,lalu kemudian mesin partai pengusung dan kemudian tim relawan dari masing2 kandidat tanpa meninggalkan analisa kekuatan wakil gubernur yang tersingkir dari panasnya persaingan itu,dikarenakan hanya Rustriningsihlah yang jauh2 hari sudah mempunyai tim relawan di 35 kabupaten kota yang mesinnya sudah sedemikian panasnya tinggal tancap gas karena sudah berbulan2 dipanaskan,juga analisa kekuatan dari sosok rustriningsih itu sendiri

Analisa kita mulai dari potensi calon terlebih dahulu

· Bibit waluyo-Sudijono,walaupun seperti kita ketahui bersama bahwa partai pengusung utama(Demokrat,Golkar dan PAN) dalam kondisi sedikit terseok namun penguatan ada pada diri Bibit waluyo dikarenakan sebagai petahana walaupun disebagaian tingkat masyarakat kurang mendapat simpati namun di pedesaan jawa tengah sangat dikenal sebagai gubernur dan tingkat pemahaman apa dan bagaimana sisi negatif bibit waluyo tidak terkomunikasikan sehingga masih memiliki tingkat keterpilihan yang tinggi disamping karena berada dalam sistim birokrasi dapat dipastikan akan juga memainkan sistim birokrasi juga keluarga TNI yang tentunya akan sangat loyal kepada beliau karena hanya dialah satu2nya kandidat dari keluarga TNI yang bertarung menuju jawatengah 1,hanya saja pengaruh kekuatan pasangan beliau ini tidak terlalu kuat dimasyarakat namun bisa saja karena beliau adalah rektor unes dimana unes adalah lembaga pendidikan calon2 pendidik dan setelah lulus menjadi guru bisa terjadi mobilisasi di sektor ini,sebagai petahanapun sangat diuntungkan dengan pencitraan karena baliho aktualisasinya telah ada dimana2 lewat program2 satuan kerja propinsi jawatengah dan pemberitaan di media tentang tugas2 gubernur

· Hadi Prabowo-Don Murdono,pasangan ini diusung koalisi enam partai politik yang ada beberapa partai dalam kondisi siap tempur dan lumayan mendapat simpati secara nasional dan tradisional jawa tengah sehingga akan mampu menarik pemilih yang pragmatis,disamping kekuatan pendanaan juga karena Hadi prabowo adalah sekda jawa tengah bukan tidak mungkin juga akan menggunakan kekuatan birokrasi bersaing dan berebut pengaruh dengan Bibit waluyo namun dalam hal ini Hadi selangkah lebih dalam posisi apabila bersaing menggunakan mesin birokrat dengan Bibit waluyo,disamping penguatan bahwa Hadi banyak menaungi berbagai organisasi mulai dari hoby,otomotif,profesional dan kemasyarakatan dimana telah dimobilisasi untuk menjadi relawan,juga tidak dapat dilupakan bahwa wakilnya Don murdono adalah orang lama daan ikut membidani lahirnya PDI Perjuangan dijawa tengah sehingga walaupun tidak sekuat Rustriningsih tentu akan juga dapat memecah suara loyalis PDI Perjuangan

· Ganjar Pranowo-Heru sudjatmoko diusung oleh hanya PDI Perjuangan  walaupun PDI Perjuangan dikatakan memiliki basis pendukung yang sangat loyal di jawa tengah namun pada kenyataan dari data yang ada trendnya sangat menurun sehingga dari 1999-2009 PDI Perjuangan di propinsi jawa tengah telah kehilangan kursi 1 fraksi sendiri,kelebihan dari pasangan ini hanyalah terletak pada kecerdasan Ganjar sebagai tokoh muda namun itu hanya bergulir dikalangan akademik,basis2 GMNI dan keluarga besar nasionalis tidak terlalu signifikan dalam meningkatkan elakbilitas,juga karena pasangan ini tidak berada dalam lingkungan birokrasi prop Jawa tengah walaupun Heru adalah seorang Bupati,ditambah pasangan ini sama2 berasal dari jawa tengah barat daya tentunya akan sangat sulit menjaring di daerah pantura,sehingga pasangan ini jika bertempur adalah pasangan yang harus paling berdarah darah disetiap bagian jawa tengah terutama membikin pencitraan di daerah pantura sebab faktor kedaerahan masih juga kental di jawa tengah,sebab banyak sekali sisi lemah pasangan ini yg harus diberi penguatan,antara lain kesiapan mesin partai itu sendiri dimana PDI Perjuangan jawa tengah saya katakan dalam kondisi belum panas,kesiapan relawan karena ada beberapa wilayah masyarakat yang jelas sulit dimasuki oleh partai politik,juga karena kekurang mengakarnya pasangan tersebut di tubuh PDI Perjuangan sehingga haruslah membikin pencitraan dalam internal dan eksternal partai itu sendiri,tapi saya percaya bahwa pasangan ini memiliki kecerdasan luar biasa dalam pengelolaan bangunan tim suksesnnya,jangan merasa bahwa suara PDI Perjuangan masih solid dan loyal itu kunci kemenangan pasangan ini

Itulah gambaran kasar masing2 kandidat beserta kekuatanya namun permainan catur ini akan lain takkala pasangan caalon gubernur dari PDI Perjuangan itu jatuh pada Rustriningsih sebab saat ini di jawa tengah sebagai perekat kader2 pro mega yang berdarah darah ditahun 1998 hanya beliau seorang dimana kader2 PDI Perjuangan pada era tersebut loyalitas kualitas dan dedikasinya sebagai orang lapangan sangat tidak diragukan,akan terjadi nostalgia politik,akan terjadi kekuatan gotong royong karena beliau satu2nya kader PDI Perjuangan yang membumi di jawa tengah saat ini setelah Jokowi menjadi Gubernur DKI,semua kader PDI Perjuangan lintas generasi akan all out tanpa diperintah memenangkan dan INILAH SEBENARNYA ROH DAN KEKUATAN PARTAI BAHWA PEMENANGAN BUKAN PAKSAAN DAN ANCAMAN TAPI BANGKITNYA DARI HATI,RASA ,PENGORBANAN DAN KESETIAKAWANAN BERSAMA DALAM PERTARUNGAN SEHINGGA TERAKUMULASI MENJADI SEBUAH SEMANGAT YANG SANGAT BESAR,disamping sebagai simbol perekat lintas generasi PDI Perjuangan Rustri juga telah mempunyai relawan di 35 kabupaten kota dimana didalamnya dipastikan terdapat kader PDI Perjuangan era 1998 yang bangkit dan termotivasi kembali semangatnya sehingga secara personal ataupun terorganisir telah membentuk tim2 relawan sendiri2 disamping rekam jejak Rustri di jawa tengah sangat baik dan satu2nya lawan tangguh melawan kedua raksasa pasangan calon diatas,lalu pasangan ideal bagi PDI Perjuanga adalah seharusnya Rustri-Ganjar walaupun sama2 dari barat daya Jateng namun Rustri ternyata juga sudah membumi di daerah Pantura Jawa tengah

sumber:politik.kompasiana.com/2013/03/16/analisis-pilgub-jawa-tengah-yang-tengah-terpetakan-sebelum-pertarungan-dimulai-537438.html

ANALISA PILGUB NTB 2013(2)

Pilgub NTB akan dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2013. NTB yang terdiri dari 10 Kabupaten/Kota memiliki Daftar Penduduk Pontensial Pemilih Pemilu (DP4) berjumlah 3.917.954. Sedangkan yang sudah terdaftar pada Daftar Pemiih Sementara (DPS) sebanyak 3.452.628. KPU NTB sudah menyiapkan 8.924 TPS untuk Pilgub NTB.
Pada pilgub NTB 2013, ada lima bakal calon yang mendaftarkan diri. Salah satu bakal calon yang mendaftar melalui jalur independen, Lalu Ranggalawe dan Ahmad Mukhlis (LARIS). Sedangkan 4 pasangan lainnya didukung oleh partai politik.
Pada tanggal 25 Maret 2013, KPU menetapkan 4 pasangan cagub/cawagub untuk pilgub NTB. Pasangan LARIS tidak diloloskan karena tidak memenuhi syarat.  Jadi yang bertarung dalam pilgub adalah:
·         TGH. M. Zainul Majdi dan Muhammad Amin (TGB-Amin) yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, PKB, PAN, PDI Perjuangan, dan Partai Gerindra.
·         Harun Al Rasyid dan TGH. L. Muhyi Abidin (Harum) yang diusung oleh Partai Hanura, PNBK Indonesia, PPDI, Partai Buruh, PNIM, PDP, PSI, PPNUI, PPN, PPI, PKP, partai Patriot, Partai Merdeka, PMB, PIS, Partra Barnas, Partai kedaulatan dan PKPI.
·         DR. K.H. Zulkifli Muhadli dan Prof. DR. H. Muhammad Ichasn (Zul-Ichsan) diusung oleh Partai Bulan Bintang, PKNU, PKPB dan PPPI
·         H. Suryadi Jaya Purnama dan Johan Rosihin (SJP-Jo) diusung oleh PKS, PBR dan PPRN.
Empat pasangan calon ini akan memperebut kursi NTB-1 dan NTB-2. Sang incumbent, Tuan Guru Bajang (TGB) akan siap bertarung dengan kandidat lainnya.
Analisa Faktor Menuju Kemenangan Cagub/Cawagub
Secara teoritis terdapat beberapa faktor yang diasumsikan dapat berpengaruh terhadap suara yang akan diperoleh oleh kepala daerah. Faktor-faktor itu adalah sebagai berikut:
1.    Pengaruh Figur Cagub dan Cawagub
Banyak survey membutikan bahwa pemilih di Indonesia lebih memperhatikan figur dari pada visi, misi serta partainya. Partai seolah-olah hanya menjadi jembatan oleh cagub/cawagub untuk bisa menjadi calon/kandidat. Partai kurang bisa memberikan dampak yang besar kepada cagub/cawagub, karena saat ini masyarakat sudah tidak terlalu percaya kepada partai. Apa pun partainya kalau calonnya atau figurnya oke maka akan dipilih oleh rakyat.
Dari figur kandidat paling tidak ada dua hal yang menjadi daya tarik pemilih, yaitu performance (penampilan) calon dan track record (rekam jejak) calon. Performance ini lebih mengarah kepada bagaimana cagub/cawagub mencitrakan diri kepada masyarakat. Masyarakat akan lebih memilih calon pemimpinnya memiliki kredibelitas, kapabalitas dan integritas. Ketampanan dan attitude juga masuk dalam performance. Sedangkan track record/rekam jejak calon memiliki pengaruh yang sangat besar. Masa lalu atau pengalaman kerja dari calon akan berpengaruh utuk diterima oleh masyarakat.
Melihat cagub/cawagub NTB tahun 2013, maka bisa dilihat berbagai figur yang memiliki peformence dan track record yang mumpuni. Calon incumbent, TGB, merupakan kandidat yang bisa dikatagorikan lebih dari calon lainnya. Bagaimana tidak sang incumbent mempunyai latar belakang keluarga yang bisa dikatakan sudah sangat berjasa bagi NTB, khususnya di Lombok. Bapak dari TGB merupakan pendiri dari NW, yang merupakan organisasi besar di Pulau Seribu Masjid. Hal ini akan sangat membantu untuk menarik suara masyarakat untuk memilihnya.
Selain incumbent, bisa dilihat mantan Gubernur NTB, Harun Al Rasyid juga menjadi calon. Harun merupakan tokoh yang memiliki pengalaman yang sangat banyak dalam dunia pemerintahan, baik di ekskutif maupun legislative. Saat ini Harun sebagai anggota DPR RI. Selain itu juga bisa dilihat bagaimana Bupati Sumbawa Barat, Kyai Zul, menjadi calon. Dan yang tidak kalah lagi adalah mantan aktifis yang memiliki semangat yang luar biasa, SJP.
Ke empat pasangan calon gubernur tersebut memiliki pendamping/cawagub yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda, ada yang politisi dan akademisi. Hal ini akan menambah magnet suara terhadap pasangan tersebut.
Dalam hal figur, Penulis menaruh pasangan TGB-Amin di atas calon lainnya. TGB, penulis rasa sebagai seorang figur yang sangat dikenal oleh masyarakat NTB.
2.    Isu Politik dari Pasangan Cagub/Cawagub
Dalam pemilihan gubernur langsung, dimana masyarakat memiliki peran yang sangat penting harus bisa dipengaruhi oleh cagub/cawagub. Isu-isu politik yang akan diangkat oleh cagub/cawagub akan memberikan dampak yang sangat besar dalam maraih suara rakyat. Isu politik yang sering dipakai oleh calon adalah mengenai agama, suku, daerah dan partai.
Kalau kita melihat cagub/cawagub NTB tahun 2013 mungkin bisa dikatakan dari segi agama homogen. Cagub/cawagub NTB semuanya beragama Islam. Tetapi kalau dilihat dari suku, maka semua suku di NTB terwakili. Harun berasal dari suku Mbojo, Kyai zul dari suku Samawa dan dua pasangan lainnya, TGB dan SJP berasal dari suku sasak. Isu politik yang akan diangkat oleh masing-masing kandidat juga tidak terlepas dari pengaruh partainya.
Dari ke empat pasangan cagub/cawagub NTB harus bisa memberikan isu politik yang kira-kira sangat berpengaruh besar dan dibutuhkan oleh masyarakat NTB. Sampai saat ini, penulis melihat bahwa isu yang diambil oleh cagub/cawagub belum ada yang bisa dikatakan frontal dan memiliki pengaruh yang besar bagi pemilih.
3.    Platform dari Cagub/Cawagub
Platform yang dimaksud dalam hal ini adalah mengenai bagaimana Cagub/Cawagub mengenai visi dan misi yang ditawarkan selama kampanye. Meskipun masyarakat saat ini sudah tidak terlalu tergiur dengan janji-janji melalui kampanye, tetapi paling tidak akn bisa membantu. Kampanye akan bermakna ketika cagub/cawagub menawarkan program yang berkaitan langsung dengan situasi dan kondisi masyarakat saat ini.
Dari ke empat pasangan Cagub/Cawagub NTB belum memberikan suatu visi dan misi yang jelas. Tetapi ada beberapa calon sudah menawarkan visinya. Ada yang melalui iming-iming pendidikan dan kesehatan gratis. Masyarakat NTB masih menunggu visi yang akan ditawarkan oleh cagub/cawagub.
Dari ketiga faktor tersebut, cagub/cawagub NTB 2013 masih memiliki peluang yang terbuka untuk memenangkan kursi NTB-1 dan NTB-2. Tetapi, penulis melihat pasangan TGB-Amin memiliki peluang yang lebih besar dari pada calon lainnya. Ini disebabkan oleh sang incumbent adalah figur yang masih dinilai oleh masyarakat memiliki kapabalitas dan integritas untuk membangun NTB.
Suara TGB Pada Pilgub NTB 2008 untuk Pilgub 2013?
Pada pemilihan gubernur NTB 2008 diikuti juga oleh empat pasangan cagub/cawagub. Pasangan BARU (TGB-Munir) memenangkan pilkada NTB. Pada tahun 2008 dari 9 kabupaten/kota (KLU masih LOBAR), TGB hanya mampu meraih suara terbanyak di 5 Kabupaten/Kota, yaitu Lombok Timur, KSB, Sumbawa, Kota Bima dan Kabupaten Bima. Tetapi kalau melihat peta politik saat ini, maka TGB akan sulit mempertahankan daerah atau basis kemenangannya pada pilgub 2008 itu. Ini disebabkan oleh ada cagub/cawagub dari daerah tersebut.
Misalnya, di Kabupaten Sumbawa Barat akan sulit untuk TGB mmepertahankannya, karena Bupati KSB juga ikut sebagai cagub. Di wilayah Bima juga bisa dikatakan sulit kerena Harun berasal dari Kota Bima dan sukunya Mbojo. Dan kalau kita melihat daerah atau kabupaten kelahirannya, Lombok Timur, maka disini juga bisa dikatakan sulit bagi TGB, karena cagub dari Lotim ada 2 (TGB dan SJP) dan Cawagub ada 2 (Ichsan, Muhyi). Otomatis masyarakat Lotim akan terbagi ke empat pasangan calon yang ada. Kalau di Kabupaten Sumbawa mungkin akan masih TGB unggul karena Cawagub, Amin, berasal dari daerah ini.
Tetapi kalau melihat Kabupaten lainnya, baik Lombok Barat, Lombok Tengah, Kota Mataram, KLU dan Dompu maka suara untuk masing-masing calon masih sama kuat. Khususnya untuk pasangan TGB-Amin mungkin akan meraih kemenangan di Lombok Barat, karena Bupati Lombok Barat, Zaini Aroni, selaku ketua DPP Golkar memiliki pengaruh yang sangat besar di kabupaten ini.
Dari ke empat pasangan cagub/cawagub, penulis masih menjagokan pasangan TGB-Amin untuk merebut kursi NTB-1 dan NTB-2. Ini disebabkan oleh faktor figur yang dimiliki oleh TGB. TGB sebagai putra dari pendiri NW adalah tokoh muda yang memiliki kapabalitas, baik dari knowledge, skill dan attitude. Track record dari TGB selama memimpin juga akan menjadi pertimbangan bagi pemilih. NTB selama kepemimpinan TGB bisa lebih baik dari sebelumnya dan banyak prestasi yang diraih. Hal ini akan menjadi magnet bagi masyarakat untuk memilihnya. Penulis juga memprediksikan, pilgub NTB akan berlangsung satu putaran.

sumber:dedetzelth.blogspot.com/2013/03/analisa-pilgub-ntb-2013.html

Analisa: Pilgub Jateng 2013(bag-3 habis)

INFOANALISA-Berikut adalah analisa penulis, mengenai urutan pemenang pilkada jateng 2013,dalam hal ini figur incumbent masih berada diatas kertas:

1. Bibit-Sudjiono
2. Hadi prabowo-Don Murdono
3. Ganjar pranowo-Sudjatmiko

Ini adalah kekalahan telak bagi PDIP,karena jateng terkenal dengan basis PDIP -nya, bahkab setelah kadernya kalah di pilgub JABAR dan SUMUT.
PDIP harus mematangkan kembali starteginya untuk bisa memenangkan kadernya di Pilgub yang lain.

(selesai)

Analisa: Pilgub Jateng 2013(bag-1)

INFOANALISA-Berikut analisa sosok dan peta kekuatan peserta pilkada Jateng 2013 yang dihimpun dari http://chirpstory.com,
1.Pagi ini kita membedah satu persatu pasangan cagub-cawagub Jateng.
2. Ada 3 pasang calon yang maju dalam Pilkada Jateng kali ini, memang sangat disayangkan Rustri tak jadi maju, padahal peluang menang besar
3.Pasangan yg mendaftar pertama adalah Bibit Waluyo dan Sudijono Sastroatmojo. BIbit adalah seorang Letjen (Purn), Sudijono Rektor Unnes
4.Jabatan terakhir Bibit di militer adalah Pangkostrad pd 2002, menang pilkada Jateng pada 2008 bersama Rustriningsih dgn suara 44%, telak
5.Bibit yg asli Klaten jg sempat jd Pangdam Diponegoro pada 1997, darisana kedekatan dgn tokoh2 Jateng terjalin.6.Pada pilkada 2008 Bibit-Rustri menang telak dgn 44%, padahal kala itu ada 5 pasang calon yg kuat2. Bibit kuat di jaringan sampai militer
7.Setidaknya sampai kecamatan, komando Bibit bisa terlaksana dgn presisi. Rustri kuat di kalangan bawah, PDIP pula, shg menang telak.
8.Bibit kurang cakap dalam membangun pola komunikasi, shg sering kali apa yg diucapkan tidak ditangkap dgn baik, itu knp panas dgn media
9.Cawagub Bibit adalah Sudijono Sastroatmojo, baru saja muncur dari Rektor Unnes untuk nyalon pilkada http://t.co/jDi9stIS8p
10.Bibit dekat skali dgn SBY, krn itu akhitnya maju dr Demokrat. Yg menjelaskan majunya Sudijono adalah Golkar. Selentingan dia kader golkar
11.Dikampusnya Sudijono cukup "otoriter", namun royal berbagi anggaran pada pihak2 yg tak kritis di kampus. BEM Unnes aja dpt 150jt
12.Diharapkan Sudijono mampu menghimpun jaringan alumni UNNES yg tersebar di seluruh Jateng. UNNES dulunya IKIP, suara para guru diamankan
13.Ini yg menjelaskan knapa ketua PGRI Sulistyo tak jd maju pada pilkada kali ini.
14.Calon pendaftar kedua adalah Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmiko. Jujur, ini kejutan, terutama Heru, tak ada yg menyangka.
15.Memang Ganjar sdh diisukan bakal maju, ada beberapa alasan kuat. Pertama, di DPP PDIP kubu intelektual anak muda sedang kuat2nya
16.Kubu intelektual muda di PDIP ini "dipimpin" Pramono Anung, mereka telah berhasil mengusung Jokowi, Rieke dan Efendi Simbolon.
17.Generasi tua spt Kiemas, Cahyo Kumolo ga cukup sreg dgn kubu Pramono. Makanya beberapa kali Kiemas cenderung berbeda pendapat dgn Mega
18.Alasan kedua adalah menyebrangnya Bibit ke Demokrat, ini jelas skali. Lalu yg ketiga adalah dipojokkannya Rustriningsih
19.Banyak versi yg menjelaskan knapa Rustri tak jd maju dlm pilkada kali ini. Gerindra dan PKS sdh "deal" untuk usung Rustri
20.Tp ada kabar Gerindra "mewajibkan" Rustri nyebrang ke partainya untuk jd Cagub, spt Ahok di DKI, Gerindra butuh tokoh
21.Gagal pula skenario PKS memajukan ust.Fikri Faqih sbg cawagub Rustriningsih. Kondisi ini berjalan hanya sekitar 4 jam, semua bingung
22.Juga beredar kabar Rustriningsih ini sengaja disingkirkan oleh DPP PDIP. banyak faktor, krn faktanya Rustri bs diterima smua kalangan
23.Popularitasnya bs menggeser orang2 pusat. Ada jg yg tidak suka bila muncul pasangan "Jokowi-Rustri" di pemilu presiden 2014. Jelas...!!!
24.Ya Mbak Puan bener2 bisa tergeser oleh figur wanita juga, krn di Jateng Puan kalah jauh dibanding Rustri di kalangan bawah.
25.Memang akhirnya Rustri tetap menghormati keputusan DPP PDIP, yg scara tersirat "menunda karir politik Rustri"
26.Kembali pd Ganjar, dia terpilih sbg anggota DPR RI di dapil 7, wilayah kebumen Purbalingga Banjarnegara. Padahal Heru bupati Purbalingga
27. Artinya scara hitungan strategi massa, ga cocok krn pada locus yg sama. Ganjar pun tak terlalu populer di Jateng
27.Artinya PDIP harus berjuang keras menggerakkan mesin partai, krn disaat yg sama adik Murdoko maju sebagai cawagub nya Hadi Prabowo
28.Masuk ke Hadi Prabowo dan Don Murdono. Hadi Prabowo saat ini Sekda Jateng dan Don Murdono Bupati Sumedang. PKS PPP PKB Gerindra Hanura
29.Ini adalah pasangan terakhir yg mendaftar, krn proses berliku dan faktor gagalnya Rustri untuk maju dr PKS dan Gerindra
30.Pun dgn Hadi Prabowo, dari awal dia sudah declare bahwa hanya mau maju via PDIP. Bansos dan bantuan untuk PDIP entah sdh berapa
31.Namun Hadi lupa kondisi DPP PDIP sejak kemenangan Jokowi di DKI. Dan benar saja akhirnya PDIP memajukan ganjar, itu sdh sejak Jumat
32.Dan strategi PDIP berhasil, agar Rustri tak membangun komunikasi yg lama dgn parpol lain. Membuat Rustri dan Hadi benar2 galau
33.Hadi Prabowo ini adalah Sekda Jateng. Selain itu dia adalah ketua alumni UNDIP se-Jateng. Jd akan ada perang alumni UNDIP vs alumni UNNES
34.Jaringan Hadi Prabowo (HP) dijateng tak diragukan lagi. Silahkan touring di Jateng, daerah mana yg tak ada baliho dan spanduk dukungan HP
35.Kyai NU jg disinyalir total ke HP, bs dilihat dr PKB, PP dan PKNU. ini krn bansos untuk ponpes NU di Jateng tak kunjung cair oleh Bibit
36.Jaringan birokrasi, alumni UNDIP, belum lagi massa yg loyal dr PKS akan sangat menguatkan HP. Ditambah orang2 tinggalan Murdoko
37.Ya murdoko adalah mantan ketua DPD PDIP Jateng dan ketua DPRD Jateng yg dicokok KPK. Adiknya Don Murdono skarang maju sbg cawagub HP
38.Entah apa yg melatarbelakangi nekadnya Don Murdono. Yg pasti orang2 dan jaringan Murdoko ikut gerbong HP Don.
39.Novita ketua KNPI Jateng yg juga ketua komisi C DPRD Jateng dan orang kepercayaan Murdoko, resmi nyebrang ke Gerindra, dan dukung HP
40.Jd Pilkada Jateng ini adalah pilkada saling terkam antar "kaum abangan", sebut saja perang bubat. Bisa jd pintu berakhirnya hegemoni PDIP
41.Dan Jateng itu adalah Jantung Indonesia. Siapa berjaya di Jateng, insyaallah dia akan menang di pentas nasional

Analisa :PIlgub NTB 2013(3-habis)


INFOANALISA-Inilah empat pasang cagub/cawagub yang ditetapkan KPU NTB:
1. Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi – Muhammad Amin ( TGB-Amin)
2. Haji Suryadi Jaya Purnama – Johan Rosihan (SJP-Johan), diusung PKS, PPRN dan PBR.
3. Harun Al Rsyid – Lalu Muhyi Abidin (Harum)
4. KH Zulkifli Muhadli – Prof DR H Muhammad Ichsan (Zul-Ichsan)

Melihat kemungkinan kemenangan beberapa calon diatas,penulis menganalisa bahwa kemenangan pada pilgub tanggal 13 Mei 2013 nanti akan masih didominasi oleh incumbent. Disamping sudah populer dikalangan rakyatnya dan pernah memimpin NTB,figur tersebut memiliki perbagai keunggulan yang tidak dimiliki oleh figur lain.
Berikut adalah analisa urutan pemenang PILKADA NTB 2013

1.Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi – Muhammad Amin ( TGB-Amin)---(PEMENANG-incumbent)
2.Haji Suryadi Jaya Purnama – Johan Rosihan (SJP-Johan), diusung PKS, PPRN dan PBR.
3.KH Zulkifli Muhadli – Prof DR H Muhammad Ichsan (Zul-Ichsan)
4.Harun Al Rsyid – Lalu Muhyi Abidin (Harum)

(selesai)

Analisa:Pilgub NTB 2013(1)


INFOANALISA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) tanggal 13 Mei 2013 mendatang. 
Ketua KPU NTB, Fauzan Khalid menyebutkan, penetapan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubenur NTB itu disyahkan melalui Rapat Pleno terbuka, Rabu (27/3/2013).
Seperti dilansir Kantor Berita Nasional RRI, dari hasil pengundian nomor urut KPU NTB telah menetapkan 4 pasang cagub/cawagub. Inilah empat pasang cagub/cawagub yang ditetapkan KPU NTB:
1. Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi – Muhammad Amin ( TGB-Amin)
2. Haji Suryadi Jaya Purnama – Johan Rosihan (SJP-Johan), diusung PKS, PPRN dan PBR.
3. Harun Al Rsyid – Lalu Muhyi Abidin (Harum)
4. KH Zulkifli Muhadli – Prof DR H Muhammad Ichsan (Zul-Ichsan)
Disebutkan, Fauzan Khalid, penetapan nomor urut tersebut menjadi dasar Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mencetak surat suara, daftar calon dan jadwal kampanye.
"Nomor urut yang telah ditetapkan dapat digunakan oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2013 untuk disosialisasikan oleh Tim Kampanye, sesuai dengan ketentuan perundangan," imbuhnya.

Ada 12 partai peserta pemilu 2014


JAKARTA. Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi memasukkan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) sebagai partai terakhir peserta pemilihan umum (Pemilu) 2014. Menurut Ketua KPU Husni Kamil Manik, PKPI mengantongi nomor urut 15 setelah diloloskannya 11 partai nasional dan 3 partai lokal Aceh.

Husni mengungkapkan, alasan diloloskannya PKPI tidak jauh berbeda dengan diloloskannya Partai Bulan Bintang (PBB) beberapa waktu lalu. Kedua partai tersebut lolos setelah memenangkan gugatan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN). Meski demikian, ia menegaskan tidak akan ada keistimewaan yang diberikan pada dua partai tersebut.

"Pengajuan daftar calon anggota legislatif itu tanggal 9-22 April jika ingin memenuhi pencalonan pada masa itulah mereka harus memasukkan," kata Husni saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/3).

Menurutnya, tahapan pemilu sudah ditetapkan dan hal tersebut berlaku untuk semua partai politik tanpa terkecuali. Husni beralasan dengan mendaftarkan diri sebagai peserta pemilu berarti parpol tersebut telah siap dengan segala konsekuensinya.
Meski akhirnya keputusannya dianulir, tetapi KPU tetap berkeyakinan tak ada yang salah dari proses verifikasi faktual yang dilakukannya."Ini bukan soal kalah menang karena KPU tidak pernah melawan. Maka tidak pernah ada kekalahan bagi KPU," tandasnya.

Dengan demikian Pemilu 2014 akan diikuti 12 partai nasional dan 3 partai lokal Aceh. Adapun 12 partai nasional adalah Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PNA), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

sumber:http://nasional.kontan.co.id/news/ada-12-partai-jadi-peserta-pemilu-2014