Showing posts with label elektronika dan kelistrikan. Show all posts
Showing posts with label elektronika dan kelistrikan. Show all posts

Cara Merawat Busi Motor Agar Mesin Tidak Mudah Mati


Cara Merawat Busi Motor Cara Merawat Busi Motor Agar Mesin Tidak Mudah Mati
Pada artikel kali ini kami ingin berbagi cara merawat busi motor agar tahan lama dan tidak merepotkan anda ketika sedang melakukan perjalanan. Busi memiliki peranan yang penting dari sebuah mesin motor. Busi berfungsi untuk menghasilkan energy percikan api yang kemudian membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder.
Busi memang mempunyai bentuk yang kecil sehingga terkadang sering dilupakan dari perhatian pemilik motor. Padahal komponen ini juga membutuhkan perhatian dan perawatan rutin, sebab jika busi motor rusak, bisa berakibat motor kesayangan anda akan mogok atau tidak bisa hidup secara normal. Simak cara merawat busi dibawah ini.

Cara Merawat Busi Motor :

  1. Jika Anda memiliki motor keluaran terbaru, sebaiknya periksa kondisi busi ketika speedometer menunjukkan angka 1.000 km dan setiap 3.000 km setelah itu. Ganti busi setiap 6.000 km.
  2. Periksa kondisi businya. Jika busi kering dan berkerak abu-abu, itu tandanya pembakaran mesin motor anda masih berjalan baik. Namun, jika busi terlihat basah danvkeraknya berwarna hitam, artinya pembakaran di dalam motor kurang sempurna.
  3. Bila busi tidak pernah dibersihkan, maka elektroda yang ada di dalamnya aus sedikit demi sedikit dan akan terjadi endapan di sekitar busi yang bisa mengakibatkan gangguan pada system pembakaran. Pada umumnya celah elektroda berjarak 0.8 milimetersampai 1.2 milimeter.
  4. Bila elektroda pada busi bagian tengah benar-benar habis, maka sebaiknya diganti dan harus melakukan penyetelan ulang celah antara busi menggunakan alat ukur ketebalan
  5. Ganti busi motor Anda sesuai dengan spesifikasi mesin.
  6. Bila mesin motor Anda mulai susah untuk dihidupkan, kemungkinan penyebabnya adalah busi yang perlu dibersihkan.
Semoga informasi mengenai cara merawat busi motor diatas dapat berguna bagi anda.

Cara buat charger

 Memiliki sumber energi bertipe "chargeable" tentu sangat menguntungkan, karena benda ini adalah penyimpan   energi yang dapat diandalkan untuk menyuplai kebutuhan energi kita seperti saat listrik mati atau melakukan kegiatan outdoor. Tetapi jangan lupa untuk mengondisikan sumber energi tersebut, entah berupa baterai atau accu, selalu dalam keadaan "ready to use". Pada beberapa tipe seperti baterai handphone atau camera biasanya sudah dilengkapi charger, tetapi untuk baterai kering atau accu tidak. Memang itu diperuntukkan untuk alat-alat yang charger sudah "built in" di dalam alat tersebut seperti "emergency lamp" atau bahkan motor dan mobil.
   Tetapi charger yang ada kadang tidak memberikan suplai energi yang tepat dan aman, "emergency lamp" misalnya, menggunakan "transformerless power supply" yang hanya menggunakan rangkaian 'apa adanya' untuk menurunkan tegangan AC 220 V, menyearahkannya, lalu menyuplai baterai kering 6V begitu saja. Tidak heran lampu-lampu emergensi begitu mudah menurun kemampuannya dan berakhir sebagai rongsokan. Hal ini karena "maintenance" baterai yang kurang tepat.
   Di artikel ini akan ditunjukkan bagaimana sebuah charger bekerja dan anda dapat memutuskan cara yang tepat dan bijak untuk mengisi ulang sumber energi anda.
   Berkurangnya energi suatu baterai / accu ditandai dengan menurunnya tegangan yang dapat diberikan olehnya. Baterai kering 6 V misalnya, saat 'habis' menunjukkan tegangan di bawah 6 V dan saat 'penuh' menunjukkan tegangan sekitar 6,45 V. Untuk mengisi ulang baterai tersebut kita memerlukan tegangan yang lebih tinggi daripada itu, misalnya 6,8 - 7,2 V , dengan demikian akan ada arus yang mengalir untuk meningkatkan jumlah muatan di dalam baterai tersebut.
   Penggunaan trafo untuk mengisi ulang adalah cara yang paling tepat, sebuah trafo dapat menyediakan beberapa level tegangan seperti 3V , 4.5V , 6V , 7.5V , 9V , 12 V , dan seterusnya. Hal ini menguntungkan dalam hal membuat sebuah charger multi-tegangan sehingga dapat men-charge berbagai macam baterai /accu dengan hanya menambahkan sebuah selektor tegangan.
  • Jadi apakah sebarang adaptor dapat digunakan ? Yup ! Tapi kan lebih oke bikin sendiri (lebih mantap gitu..). Tinggal menambahkan amperemeter "built up by ourselves"
  • Bagaimana dengan tegangan yang digunakan, sama dengan tegangan baterai atau lebih tinggi ? ini terserah anda ajah, mau pilih "fast" atau "slow" , dengan tegangan yang lebih tinggi tentu arus yang mengalir makin besar dan baterai makin cepat penuh. Efek negatifnya, arus besar dapat mengurangi umur suatu baterai karena bila elektrode-elektrode di dalamnya teraliri arus besar akan menaikkan suhu baterai bahkan elektrode-elektrode tersebut dapat melengkung , retak , dan hancur.     Sebenarnya pilih ajah tegangan yang sama, karena tegangan yang dihasilkan trafo sebenarnya masih merupakan tegangan AC. Saat tegangan tersebut disearahkan oleh diode dan di-filter oleh kapasitor maka tegangan yang kita peroleh sekitar 1,4 kali lebih besar. Jadi bila kita memilih tegangan 6 V kita akan memperoleh tegangan output 8,4 V dalam keadaan tanpa beban, saat digunakan tegangan ini akan turun menjadi 7 - 7,2 Volt, masih sangat cukup untuk men-charge baterai kering 6 V.
  • Bagaimana saat kita men-charge dan baterai menjadi panas ? Itu berarti arus charging yang terlalu besar, kalau cuman hangat (kurang lebih sama dengan suhu nafas kita) tidak masalah (masih tergolng normal). Tapi kalo "hot" banget baru masalah. Bukan cuman saat men-charge ajah, saat baterai digunakan pun, kalau arus yang dkeluarkan "over" juga akan timbul panas. Masalah ini biasanya terjadi pada handphone, saat di-charge daerah baterai terasa panas demikian juga saat dipakai menelpon. Solusinya ya pasrah ajah, uda bawaannya gitu... Atau carilah charger kompatibel yang banyak dijual dipasaran, biasanya charger-charger dengan harga miring ini didesain dengan rangkaian yang arus/tegangan output-nya lebih rendah daripada charger original, misalnya bila charger asli spesifikasinya 5,1 V 800 mA , maka charger kompatibelnya 5 V , 450 mA. Lebih aman, hanya lebih lama juga men-charge-nya. Yang paling oke menurut saya, ya kita harus punya baterai cadangan dan membeli charger kompatibel yag tipenya desktop atau sering disebut universal charger karena bisa men-charge sebarang baterai handphone dengan syarat baterai tersebut dilepaskan dari gadget-nya, makanya kita harus mempunyai dua baterai, jadi saat satu di-charge satunya bisa dipakai.
   Oke, mari kita buat :
~ Skema rangkaian untuk trafo CT maupun non-CT seperti ini :
~ Komponen yang diperlukan sebagai berikut :

        • Sebuah voltmeter (perlu dimodifikasi dulu) atau VU display (langsung pake)
        • Kapasitor 4700 uF 25 V
        • Trafo (sesuaikan kebutuhan)
        • Diode (4 biji untuk trafo non-CT , 2 biji untuk trafo CT)
        • Resistor 0,1 ohm 5 Watt
~ Langkah pertama, buat amperemeternya dulu :
  • Jika yang anda miliki adalah voltmeter, bukalah cover voltmeter seperti ini :
  • Potong kaki resistor dan diode lalu hubungkan seperi ini :
  • Voltmeter telah sama dengan sebuah VU display, selanjutnya beri resistor 0,1 ohm secara paralel seperti ini :


~ Rangkailah semua komponen sesuai skema di atas, selesai ....

Percobaan :
    • Saat accu telah terpakai (tidak full lagi pokoknya)
    • Beberapa saat setelah itu ....
    • Menurunnya arus yang nampak pada amperemeter menunjukkan pengisian berhasil dan accu akan segera terisi penuh bila jarum telah mendekati angka nol
Selamat mencoba .... !

Cara Memperbaiki Aki Kering

Jgn buang aki kering anda!! Secara umum, aki kering bebas perawatan akan bertahan 1-1,5 tahun Nah ada beberapa kondisi yg menyebabkan aki kering cepat rusak : Pada emergency lamp, aki benar-benar habis tapi tidak segera di-charge lagi dalam waktu yg lama Disarankan pada emergency lamp tipe switching(ketika lampu mati otomatis nyala), tancapkan terus ke power agar aki kering tidak rusak. Prinsipnya sama seperti baterai HP, ketika kondisi baterai mendekati 10 % segera lakukan charge, Jgn sampai baterai habis sampai 0%
Langsung Saja Cara Memperbaiki : Aki kering mempunyai air juga didalamnya! Yups Jgn heran, aki kering ini didesain di-sealed/tertutup rapat sehingga mampu menekan tingkat penguapan air aki. Uap aki yang terbentuk akan mengalami kondensasi sehingga dan kembali menjadi air murni yang menjaga level air aki selalu pada kondisi ideal. Pada dasarnya antara beberapa jenis aki kering adalah sama-sama menggunakan konsep reaksi kimia yaitu cairan elektrolit. Elektrolit aki merupakan campuran antara air suling (H2O) dengan asam sulfat (SO4), komposisi campuran adalah 64 % H2O dan dan 36 % SO4. Dari campuran tersebut diperoleh elektrolit aki dengan berat jenis 1,270. Spoilerfor Daleman AKi Kering: Langkah Perbaikan :
1. Buka paksa tutup aki kering dgn obeng minus, hal ini karena oleh Pabrikan memang dilem ditutup rapat 2. Setelah terbuka, akan ada 3 lobang untuk aki 6 volt, dan 6 lobang untuk aki 12 volt
3. Setelah lubang dibuka, gunakan alat suntik untuk mengisi aki tersebut dengan air zuur Sisakan 1 cm di lubang tersebut, untuk menghindari air meluber ketika di-charge 
4. Sterk ulang/Charge ulang, kalau aki motor, pasang dan nyalakan motor agar aki tercharge. Untuk aki emergency lamp, tancapkan dan charge ulang di wadahnya(disarankan bawa ke setrum accu terdekat agar diperoleh hasil maksimal, biasanya aki 6v akan dipararel sama aki 6 volt lainnya).
5. Tutup kembali/sealed ulang aki dengan lilin/lem besi jgn sampai ada udara yg masuk cara kedua Berikut
 =============================================
Cara Memperbaiki Aki Kering :
Bahan baku : ACCUZUR
Suntikan ( yang biasa buat pakai refil tinta juga boleh, tapi di bersihkan dulu / di cuci sampai sisa tintanya hilang ) setiap aki kering punya 3 lubang yang ditutup dengan karet
 Caranya : Cabut Aki Kering yang ada di box, Buka tutup atas Aki, nanti ada 3 lubang dengan karet penutup, Isi aki kering dengan accuzur kira kira sampai pas 1 centi dari mulut lubang laki dengan suntikan yang sudah di persiapkan, Tutup ketiga lubang aki, pasang kembali di Box Pasang kabel dengan benar Menyalakan mesin motor minimal 15 menit untuk mengisi arus pada aki atau jika punya alat untuk mencharge aki juga boleh sampai indikator full menyala. Suntik accuzur tapi jangan terlalu penuh, setelah itu tutup kembali

Software Menghitung Nilai resistor

Dalam ilmu elektronika pasti terdapat komponen resistor. Resistor memiliki beberapa warna yang masing-masing nilai-nilai hitung. Karena untuk membangun suatu alat elektronika, pasti membutuhkan resistor dan menghitung secara tepat nilai resistor yang digunakan. Dengan menggunakan software Electronics Assistant akan memudahkan dalam tugas mengenali nilai warna resistor,besar resistan,kapasitas dan juga melakukan perhitungan power resistor.
klik :disini untuk download

Cara Kerja Mesin Pendingin dan AC

Kulkas atau mesin pendingin adalah suatu rangkaian pesawat yang mampu bekerja 
untuk menghasilkan temperature dingin atau suhu dingin. 
AC singkatan dari Air Conditioner. Fungsi AC sebagai penyejuk atau pendingin suhu udara dalam ruangan.

Proses kerja AC adalah penguapan. Untuk mendapatkan penguapan diperlukan gas 
(udara) yang mencapai temperature tertentu (panas). Setelah udara tersebut panas diubah agar kehilangan panas,
 sehingga terjadi penguapan. Disaat adanya penguapan, maka timbullah suhu  didalam temperatur rendah (dingin).

Pada mesin pendingin ada zat cair yang diuapkan sebagai bahan pendingin. 
Zat cair yang diuapkan tersebut dinamakan zat pendingin, istilah teknisnya 
refrigerant (bahan pendingin). Refrigerant diproses melalui penekanan-penekanan suhu, 
dipanaskan mencapai temperature tertentu 
dan kemudian diuapkan dan kemudian menjadi dingin.

Pada umunya zat bahan pendingin ini disebut gas Freon. Freon adalah nama perusahaan 
yang memproduksi gas pendingin, dan umumnya orang menggunakan produk ini 
sehingga untuk memudahkan diistilahkan gas Freon.

Gas Freon sendiri tidak berbahaya karena tidak bisa meledak walaupun mendapatkan 
tekanan tinggi dan pemanasan yang cukup. 
Tidak pula beracun, meskipun refrigerant bocor sehingga tidak membahayakan.

Mesin pendingin akan bekerja dengan baik jika memiliki bagian-bagian yang diantaranya :
1.Kompresor (pompa hisap-tekan)
2.Kondensor (pipa pengembun)
3.Evaporator (pipa-pipa penguap)
4.Pipa penghisap

Kompresor adalah suatu alat didalam mesin pendingin yang cara kerjanya 
dinamis atau bergerak. Cara kerjanya yaitu menghisap sekaligus memompa udara 
sehingga terjadilah sirkulasi (perputaran) udara yang mengalir dari pipa-pipa mesin pendingin.

Kondensor adalah suatu jaringan pipa yang berfungsi sebagai pengembun. 
Udara yang dipompakan dari kompresor aka mengalami penekanan sehingga mengalir ke 
pipa kondensor. Udara yang berada dalam pipa kondensor akan mengalami pengembunan dan menjadi zat cair akan mengalir menuju pipa evaporator.

Pipa Evaporator yaitu jaringan pipa yang berfungsi sebagai penguapan. Zat cair 
yang berasal dari pipa kondensor masuk ke evaporator lalu berubah wujud menjadi 
gas dingin karena mengalami penguapan. Selanjutnya udara tersebut mampu menyerap kondisi panas 
yang ada dalam ruangan mesin pendingin. Selanjutnya gas yang ada dalam evaporator akan mengalir menuju kompresor karena terkena tenaga hisapan.
 Demikianlah terus menerus sirkulasi udara dan perubahannya dalam rangkaian mesin pendingin.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah : 


Kerusakan-kerusakan pada Genset

Genset seringkali rewel dan bahkan mogok. Beberapa kerusakan yang mungkin terjadi pada genset dan solusi perbaikannya adalah sebagai berukut :
1. Mesin tidak dapat di-start :
Kemungkinan Penyebab KerusakanSolusi Perbaikan
Baterai lemah atau matiIsi atau ganti dengan baterai yang baru
Kawat listrik terlepas atau putusPerbaiki atau kokohkan sambungan-sambungannya
Motor stater rusakPerbaiki atau ganti
Tekanan udara di tangki terlalu rendahIsi dengan udra tekan

2. Mesin dapat di-start tetapi tiba-tiba mati

Kemungkinan Penyebab KerusakanSolusi Perbaikan
Air di dlam tangki bahan bakarBuang air dan udara dari dalam tangki dan pipa bahan bakar
Lubang vertilasi tangki bahan bakar tersumbatBersihkan
Saringan bahan bakar tersumbatBersihkan atau ganti dengan yang baru
Katup pompa pengisi bahan bakar kotor atau tersumbatBersihkann

3. Daya mesin hilang

Kemungkinan Penyebab KerusakanSolusi Perbaikan
Plunyer pompa sudah ausPeriksa dan setel dengan alat penguji pompa. Perbaiki atau ganti dengan yang baru
Kebocoran pada rumah katubPerbaiki atau ganti katub dan dudukannya
Pegas katub patahGanti dengan yang baru
Katub nozel kotor atau rusakBersihkan atau ganti nozel yang baru
Anda mungkin juga meminati:

Trik Cerdas Troubleshooting DVD/VCD Player

Beberapa trik dalam memperbaiki DVD/VCD Player pada beberapa kerusakan :
  1. Hidupkan perangkat atau DVD/VCD Player. Jika mati total, periksa catu daya apakah memberikan tegangan yang sesuai atau tidak. Jika tidak, ganti modul catu dayatersebut (harganya sekitar 60 ribu rupiah)
  2. Jika catu daya normal, periksa apakah perangkat tersebut dapat membaca disc atau tidak. Ini dapat dilihat dari putaran disc tersebut yang cepat. Jika putarannya ternyata cepat, cek kabel data DVD/VCD mungkin putus karena sering bergerak atau cekdriver motor pemutar disc tersebut.
  3. Jika sensor optik sudah tidak sensitif (sering gagal membaca disc/no disc). Gantisensor optik tersebut (harganya sekitar 120 ribu rupiah)
  4. Jika kabel tidak putus dan pemutar bagus, besar kemungkinan modul MPEG rusak. Anda dapat mengganti IC yang diduga rusak menggunakan solder uap atau menggantimodul MPEG tersebut yang harganya sekitar 150 ribu rupiah.
Mudah-mudahan setelah membaca artikel ini anda dapat mencoba sendiri memperbaikiDVD/VCD Player.
sumber:www.ilmuelektro.com

Software Gratis Untuk Belajar Elektro

Saya baru dapat software baru untuk para penggemar elektronika yang ingin belajar membuat skema rangkaian, yaitu software LiveWire.Mungkin menurut saya baru, tapi untuk agan-agan yang lebih mahir dan hebat software ini mungkin sudah basi. Tapi gak apa-apa, ini untuk membantu kawan-kawan yang baru menggeluti dunia elektronika.
 Software ini juga berlicensi  freeware alias gratis.  
Untuk yang hobi membuat skema rangkaian elektronika, software ini dapat dijadikan alternatif dalam membuat skema rangkaian. Kelebihan lain dari software LiveWire ini kita bisa melihat simulasi dan cara kerja dari rangkaian yang dibuat, serta dapat langsung di convert menjadi desain PCB.
Berikut Link Downloadnya :silakan disini

Cara Mengukur Komponen Dasar Elektronika

Untuk mengukur resistansi resistor :
  1. Tempelkan kedua pin multitester ke kedua kaki resistor. Sebaiknya dilakukan pada resistor yang belum di solder ke PCB.
  2. Lihat nilai yang ditunjukkan pada multitester. Jika multitester menunjukkan nilai yang sangat besar, kemungkinan resistor putus.
  • Mengukur kapasitor
Ada berbagai jenis kapasitor dalam piranti elektronika, yaitu kapasitor keramik,mylar, polyester, elektrolit, tantalum, dan MKM. Untuk mengukur kapasitor, lakukan hal berikut :
  1. Hubungkan pin + multitester ke anoda kapasitor dan pin - ke anoda kapasitor dengan skala pengukuran x10 ohm untuk kapasitor besar dan x kohm untuk kapasitor kecil.
  2. Tukar dengan cepat sambungan pin multitester tersebut, jika multitester menunjukkan nilai tertentu dan berubah secara perlahan (menurun), berarti kapasitor berada dalam keadaan bagus.
  • Mengukur Dioda
Untuk mengukur dioda, cukup menghubungkan kedua pin multitester dengan kaki dioda tersebut. Jika dibolak-balik menunjukkan nilai yang berbeda, berarti dioda dalam keadaan bagus.
  • Mengukur Transistor
Untuk mengukur transistor, cukup kita pahami konsep mengenai anoda dan katoda pada dioda. Jika yang diukur menunjukkan nilai perlawanan yang sangat besar, transistor tersebut dapat dianggap rusak. Jika transistor menunjukkan nilai yang sangat kecil kemungkinan transistor jebol.
Biasanya yang dijadikan sumber referensi adalah pin basis, hasil pengukuran antara pin basis-kolektor dan basis-emitor harus sama.
  • Mengukur transformator
Untuk mengecek transformator masih berfungsi dengan baik adalah dengan mengukur tegangan AC di keluaran trafo. Jika besarnya mendekati nilai yang tertulis dibadan trafo, berarti trafo masih bekerja dengan baik.

sumber:
www.ilmuelektro.com