Showing posts with label Misteri. Show all posts
Showing posts with label Misteri. Show all posts

Tips Memancing Ikan Yang Baik

Sebelum kita membahas teknik mancing ikan yang baik, pertama-tama harus mengetahui beberapa hal yang menurut saya sangat penting sekali
1. Jenis Ikan yang mau Dipancing
2. Jenis Air
3. Waktu Melakukan kegiatan Pemancingan
4. Umpan yang dipakai
5. Alat yang dipakai

Setelah kita mengetahui hal-hal tersebut diatas, baru kita akan mengetahui teknik mancing yang bagaimana yang akan kita pakai.

1. Jenis Ikan
Ada beberapa jenis ikan yang umumnya sering dijadikan obyek pemancingan; yang paling populer yaitu Ikan Mas, Ikan Mujair, Ikan Lele, Ikan Gurame, Ikan Nilem belakangan mulai populer juga Ikan bawal tawar dan Ikan Patin.

2. Jenis Air

Jenis Air ini biasanya sangat berkaitan erat dengan jenis umpan yang dipakai, apakah pakai umpan alam misalnya; cacing, Jangkrik, Udang, bekicot ataupun Ulat atau memakai Umpan olahan misalkan Pelet, Ubi, tepung beras atau banyak umpan yang udah jadi di toko-toko alat pancing,; misal Pa Ikin, Katulampa, Tombro dan sebagainya.

3. Waktu Melakukan Kegiatan pemancingan
Ini sangat berkaitan dengan Cuaca yang nantinya akan berkaitan juga dengan jenis Umpan yang dipakai, dalam melakukan kegiatan pemancingan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca teduh, selain kita akan nyaman melakukannya pada cuaca tersebut ikan pada umumnya lapar

4. Umpan Yang Dipakai
Jenis Umpan yang sering dipakai ada 2 jenis yaitu; umpan alam dan umpan buatan, khusus ikan mas pada umumnya lebih menyukai umpan buatan dalam hal ini pelet atau umpan putih dan kedua jenis umpan tersebut harus atau akan lebih bagus kalau ditambahkan telur semut ( kroto), sedangkan teknik pemancingan yang digunakan ada dua jenis yaitu Teknik Pemancingan Dasar tanpa pelampung atau Teknik Pemancingan Atas pakai pelampung, tergantung berapa lama ikan tersebut di tanam di kolam.

Untuk Pemancingan Dasar biasanya ikan yang dipancing adalah ikan yang sudah lama ditanam dikolam sedangkan teknik pemancingan Atas biasanya untuk ikan yang baru ditanam. Caranya :

a. Teknik Pemancingan dasar
Jenis Umpan Cenderung sedikait keras dan kail yang dipakai sedikit lebih banyak, biasanya 3 atau 4 mata kail dan memekai timah sebagai pemberat , maksudnya agar umpan tersebut tidak mudah habis. Teknik pemancingan ini biasanya dipakai pada pemancingan lomba yang terkenal dengan sebutan Galatama. Pada jenis pemancingan ini pada akhir lomba, biasanya ditentukan per berapa jam, sipemancing tidak membawa ikan tetapi membawa uang sebagai hadiah.

b. Teknik Pemancingan Atas
Teknik ini sering dipakai untuk memancing ikan yang baru ditanam,terutama ikan Mas, dimana pada teknik ini pada tali dekat mata kail dipasang pelampung sebagai tanda agar sipemancing mengetahui bahwa umpannya dimakan, biasanya pelampung tandanya timbul tenggelan, pada ujung tali tidak dipakaikan timah sebagai pemberat seperti pada pemancingan dasar, melainkan dibiarkan cenderung sedikit ngambang. Kenapa dibiarkan sedikit mengambang, karena ikan yang baru di tanam biasanya masih mencari-cari lokasi atau daerah yang ada di dasar kolam yang sesuai dengan feel mereka, dan ini biasanya cenderung mengikuti arah angin bertiup, sehingga dengan umpan yang dipasang sedikit mengambang maka umpan itu akan bergerak pula menurut rah angin dan tetunya itu sesuai dengan arah ikan juga.

Oke, pembaca yang budiman disini saya akan mencoba membagi ilmu yang saya dapat baik dari pengalamam saya sendiri maupun melihat dan bertanya pada orang lain. Hal utama yang perlu diperhatikan, dan sangat urgent sekali dalam memuaskan hobby memancing itu menyenagkan atau membosankan yaitu pada saat umpan dimakan oleh ikan, oleh sebab itu maka yang paling menentukan dalam duni pemancingan yaitu Umpan yang dipakai. Mengapa demikian ? karena sebagaimanapun bagusnya teknik memancing, sebagaimanapun bagusnya alat yang dipakai tapi bila umpannya jelek atau tidak sesuai maka hasilnyapun akan dijamin jelek dan tentunya penyaluran hobby ini akan terasa membosankan. Untuk itu maka saya akan memberikan tips-tips cara membikin umpan yang baik berdasarkan pengalaman saya bergelut didunia pemancingan air tawar terutama ikan mas;

Pertama yang harus diperhatikan adalah Cuaca. Faktor cuaca dapat mempengaruhi terhadap keampuhan umpan yang kita bikin, dimana pada cuaca hujan/ mendung ikan cenderung menyukai umpan yang berbau amis, sedangkan pada waktu kemarau/panas lebih cenderung berbau wangi. Jadi sebelum membuat umpan lihat dulu kondisi cuacanya.
Kedua ; Warna AIR, Untuk air yang jernih biasanya ikan lebih menyukai umpan putih kekuningan, contohnya umpa yang sudah jadi IKIN. sedangkan Air Keruh/butek biasanya justru lebih menyukai Umpan Coklat dan Umpan alam.
Setetal kita mengetahui cuaca dan warna air, baru kita mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat umpan;

1. Umpan Putih
Resep untuk 1 kali pemancingan 1 joran :
Bahan-bahan:
- 2 Butir Ubi Putih = 1/4 kg
- 1/8 butir kelapa setengah tua
- 1 ekor ikan cue bandeng putih/ 1 ekor ikan nila
- 5 butir biji jambu mede

- 30 gram Susu Dancow Instan

- 1/4 slice keju kraf lembaran
- 2 butir Telor bebek warna hjau pekat

- 1 pack Katulampa

- 1 ons kroto

Cara membuat:

Ubi dikukus, kelapa di parut, biji mede di garang lalu ditumbuk halus, ikan nila di kukus sampai matang; campurkan ubi, kelapa, ikan ( diambil dagingnya saja) lalu tambahkan biji mete, keju dan susu bubuk kemudian tambahkan katulampa dan kocok telur hingga berbusa, masukan ke dalam campuran tersebut, untuk proses pencampuran terakhir yaitu kroto, dimana kita harus sangat hati hati dalam memilih kroto, tapi biasanya kita pemancing sering dihadapkan pada kroto yang apa adanya di penjual. Oleh karena itu sebelum memasukan kroto ke dalam campuran bahan umpan tadi sebaiknya kroto tersebut direndam dulu sama air panas untuk menghilangkan rasa/ bau basinya.

Proses Selanjutnya; campuran bahan umpan tersebut dimasukan ke dalam plastik Es dalam satu tempat lalu diikat dengan karet, kenapa harus dalam satu tempat/plastik ini maksudnya agar wangi dan rasa dari umpan tersebut merata, dalam hal ini menghindari kekurang rataan dalam proses pencampuran, lalu umpan tersebut di kukus 15 s/d 30 menit setelah air mendidih.

Setelah 30 Menit, matikan kompor, umpan diangkat lalu tiriskan dan jangan sekali-kali membuka ikatan plastiknya kecuali pada saat pemancingan di mulai, tujuannya agar umpan tersebut tidak cepat basi.

Pembaca yang budiman, selain dari umpan yang telah kita buat tersebut, kita juga tetap harus membawa ikan bandeng/ nila sebagai cadangan dan susu bubuk, kenapa demikian? karena kita sering tidak menduga perubahan cuaca.Jadi ibarat mau perang kita jangan hanya mengandalkan 1 senjata bawalah senjata jenis lain sebagai cadangan. Tapi ingat selama umpan yang satu masih dimakan, jangan sekali-kali mengeluarkan umpan yang lain karena justru akan membunuh keampuhan umpan yang telah dimakan tadi. 

Tujuan membawa susu dan ikan itu maksudnya yaitu bila ternyata cuaca tiba-tiba mendung maka tambahkan ikan pada umpan yang telah kita buat tadi, dan sebaliknya cuaca panas maka tambahkan susu, itu pun kalau umpan yang kita buat tadi tidak dimakan, biasanya saya memberi toleransi beberapa menit kurang lebih 30 menit. dilakukan perubahan pada umpan tersebut.

Pemirsa para penggemar mancing; satu tip lagi mengenai umpan yang ini yaitu, bila ikannya besar-besar, 1/2 kilo ke atas maka silahkan tambahkan susu 1 atau 2 sendok, tapi bila ikan nya kecil-kecil 1 kg = 4 ekor lebih maka tambahkan ikannya agar lebih amis karena ikan kecil cenderung menyukai umpan amis sedangkan ikan besar lebih menyukai wangi.

sumber:pembinanews

 RI1 2014, Satrio Piningit dan Tuah Angka 7


6 dari 7 satrio piningit RI1. Siapakah yang ke-7? (sumber photo: www.andhaka.com)
Alkisah, negeri “antah berantah” makin resah oleh naiknya suhu percaturan politik dalam perpolitikan catur saat bidak-bidak berkompetisi promosi menjadi raja. Kegelisahan bertambah-tambah karena tingkah ‘para perwira’ semakin hilang arah dari tuntunan pakem lakon sejarah. Gajah-gajah, kuda-kuda, benteng-benteng dan menteri-menteri, aktor utama perpolitikan catur politik makin menggelitik sekaligus membuat bulu kuduk bergidik. Republik-demokratik yang mestinya identik dengan daulat rakyat-mayoritas rakyat-wong cilik dibolak-balik di atas papan polemik, intrik dan konflik elit politik. Kisah politik. Kaum elit polahe pletak-pletik, kaum alit-kecil pol-polane ngitik, ujung-ujungnya cuma mengekor saja.
Republik seharusnya res-publica, rakyat berdaulat-kuasa, bukan papan terbuka segelintir elit untuk perebutan tahta dan harta. Demokrasi seharusnya demos-cratein,pemerintahan daulat rakyat, bukan demo-kreasi, ajang adu-rekayasa berongkos raksasa dengan menghamburkan uang negara, menggeser hak rakyat untuk sejahtera. Alhasil, pesta demokrasi republik akhirnya menjadi pesta demon-crazy dalam repot-publik, ‘setan-setan’ berpesta menggila, merepotkan dan menguras deposit energi negeri triliunan kalori perhari. Hari-hari publik semakin pelik,wong ciliksemakin tercekik, rakyat senen-kemis di ambang putus asa, lalu harus bagaimana?
Masa depan suram, akhirnya harapan ‘terpaksa’ bertumpu pada mitos, kisah, pekabaran silam dan legenda, bahwa “Satrio Piningit akan datang di ujung zaman sebagai Ratu Adil, utusan dewa batara juru selamat umat manusia. “Tanpa harapan, bagaimana spesies manusia akan bertahan dalam seleksi alam dalam pertarungan peradaban? Ini hanya sepenggal kisah, tapi apa bedanya kisah dengan sejarah? Bukankah sejarah dan pahlawan hanyalah kumpulan kisah heroik  sebuah bangsa, gabungan antara kejadian nyata atau legenda, plus sedikit rekayasa ‘juru tulis’ penguasa lalu diresmikan di kitab-kitab tebal perpustakaan nasional? Dalam sejarah ada kisah, dalam kisah ada sejarah, percampuran mitos, gugon tuhon, fakta, obsesi, teori dan filosofi yang dikemas brilian untuk kemudian dijadikan panduan ber-tata masyarakat, tata bangsa dan tata negara.
Angka-angka selalu menyimpan rahasia. 7 hari dalam sepekan, 7 lapis langit dan bumi, 7 warna pelangi, 7 rongga tubuh utama, 7 jam ideal waktu kerja, 70 tahun usia rata-rata manusia, 70.000 malaikat penjaga. 7 keajaiban alam tak henti mengundang pesona. 7 abad siklus revolusi peradaban dunia, pencerahan Isa Al-Masih awali Masehi, revolusi jahiliyyah abad ke-7 Jazirah Arabia, revolusi industri abad ke-14 Eropa, dan konon akan menyala api revolusi peradaban abad ke-21 di bumi Timur. Lalu dikaitkan dengan kejayaan nusantara 700 tahun silam, Majapahit era Gajah Mada. Kini, NKRI akan memasuki usia 70 tahun pada 2015. Langkah-langkah kaki presiden RI1 ke-7 makin nyaring terdengar menuju singgasana.
Ramalan Jangka Jayabaya mengingatkan. 7 Satrio piningit Ronggowarsitodikabarkan: Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro dan Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. 6 dari 7 satrio berurutan ditafsirkan.  Bung Karno, Pak Harto, Habibie, Gus Dur, Mbak Mega, dan SBY. Tinggal satu lagi, satrio piningit ke-7, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu, sang Ratu Adil RI-1 niscaya ‘naik tahta’ pada pilpres 2014 mendatang. Siapakah gerangan dia, adakah bisa dikenal ciri-cirinya?
Digambarkan oleh R. Ng. Ronggowarsito, “Ratu Adil” atau “Satrio Piningit”, ksatria tersembunyi memiliki segala sifat adil-ideal pemimpin, tokoh suci bagaikan bunga teratai putih yang harum semerbak, laksana bunga pandan tersembunyi di kelebatan daunnya. Keadilan dan kebijaksanaannya bisa diterima semua kalangan, rakyat dan para pembesar lapang dada menerima segala keputusannya dan tunduk terhadap perintahnya. Dia adalah tokoh pemimpin religius, Resi Begawan(Pinandito), senantiasa bertindak atas dasar hukum Tuhan, dan ia akan membawa Nusantara menuju kejayaa, gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kertoraharjo, melimpah sumber daya alam dan subur-makmur, aman, tentram, dan sejahtera.

13391527291594441184
    Kandidat kuat satrio piningit ke-7 pilpres 2014?

Siapakah gerangan dia sang satrio piningit itu? Mencermati perkembangan terkini, mungkinkah dia adalah 1 dari 7 satrio yang diusung oleh 7 parpol? Mungkinkah dia Hatta Rajasa (PAN), Kristiani Yudhoyono (Demokrat), Aburizal Bakrie (Golkar), Prabowo Subianto (Gerindra), Wiranto (Hanura), Megawati Soekarnoputri (PDIP) atau Surya Paloh (Nasdem)? Adakah di antara mereka yang memenuhi kriteria sebagaimana sekilas disifatkan di atas? Jawabannya cukup di simpan dalam renungan saja.
Mungkinkah dia adalah 1 dari 7 kandidat alternatif  ini? Sri Mulyani Indrawati, Yusuf Kalla, Hidayat Nur Wahid, Suryadarma Ali, Muhaimin Iskandar, Sri Sultan Hamengkubowono X atau Puan Maharani? Pertanyaan yang sama, jawaban yang sama. Ataukah dia muncul dari calon independen, kuda hitam dan bukan orang politik? Ada Dahlan Iskan, Jokowi, Mahfud MD, Soekarwo, Djoko Suyanto, Fadjroel Rahman atau  K.H. Abdullah Gymnastiar? Pertanyaan dan jawaban yang masih sama.
Tak ada jawaban jelas dan pasti. Yang jelas dan pasti, satrio piningit adalah ksatria terpingit, alias disembunyikan. Bisa benar-benar tersembunyi dan baru muncul pada detik-detik akhir jejer pengantin di pelaminan singgasana, atau bisa juga secara simbolik sebagai kuda hitam, sudah dikenal tapi tidak diprediksi bakal naik tahta, seperti kemunculan SBY pada pilpres 2004. Bukankah pahlawan adalah produk sejarah yang muncul dari persilangan ruang-waktu dalam ketepatan momentum secara kebetulan? Atau kadang mutlak merdeka dari campur tangan ruang-waktu lalu muncul sebagai kebenaran? Misteri selalu menjadi misteri, seperti misterinya angka 7 dalam berbagai peristiwa di alam semesta.
Yang penting, kisah satrio piningit, Ratu Adil, dan misteri angka 7 cukuplah sebagai renungan bersama untuk tidak mengulang cerita  “Republik Burnaskopen dan Sindroma Mpu Gandring” , kisah ketidaksabaran manusia dalam perebutan tahta yang akhirnya merenggut 7 nyawa aktor utama politik akibat kutukan. Blunder sejarah selalu berujung petaka. Biarlah kisah dan sejarah berjalan sesuai alur yang fitrah. Diterima atau disanggah ia tetap khazanah hikmah, ‘pesan langitan’ bahwa bumi pertiwi sedang meresah-gelisahkan poros roda republik yang makin menyimpang dari track sejarah.
Dalam ‘pertarungan’ politik sebagai konsekuensi logis dari pilihan berdemokrasi,satrio piningit akan lebih logis-demokratis jika dimaknai sebagai satrio pinilih,pemimpin terbaik hasil pemilihan, penyulingan saripati cratein-publica-rakyat. Thomas Jefferson menafsir demokrasi sebagai ‘agama publik’, bonum commune-publicum, suara rakyat adalah suara Tuhan. Untuk sekali saja biarkan Tuhan berbicara dengan bahasa Indonesia lewat nilai-nilai luhur demokrasi Pancasila. Siapapun dia yang akhirnya ‘naik tahta,’ semua ‘wajib ‘ain untuk legowo menerima keputusan Tuhan memingit dan memilih pemimpin bangsa. Tentunya Dia tidak akan salah pilih, dan tentunya sang ratu adil akan benar-benar menjadi ratu yang adil, menegakkan keadilan, mengembalikan hak-hak rakyat yang bertahun-tahun terlunta-lunta, dan menghukum para durjana yang sekian lama menghisap darah orang-orang tak berdosa.
Sembari menunggu waktu berlalu, semua bisa ber-introspeksi-muhasabah agar tidak mengulang blunder sejarah, belajar menempa kearif-bijaksanaan dalam mempersiapkan dan menentukan pilihan. Memingit satrio piningit dan memilih satrio pinilih dengan hati bersih, melangkah dan meraih tahta ratu adil dengan cara-cara adil. Masa depan Indonesia tergantung dari pilihan setiap jiwa manusia Indonesia. Mungkin misteri akan mulai terkuak 777 hari lagi, di akhir bulan 7 pada 2014 nanti, di mana masa depan bangsa dipertaruhkan.
Akhir kisah, biarlah sejarah menjadi sejarah, akankah kembali hadir di sini kejayaan nusantara, atau menunggu 70 tahun lagi pada putaran kisah sejarah 7 satrio piningitjilid dua, waktu yang akan berbicara. Atau mungkin menanti 700 tahun lagi dalam siklus revolusi peradaban dunia selanjutnya di abad ke-28, itupun kalau ‘tuan rumah’ belum berpindah ke Afrika. Semua hanya bisa berharap, semoga sejarah tidak berakhir sebagai sekedar kisah negeri “antah-berantah”, ketika sekelompok makhluk luar angkasa menggali situs purbakala dalam observasi dunia di tahun 90012, terbaca dalam sekelumit berita di media alam semesta, bahwa, “Di tanah ini, 70.000 tahun silam pernah berdiri sebuah negara demokrasi dengan nama, Republik Indonesia… ***

sumber:kompasiana

10 Fakta Mengejutkan Banjir Nabi Nuh

ARTIKEL ZAMRUD HIJAU | Banjir Nuh yang dikabarkan dalam kitab suci, ternyata meninggalkan fakta-fakta yang mengejutkan. Banjir menenggelamkan semua mahluk darat di bumi, kecuali yang diselamatkan dalam perahu Nabi Nuh.

Apa fakta yang mengejutkan? lihat daftar berikut:
1. Nabi Nuh membawa semua jenis binatang masing-masing sepasang agar mereka dapat berkembang biak kembali saat banjir surut.

2. Semua binatang yang ada di jaman sekarang merupakan turunan dari binatang yg naik perahu nabi Nuh.

3. Jumlah spesies binatang darat saat ini adalah 6,5 juta, kalau dihitung dengan yang punah dimasa modern ini tentu lebih banyak.

4. Perahu Nabi Nuh harus mampu memuat paling tidak 13 juta binatang (6,5 juta dan pasangannya)

5. Selama perjalanan, Nabi Nuh harus memberi makan binatang tersebut, jika mengacu pada kebutuhan kebun binatang modern sekarang, berarti beberapa puluh ton daging harus disediakan tiap hari untuk karnivora, beberapa puluh ton rumput dan sayuran tiap hari untuk binatang herbivora.

6. Beberapa binatang membutuhkan lingkungan khusus agar bisa hidup, misalnya beruang kutub butuh suhu sedingin es, sedangkan onta arab butuh panas terik.

7. Nabi Nuh harus melengkapi kapalnya dengan kru khusus untuk menangani binatang-2 ini. Mungkin sekelas dengan beberapa kali staff kebon binatang besar.

8. Kapal nabi Nuh paling tidak harus bisa menampung: 13 juta binatang, nabi Nuh dan pengikutnya, pengurus satwa, jatah makanan selama pelayaran.

9. Nabi Nuh tinggal di timur tengah, bila semua binatang harus ikut, berarti banyak binatang darat yang harus melintasi samudra untuk sampai ke perahu nabi nuh. Sebagai contoh gajah sumatra, kanguru dan koala australia, bison amerika, kancil jawa dan banyak lainnya. Apakah semua binatang ini harus berenang menyeberangi samudra?

10. Mengumpulkan binantang dari seluruh dunia akan makan waktu, misalnya landak dari malaysia yg harus menempuh perjalanan darat sampai timur tengah. Proses ini bisa berbulan-bulan bahkan tahunan untuk binatang super lambat seperti kura-kura darat.

Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Membaca judul diatas, tentu banyak orang yang akan mengernyitkan dahi, sebagai tanda ketidakpercayaannya. Bahkan, mungkin demikian pula dengan Anda. Sebab, Nabi Sulaiman AS adalah seorang utusan Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh makhluk ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya atas izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman.

Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sementara itu, Candi Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional, didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak orang yang mungkin tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.

Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi Borobudur adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar itu? Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya.

Namun, bila pertanyaan di atas diajukan kepada KH Fahmi Basya, ahli matematika Islam itu akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa.

Dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit, dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan lainnya.

Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam surah An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan lainnya. Tentu saja, banyak yang tidak percaya bila Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman.

Di antara alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM, sedangkan Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut banyak pihak, peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah Palestina, dan Saba di Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.

Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya menunjukkan bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa bukti sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan yang pembuatannya merupakan perintah Sulaiman? 

Menurut Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief yang ada, memang terdapat beberapa simbol, yang mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran. Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.

"Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman'." (QS Al-Baqarah [2]: 248).

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.

Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. "Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri," katanya menjelaskan. Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.

Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata 'Wana' bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah 'maja' yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya.  "Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr." (QS Saba [34]: 16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata 'su'merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan 'Su'. Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. "Pergilah kamu dengan membawa suratku ini." (QS An-Naml [27]: 28).  Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.

Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. "Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman," kata Fahmi menegaskan.

Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana dengan pembaca? Hanya Allah yang mengetahuinya. Wallahu A'lam.
sumber: /www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/09/27/136654-borobudur-peninggalan-nabi-sulaiman-

Misteri Lagenda Kota Atlantik

Saintis masih lagi sedang mencari tempat tinggalan arkeologi ‘bandar sains’ berdasarkan kepada cerita Plato.


SELEPAS terdiam sejenak, Plato memulakan ceritanya. Antara cebisan kisah seperti diceritakan ahli falsafah Greek sekitar abad ke-350 itu berbunyi lebih kurang begini: Terdapat sebuah pulau besar yang hebat di Lautan Atlantik, ribuan tahun sebelum zaman kelahirannya dan pulau itu dinamakan Pulau Atlas atau ‘Atlantis’. Pulau itu sungguh hebat dan sudah mencapai kemuncak sains dan teknologi (walaupun ketika itu sudah ribuan tahun berlalu daripada sekarang)! Aspek sains dan teknologi terlalu maju sehingga dikatakan terdapat kapal udara bagi mengangkut tentera, terbang tanpa menggunakan minyak.

Saintisnya berjaya mencipta aloi misteri yang bercahaya dan amat keras. Kemajuan sains juga sehingga penyelidik Atlantis pandai melakukan kacukan haiwan dan tumbuhan selain mempunyai alat komunikasi seperti sidang televideo yang jauh lebih hebat daripada teknologi yang dicipta abad ini. Setiap ilmu dan ciptaan teknologi yang dimiliki saintis negara itu akan dikongsi bersama seluruh warga Atlantis untuk membolehkan kemajuan dipertingkatkan. Keluasannya 600 darab 400 kilometer persegi dan memiliki ladang luas (seluas Oklohama, Amerika syarikat) sehingga mampu menampung makanan 15 juta hingga 30 juta penduduk. Tenteranya saja seramai 1.6 juta orang. Negara itu disinari matahari terik sepanjang tahun.

Selain tanaman seperti pisang, nanas dan kelapa sebagai tanaman utama, rantau Atlantis dipenuhi bijih timah dan emas. Pusat pemancar tenaganya adalah bersumberkan daripada sebuah batu kristal, segala bentuk perubatan hanya diubati menggunakan batu kristal tersebut yang terletak ditengah2 k0ta Atlantis menggunakan kaedah telepati. Bandar rayanya indah sekali, terusan besar dibina menghubungkan bandar dengan lautan bagi memudahkan kapal belayar terus ke bulatan air; jambatan merintangi bulatan pula dikelilingi taman indah, pokok subur dan puluhan air pancuran berkilauan.

Ibu kotanya dibina di tengah pulau dengan bangunan mewah disusun harmoni menghasilkan seni landskap memukau. Bangunan disusun berselang seli dengan batu bata hitam, putih dan merah. Bangunan mewah dihias pancuran air panas dan sejuk selain dewan makan dan dinding konkrit dibuat daripada batu bata berharga. Dalam Atlantis ada istana, tempat ibadat, pelabuhan, sistem perairan canggih, universiti, makmal dan bangunan akademik yang menjadi pusat kajian sains dan kemanusiaan.

Begitu lama Atlantis hidup gah dengan kemewahan dan kemajuan pembangunan serta tamadun sehingga menyebabkan penduduknya mula takbur dan melakukan dosa. Akhirnya, lantaran dosa dan sikap penduduknya, kemajuan teknologi dan kehebatan Atlantis yang dicapai sebegitu lama akhirnya musnah dalam tempoh semalaman. Atlantis akhirnya tenggelam ke dasar laut akibat hukuman yang dinatijahkan menerusi letupan gunung sucinya iaitu Atlas. Demikianlah antara cedukan maklumat hasil keterangan Plato mengenai tamadun Atlantis yang kini terus menjadi misteri di kalangan pengkaji profesional sehinggalah kepada rakyat biasa di seluruh dunia. Pengkaji terus mencari di manakah sebenarnya lokasi Atlantis pada bulatan Bumi sebelum ia tenggelam.

Pelbagai maklumat geografi hasil kisah Plato seperti dicatat dalam ‘Timaeus and Critias’ terus dikaji dan dirujuk silang dengan topografi ketika ini. Harapan untuk menjumpai kesan tamadun Atlantis tidak pernah padam kerana sesiapa yang berjaya menemui arkeologi tinggalan benua itu digambarkan akan menjadi individu atau pihak ‘paling berkuasa’ di muka Bumi! Ini disebabkan Atlantis digambarkan memiliki teknologi canggih termasuk keupayaan ketenteraan yang melebihi kemampuan teknologi dicapai manusia abad ini. Ia memang menakjubkan tambahan pula jika dilihat kecanggihan itu dicapai lebih 11,000 tahun lalu!

Keterangan Plato menyebabkan ramai berfikir dua kali kerana sebelum ini, mereka menyangka sains dan teknologi baru saja berkembang sekitar 1,000 tahun lalu. Mana mungkin 11,000 tahun lalu sudah ada dunia futuristik yang lebih hebat daripada sekarang? Tetapi jika benar dunia Atlantis yang amat maju itu wujud, maka penemuan tinggalan arkeologi tamadun itu bakal menyingkap pelbagai rahsia sains dan teknologi yang masih belum dicapai manusia ketika ini seterusnya mampu memberi kuasa pengetahuan yang hebat kepada sesiapa yang menemuinya!


Justeru, pengkaji berlainan bangsa daripada seluruh dunia terus-menerus meneliti rekod dialog Plato mengenai tamadun yang dikatakan lebih awal daripada tamadun Mesir, Babylon Mesopotamia, Inca dan Greek itu selain meneliti keadaan geografi Bumi kini. Antara meraka adalah Pakar Kejuruteraan Nuklear Brazil, Arysio Nunes dos Santos, yang mendapati latar tempat cerita Plato menyamai kawasan Nusantara khususnya Indonesia.

Pelbagai hasil kajian yang ditemuinya menolak teori lain yang mengatakan Atlantis terletak di kawasan Mediterranean, Andalusia, Antartika, Caribbean dan pelbagai tempat lagi. Antara hujah lelaki itu, gunung berapi yang menenggelamkan Atlantis dirujuk sebagai satu kawasan yang paling kerap mengalami gempa bumi dan memiliki banyak gunung berapi aktif iaitu di Nusantara. Mengenai suhu pula, Plato menegaskan bahawa penduduk Atlantis hidup dalam iklim tropika dengan pisang sebagai salah satu tanaman. Penduduk Atlantis dikatakan menanam tanaman dua kali setahun dan ia dikaitkan tanaman padi, gandum atau barli yang banyak ditemui di kawasan Timur Jauh.

Mengenai jumlah penduduk pula, Santos menegaskan Plato merujuk kepada sejumlah besar penduduk yang secara langsung menafikan dakwaan Atlantik di Eropah, Asia Utara dan Utara Amerika sebagai Atlantis kerana kawasan berkenaan ketika itu masih berais. Kenyataan Plato bahawa Atlantis menghasilkan banyak bijih timah dan emas juga selaras dengan galian yang banyak terdapat di Asia Tenggara iaitu bijih timah dan emas sehingga pernah digelar ‘Semenanjung Emas’, ‘Gunung Emas’ dan ‘Bukit Besi Putih’. Atlantis juga dikatakan disinari panas sepanjang tahun yang dikaitkan sebagai iklim tropika di kawasan berhampiran garisan Khatulistiwa.

(Struktur binaan buatan manusia yang dikatakan mungkin tembok atau sistem jalan raya di bawah lautan atlantis yang dikesan melalui google map yang dikatakan milik kerajaan atlantis)

Mitos tentang Peradaban Atlantis pertama kali dicetuskan oleh seorang ahli falsafah Yunani kuno bernama Plato (427 – 347 SM) dalam buku Critias dan Timaeus.

D    alam buku Timaeus Plato menceritakan bahawa dihadapan selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi lautan samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam satu malam.

Dibahagian lain pada buku Critias adalah adik sepupu dari Critias mengisahkan tentang Atlantis. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog. Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe iaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon (639-559SM). Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno, suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur mengetahui legenda Atlantis.

Garis besar kisah pada buku tersebut ialah terdapat sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya. Istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertahtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya memukau orang. Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada kenderaan yang mampu membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropah, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat,tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan orang-orang.


Jika dibaca dari sepenggal kisah diatas maka kita akan berfikiran bahawa Atlantis merupakan sebuah peradaban yang sangat memukau. Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan pada waktu itu sudah menjadikannya sebuah bangsa yang besar dan mempunyai kehidupan yang makmur.

Tapi kemudian saya mempunyai pertanyaan, apakah itu hanya sebuah cerita untuk tidur pada zamannya Plato atau memang Plato mempunyai bukti2 kuat dan otentik bahawa atlantis itu benar-benar pernah ada dalam kehidupan di bumi ini?

Terdapat beberapa catatan tentang usaha para ilmuwan dan orang-orang dalam pencarian untuk membuktikan bahwa Atlantis itu benar-benar pernah ada. Menurut perhitungan versi Plato waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, lebih kurang 11,150 tahun yang silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato iaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan, kerana hal itu adalah kenyataan, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkaan.

Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah mencipta peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bahagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.

Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kagum. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangunkan dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi. Apakah ini merupakan sebuah jalan di kerajaan Atlantis?

Awal tahun ‘70-an disekitar kepulauan Yasuel Samudera Atlantik, sekelompok peneliti telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?

Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia. Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?
Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan alat pengesan yang sangat canggih menemui piramid di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda. Panjang piramid lebih kurang 300 meter, tinggi lebih kurang 200 meter, puncak piramid dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramid Mesir. Bahagian bawah piramid terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang terdebut.

Piramid besar ini, apakah dibangunkan oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menakluk Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramid ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramid, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?

Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemui sebuah kota kuno di bawah area laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang pertarungan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan dengan mutlak dan percaya terhadap apa yang mereka temui itu adalah Benua Atlantis seperti yang dilukiskan oleh Plato. Benarkah itu?

Indonesia Adalah Benua Atlantis?


Yang lebih menghebohkan lagi adalah penelitian yang dilakukan oleh Aryso Santos, seorang ilmuwan asal Brazil. Santos menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang ini disebut Indonesia.

Dalam penelitiannya selama 30 tahun yang ditulis dalam sebuah buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” dia menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramid di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Mexico.

Santos mengatakan bahawa pada masa lalu Atlantis itu merupakan benua yang membentang dari bahagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.


Sedangkan menurut Plato, Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebahagian besar bahagian dunia masih diliputi oleh lapisan-lapisan ais (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebahagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebahagian benua dan diliputi oleh air yang berasal daripada ais yang mencair.

Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan Pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bahagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Santos berbeza pendapat dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahawa pada saat terjadinya letusan pelbagai gunung berapi itu, ia menyebabkan lapisan ais mencair dan mengalir ke samudera sehingga keluasannya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat berdasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Syarikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh kerana itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Ertinya,” Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebahagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Tamat.

Temuan Arkeologi di Gunung Padang Bisa Ubah Peta Peradaban Dunia

Jakarta - Ada yang baru dari hasil eskavasi di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Ternyata ada struktur menarik di situs megalitikum itu. Di lapisan bawah tanah, di kedalaman 4,5 meter ditemukan teknologi unik.

"Di antara struktur tersebut ditemukan pecahan logam besi sepanjang 10 centimeter. Selain itu di antara batu-batu terdapat lapisan semen purba yang berfungsi sebagai perekat," jelas Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) Ali Akbar yang juga ketua tim terpadu mandiri saat berbincang, Senin (1/4/2013).

Jadi, lanjut Akbar, pembangunan itu diduga dilakukan oleh beberapa generasi. Karena setelah teknik dengan semen dan pecahan logam besi, pembangunan setelahnya hanya batu yang ditumpuk. Hal itu bisa dilihat dari hasil dating carbon yang dilakukan.

Hasil Laboratorium Beta Analityc Radiocarbon Dating (BETA) di Miami, Amerika Serikat, yang diakui secara internasional, berhasil menentukan umur atau usia absolut situs ini. Pada kedalaman 0,5 meter situs ini berusia 500 Sebelum Masehi (SM). Pada kedalaman 3 meter, situs ini berusia 4700 SM.

"Ditemukannya struktur batu pada kedalaman tersebut membuktikan bahwa di Indonesia pernah ada bangunan yang dibuat oleh manusia pada 4700 SM atau jauh lebih tua dari bangunan-bangunan kuno yang ada di dunia. Sebagai pembanding, bangunan piramida di Mesir dibuat pada sekitar 3000 SM. Hasil ekskavasi arkeologi di Gunung Padang ini tentu saja telah mengubah peradaban dunia," jelas Ali.

Rencananya, tim ini bulan depan akan melanjutkan ekskavasi untuk terus menelusuri struktur yang masih terpendam di dalam tanah. Sebagai pembanding, Candi Prambanan yang dibuat pada sekitar 800 Masehi didirikan di atas tanah urukan setebal 14 meter.

"Jika di Gunung Padang ditemukan susunan batu buatan manusia sampai dengan kedalaman 8 meter, maka dunia pun akan tercengang. Pada kedalaman tersebut kemungkinan akan ditemukan bukti peradaban umat manusia pada 11600 SM. Padahal peradaban besar dunia baik di Mesopotamia, Mesir, Cina, maupun Yunani yang tertua berusia sekitar 4000 SM," urainya.

sumber:news.detik.com/read/2013/04/01/163209/2208543/10/?992204topnews

HADIST TENTANG NABI KHIDIR (1)

Pendahuluan

Banyak kisah-kisah tentang Nabi Khidir yang ramai dibicarakan orang, banyak kontroversi tentang kemunculannya, sehingga hal itu mendorong rasa ingin tahu tentang hakikat sebenarnya. Ada yang menyatakan Nabi Khidir masih hidup, adapula yang menyatakan Khidir sekarang berdiam di sebuah pulau, ada pula yang menyatakan bahwa setiap musim haji Nabi Khidir rutin mengunjungi padang Arafah. Entah khidir siapa dan yang mana? Tapi yang jelas begitulah khurafat dan takhayyul berkembang di tengah masyarakat kita. Lucunya, banyak pula orang-orang yang sangat mempercayai perkara-perkara tersebut.

Semua ini berpangkal dari kesalahpahaman mereka tentang hakekat Nabi Khidir. Terlebih lagi orang-orang ekstrim dari kalangan pengikut tarekat dan tasawwuf yang membumbui berbagai macam dongeng dan cerita bohong tentang Khidir. Sebagian di antara mereka, ada yang mengaku telah bertemu dengan Khidir, berbicara dengannya dan mendapat wasiat dan ilham darinya. Misalnya di tanah air kita ini, ada sebagian orang yang mengaku telah bertemu dengan Khidir dan mengambil bacaan-bacaan shalawat, wirid-wirid dan dzikir dari Khidir secara langsung, tanpa perantara, atau melalui mimpi. Ada pula yang mengatakan beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Sang Khidir waliyullah yg penuh misteri, guru Nabi Musa 'alaihis salam, pemilik rahasia ilmu Ladunni langsung dari Allah. Bahkan ada pula yang mengaku dialah Nabi Khidir -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Semua ini adalah keyakinan batil!!

Riwayat dusta tentang Nabi Khidir

Shufi pertama yang memalsukan kisah shufistik Nabi Khidir adalah Muhammad bin Ali bin Husain at Tirmidzi yang bergelar al Hakim (bukan Ahlu Hadits Imam at Tirmidzi), dan wafat pada akhir abad ketiga hijriyah. (Al Fikru Ash Shufi, oleh Abdurrahman Abdul Khaliq).

Riwayat tentang perjumpaan Umar bin Abdul ‘Aziz dengan Nabi Khidir.

Ya’qub bin Sufyan meriwayatkannya dalam Tarikhnya dari jalan Abdul Aziz ar Ramli dari Dhamrah bin Rabi’ah dari as Sari bin Yahya dari Riyadh bin Ubadah, dia berkata,

 “Umar bin Abdul Aziz keluar untuk shalat dan ada seorang tua yang bertelekan pada tangannya, lalu aku berkata dalam diriku, ‘Orang tua ini sangat dingin perangainya.’ Maka tatkala dia shalat dan memulainya, aku menyusulnya, lalu aku berkata, ‘Semoga Allah memperbaiki Amir dari orangtua yang bertelekan pada tanganmu?’ Dia (Umar) berkata, ‘Wahai Riyah apakah kamu tidak tahu dia?’ Aku berkata, ‘Ya.’ Dia (Umar) berkata, ‘Aku tidak mendugamu kecuali orang yang shalih, itu saudaraku Khidir, dia datang padaku lalu mengajariku, sesungguhnya aku bertanya tentang masalah umat dan sesungguhnya aku akan berlaku adil.

Abu Husain bin al Munadi berkata, “Keterangan Riyah seperti angin selain itu semua keterangannya lemah, keadaannya tidak lepas dari satu perkara ini, kalau tidak dinisbahkan kepada perawi-perawi yang tsiqah dalam keadaan lalai atau sebagian mereka sengaja memasukkannya.

Nabi Khidir shalat dengan Madzhab Syafi’i.

Diriwayatkan secara dusta dari Ahmad Sirhindy, bahwa beliau menulis:

 “…pada hari itu aku melihat dalam halaqah subuh, bahwa Ilyas dan Khidir hadir dalam bentuk rohani. Maka berkatalah Khidir dalam penyampaian rohani, ‘Kami dari alam arwah. Yang Haq telah memberi ruh kami kemampuan sempurna untuk berbentuk dan berserupa dengan bentuk-bentuk jasad. Dari ruh itu keluar gerakan-gerakan dan diam jasmaniah, ketaatan dan ibadah jasadiyah yang keluar dari fisik.’ Di sela-sela itu aku berkata, “Kamu shalat dengan madzhab Syafi’i.’ Ia menjawab, ‘Kami tidak terbebani dengan syariat-syariat. Akan tetapi, demi menjaga kepentingan kewalian quthb yang terikat pada kami. Sedangkan ia bermadzhab Syafi’I, maka kami shalat di belakangnya dengan madzhab Syafi’i…dst” (Al Muntakhabat min al Maktubat, Ahmad al Faruky, hal. 91, Turki).

Nabi Khidir pengikut Hanafi, bukan Syafi’i.

Dalam kitab Ma’arijul Albab halaman 44, dari beberapa Syaikhnya, menyebutkan:

“Bahwa Khidir hadir di majelis fiqih Abu Hanifah setiap hari selepas shalat subuh untuk belajar syariat. Ketika Abu Hanifah meninggal, Nabi Khidir memohon kepada Tuhannya untuk mengembalikan ruhnya ke kuburnya demi kesempurnaan ilmu syariatnya. Dan, sungguh Nabi Khidir mendatangi Abu Hanifah di kuburnya untuk mengaji ilmu syariat darinya di dalam kubur. Ia melakukan hal itu selama lima belas tahun hingga ia menyempurnakan ilmu syariat.”

Lihatlah kedustaan yang besar itu. Mengapa Nabi Khidir tidak belajar syariat dari tangan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam? Mengapa juga ia tidak belajar dari Khulafa’ur Rasyidin, padahal mereka adalah manusia yang paling mengerti syariat. Abu Hanifah sendiri pernah berkata, “Tinggalkanlah pendapatku kepada ucapan para shahabat Rasulullah, sesungguhnya mereka lebih mengetahui tentang wahyu.”

Dalil Bantahan tentang pendapat yang menyatakan bahwa nabi khidir masih hidup

Orang-orang berselisih mengenai hidup atau wafatnya Khidir. Ada yang menyatakan dia masih hidup. Tetapi ada juga yang menyatakan bahwa dia telah lama meninggal berdasarkan dalil-dalil dari Al-Kitab dan Sunnah. Ini merupakan pendapat para Ahli Hadits. Karena, tidak ada satupun nash yang shahih, baik dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang dapat dijadikan pegangan bahwa Khidir masih hidup. Bahkan banyak dalil yang menyatakan ia telah meninggal. Seluruh hadits yang mengatakan bahwa Khidr masih hidup adalah tidak sah, berdasarkan kesepakatan ahli al naql. Tidak ada keterangan yang dapat dipercaya bahwa Khidir pernah berjumpa atau bersama orang dari para nabi dan selainnya kecuali Nabi Mûsâ 'alaihissallam. sebagaimana telah dijelaskan di dalam al Qur’ân surat al Kahfi ayat 60 – 82.

Jika kita mengadakan riset ilmiah, maka kita akan mendapatkan Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa Nabi Khidhir telah meninggal dunia.

Riwayat-riwayat tentang hidupnya Khidr hanyalah disebut oleh sebagian periwayatnya dengan tanpa menyebutkan kelemahan riwayat tersebut. Adakalanya dikarenakan ketidakmengertian periwayat atau karena sudah jelas bagi ahli hadits. Begitulah penuturan Abû al Khaţţâb ibn Dihyah. Hal ini senada dengan perkataan Abû al Husain ibn al Mubârak ketika ia menelusuri riwayat-riwayat tentang Khidr hidup kekal atau tidak, bahwa hadis-hadis marfû‘ yang menjelaskan tentangnya semuanya adalah wâhiyah (lemah) dan sanad (riwayat) ahl al kitâb adalah gugur karena ketidaktšiqahan mereka.

Abû al Khaţţâb juga menambahkan, pengakuan para ulama bahwa mereka pernah bertemu dengan Khidr adalah suatu keganjilan yang cukup serius. Apakah seseorang yang berakal dapat berjumpa dengan seseorang yang tak dikenal dan berkata kepadanya, “Saya Fulân” kemudian ia membenarkannya?[Mubârak al Barrâk, al Da‘îf wa al Maudû‘ min Akhbâr al Fitan wa al Malâhim wa Asyrâţ al Sâ‘ah, (Dâr al Salâm, tth.), hal. 108. Lihat juga Labib MZ, Kisah Perjalanan Hidup Nabi Khidhir; Benarkah Nabi Khidhir itu Masih Hidup Ataukah Sudah Mati?, (Surabaya: Bintang Usaha Jaya, 2003), hal. 94]

Ulama yg mengatakan Khidr telah wafat
Di antara para ulama yang berpendapat ketidakkekalan Khidr adalah Imam al Bukhârî, Ibrâhîm al Harbî, Abû Ja‘far ibn al Munâdî, Abû Ya‘lâ ibn al Farrâ’, Abû Ţâhir al ‘Abbadî, Abû Bakr ibn al ‘Arabî, Ţâ’ifah, dan lain-lain.[Al ‘Asqalânî, Fath al Bâri, Juz 6, hal. 536.] Mereka mendasarkan pendapatnya kepada hadits masyhur yang diriwayatkan oleh Ibn ‘Umar dan Jâbir ibn ‘Abdullâh, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda di akhir hayatnya:

 صَلَّى بِنَا الَّنِبيُّ صَلىَّ اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اْلِعشَاءَ فِي آخِرِ حَيَاتِهِ فَلَمَّا سَلَّمَ قَامَ فَقَالَ أَرَأَيْتُكُمْ لَيْلَتُكُمْ هَذِهِ فَإِنَّ رَأْسَ مِائَةِ سَنَةٍ مِنْهَا لاَ يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ عَلىَ ظَهْرِ اْلأَرْضِ أَحَدٌ –اللفظ عن البخاري

Rasulullah shalat ‘Isyâ’ bersama kami di akhir hayatnya. Ketika beliau telah salam, beliau berdiri lalu bersabda, “Apakah kalian tahu malam kalian ini? Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang masih hidup di muka bumi ini sampai seratus tahun ke depan”, (Lafaz hadits dari al Bukhârî). [Abû ‘Abdullâh Muhammad ibn Ismâ‘îl al Bukhârî, Şahîh al Bukhârî, (Riyad: International Ideas Home for Publishing and Distribution, 1998), hal. 55]

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al Bukhârî, Imam Muslim, Imam al Tizmizi, Imam Abû Dâwud dan Imam Ahmad dalam masing-masing kitab haditsnya melalui jalur periwayatan yang sangat banyak dan bermuara kepada dua orang sahabat, yakni Ibn ‘Umar dan Jâbir ibn ‘Abdullâh, serta keduanya langsung mendengarnya dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, yang artinya ini merupakan hadis marfû‘. Para ulama ahli hadis telah sepakat mengenai keşahîhan hadits ini termasuk Imam al Tirmîzî.[Lebih jelas lihat BAB III pada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjelang akhir hayatnya.]

Selain berpegang kepada hadis di atas, mereka yang meyakini bahwa Khidr sudah meninggal dunia, mendasarkan kepada firman Allah dalam al Qur’ân surat al Anbiyâ’ ayat 34:

 وما جَعَلنا لِبَشَرٍ مِن قَبلِكَ الخُلدَ أفَإن مت فَهُمُ الخالِدُون

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?” (QS. Al Anbiyâ’: 34).

Dengan demikian jelas Khidr sudah meninggal dan ini tidak dapat terbantahkan lagi. Dan kalaupun dia masih hidup dan benar-benar anak kandung Nabi Âdam dan Siti Hawâ, pasti ada seorang nabi yang ditemuinya selain Nabi Mûsâ alaihissalam, sedangkan tidak ada satu pun riwayat şahîh yang mengatakan bahwa ia pernah bertemu dengan nabi selain Mûsâ alaihissalam. Dan apabila ia hidup kekal pasti ia akan menemui masa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam serta wajib bertemu dengan beliau untuk berbai‘at dan menjadi umat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, karena hal demikian merupakan perjanjian antara Allah dan para nabi yang diutus-Nya. Sebagaimana firman-Nya:

وإذ أخذ الله ميثاق النبيين لما آتيتكم من كتاب وحكمة ثم جاءكم رسول مصدق لما معكم لتؤمنن به ولتنصرنه قال أأقررتم وأخذتم على ذلكم إصري قالوا أقررنا قال فاشهدوا وأنا معكم من الشاهدين

“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang Rasûl yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para Nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”. (QS. Âli ‘Imrân: 81).

Ringkasnya, jikalau Khidr alaihissalam hidup kekal maka ia terikat dengan perjanjian tersebut dan harus menemui Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk beriman kepadanya dan ikut serta dalam setiap perjuangannya mensyiarkan agama Islam. Akan tetapi—lagi-lagi—tidak ada satu pun riwayat sah yang menunjukkan bahwa Khidr pernah bertemu dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Terlebih, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,

 عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ ثُمَّ أَنَّ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَتىَ النَّبِيَّ صَلىَّ الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكِتَابٍ أَصَابَهُ مِنْ بَعْضِ أَهْلِ الْكِتَبِ فَقَرَأَهُ الَّنبِيَّ صَلىَّ الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَغَضِبَ فَقَالَ أُمَتِّهُوْكُوْنَ فِيْهَا يَا بْنَ الْخَطَّابِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ جِئْتُكُمْ بِهَا بَيْضَاءَ نَقِيَّةَ لاَ تَسْأَلُوْهُمْ عَنْ شَيْءٍ فَيُخْبِرُوْكُمْ بِحَقٍّ فَتُكَذِّبُوْا بِهِ أَوْ بِبَاطِلٍ فَتَصَدَّقُوْا بِهِ , وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوْسَى صَلىَّ الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلاَّ أَنْ يَتَّبِعَنِي – رواه أحمد

Dari Jâbir ibn ‘Abdullâh, sesungguhnya ‘Umar ibn al Khaţţâb datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan kitab yang diberikan kepadanya dari sebagian ahlul kitâb. lalu ‘Umar membacakannya di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam maka beliau marah dan bersabda, “Apakah kamu ragu padanya, wahai Ibn al Khaţţâb? Demi yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sungguh aku telah datang kepada kalian dengan membawa ajaran yang putih jernih, maka janganlah kalian bertanya kepada mereka (ahl kitâb) tentang sesuatu apapun, maka mereka memberitahukan kebenaran kepada kalian, lalu kalian mendustakannya, atau mereka memberitahukan kebatilan kepada kalian, lalu kalian membenarkannya. Demi yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seandainya Mûsâ alaihissalam masih hidup, tidak ada keharusan kecuali ia harus mengikuti ajaranku”. (HR. Ahmad).[Abû ‘Abdullâh Ahmad ibn Hanbal, Musnad al Imâm al Hâfiz Abî ‘Abdullâh Ahmad ibn Hanbal, (Riyad: International Ideas Home for Publishing and Distribution, 1998), Juz 3, hal. 338. Hadis ini telah dijelaskan pada Bab III tentang sumpah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam]

Hadits di atas walaupun membicarakan Nabi Mûsâ alaihissalam tetapi ia mengena kepada nabi-nabi lainnya, termasuk nabi Khidr. Apabila Khidr alaihissalam masih hidup maka ia harus bertemu dengan Rasulullah, mengaku beriman kepadanya, mengikuti şalat berjama‘ah dan berjihad bersamanya, sebagaimana Nabi ‘Îsâ alaihissalam mengakuinya dan şalat bersamanya sebagai ma’mûm ketika Rasulullah dalam perjalanan Isrâ’ dan Mi‘râj. Karenanya, Abû al Husain ibn al Munâdi mengatakan, banyak orang-orang yang keliru dan sesat dalam memahami hadits sehingga mengklaim bahwa Khidr alaihissalam itu hidup kekal sampai hari kiamat nanti.[Muhammad Syams al Haq al ‘Azîm al Abadî Abû al Ţayyîb, ‘Aun al Ma‘bûd fî Syarh Sunan Abî Dâwud, (Beirut: Dâr al Kutub al ‘Ilmiyyah, 1415 H.), Juz 11, hal. 339]

Untuk semakin memperkuat pendapat bahwa Khidr tidak hidup abadi, para ulama mengangkat hadis tentang perang Badar berikut:

حَدثَّنَا عُمَرُ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ ثُمَّ نَظَرَ نَبِيُّ اللهِ صَلىَّ اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُشْرِكِيْنَ وَهُمْ أَلْفٌ وَأَصْحَابُهُ ثَلاَثُمِائَةٍ وَبِضْعَةُ عَشْرِ رَجُلاً فَاسْتَقْبَلَ نَبِيُّ اللهِ صَلىَّ اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اْلِقبْلَةَ ثُمَّ مَدَّ يَدَيْهِ وَجَعَلَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ اَلَّلهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي الَّلهُمَّ آتِنِي مَا وَعَدْتَنِي الَّلهُمَّ إِنْ تُهْلِك هَذِهِ الْعَصَابَةَ مِنْ أَهْلِ اْلإِسْلاَمِ لاَ تُعْبَد فيِ اْلأَرْضِ فَمَا زَالَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ مَادًّا يَدَيْهِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ حَتَّى سَقَطَ رِدَاؤُهُ مِنْ مَنْكَبَيْهِ فَآتاَهُ أَبُوْ بَكْرٍ فَأَخَذَ رِدَاءَهُ فَأَلْقَاهُ عَلَى مَنْكَبَيْهِ ثُمَّ الْتَزَمَهُ مِنْ وَرَائِهِ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللهِ كَفَاكَ مُناشَدَتُكَ رَبُّكَ, إِنَّهُ سَيُنْجِزُ لَكَ مَا وَعَدَكَ فَأَنْزَلَ الله إِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ مُرْدِفِيْنَ – رواه الترمذي


Diriwayatkan oleh ‘Umar ibn al Khaţţâb, ia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melihat kaum Musyrikîn yang berjumlah 1000 orang sedangkan para sahabatnya hanya berjumlah 3 ratus belasan orang. Maka Nabi saw. menghadap kiblat kemudian mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Tuhannya, “Ya Allah, penuhilah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, datangkanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, apabila Engkau membinasakan golongan ini dari umat Islam maka tidak akan ada yang menyembah Engkau di bumi ini”. Beliau cukup lama memanjatkan doa kepada Tuhannya seraya mengangkat kedua tangannya sehingga selendangnya terjatuh dari kedua pundaknya. Maka Abû Bakr menghampiri beliau dan mengambil selendangnya kemudian meletakkannya kembali di kedua pundak nabi lalu memeluknya dari belakang seraya berkata, “Wahai Nabi Allah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia akan memenuhi apa yang Dia janjikan kepadamu. Kemudian Allah menurunkan ayat (yang artinya) “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”. [QS. al Anfâl: 9]. (HR. Tirmîzî). [Muhammad ibn ‘Îsâ Abû ‘Îsâ al Tirmîzî, Sunan al Tirmîzî, (Beirut: Dâr Ihyâ’ al Turâš al ‘Arabî, tth.), Juz 5, hal. 269. Lihat penjelasan hadis ini pada Bab III tentang do‘a Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika Perang Badar]

Melihat hadits di atas, apabila Khidr masih hidup tentu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak akan berdoa seperti itu, karena saat itu Khidr tidak bersama pasukan Rasulullah. Jadi, seandainya pasukan Rasulullah yang berjumlah 310 orang itu mati semua, tentu Rasûl tidak akan khawatir karena masih ada Khidr yang masih menyembah Allah dan menyebarkan ajaran Islam.[Abû al ‘Alâ Muhammad ‘Abdurrahmân ibn ‘Abdurrahîm al Mubârakfûrî, Tuhfah al Ahwâzî bi Syarh Jâmi‘ al Tirmîzî, (Dâr al Fikr, tth.), Juz 6, hal. 433.]

Syaikhul Islam Ahmad bin Abdil Halim Al-Harraniy rahimahullah berkata ketika ditanya tentang hadits di atas, “Andaikan Khidir masih hidup, maka wajib baginya untuk datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan berjihad di hadapannya, serta belajar dari beliau (Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam). Sungguh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam perang Badar, “Ya Allah, jika pasukan ini hancur, maka engkau tidak akan disembah lagi dimuka bumi”. Pasukan kaum muslimin waktu itu sebanyak 313 personil. Telah dikenal nama mereka, nama orang tua, dan qabilah mereka. Lantas dimanakah Khidir pada saat itu?” [Lihat Al-Manar Al-Munif (hal. 68)]

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah bersabda seusai menceritakan kisah pertemuan antara Mûsâ 'alaihissalam dan Khidr 'alaihissalam:

 يَرْحَمُ الله ُمُوْسَى لَوَدِدْنَا لَوْ صَبَرَ حَتىَّ يَقُصَّ عَلَيْنَا مِنْ أَمْرِهِمَا — رواه البخاري

“Semoga Allah merahmati Nabi Mûsâ, kita benar-benar menghendaki seandainya ia bisa bersabar sehingga dapat menceritakan kepada kita semua suatu perkara yang terjadi di antara mereka berdua”. (HR al Bukhârî). [Teks hadis lengkap beserta penjelasannya lihat Bab III pada ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di akhir cerita Mûsâ dan Khidr]

Jadi, jikalau Khidr 'alaihissalam masih hidup sampai sekarang, tentu Rasulullah tidak akan berandai-andai seperti itu, sebab ia akan berada bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. dan menunjukkan berbagai macam keajaiban-keajaiban kepada beliau.[10]

Golongan yang meyakini bahwa Khidr tidak hidup kekal, selain dalil-dalil berupa ayat al Qur’ân dan hadits-hadits di atas, mereka juga mengajukan argumentasi-argumentasi berupa asumsi-asumsi dari akal pikiran mereka. Misalnya, Ibn al Jauzî berkata, “Seandainya Khidir masih hidup, padahal seperti kita ketahui beliau hidup pada zaman Nabi Mûsâ, bahkan menurut satu cerita sudah hidup pada zaman sebelumnya, tentunya tubuhnya pun sama besar dengan tubuh manusia yang hidup pada zaman mereka, yaitu besar dan tinggi orangnya”.[Al ‘Asqalânî, Kisah Nabi Khidir, hal. 25]

Berkata Abû al Hasan ibn al Munâdi bahwa Ibrâhîm pernah ditanya tentang Khidr, maka beliau menjawab, “Dia sudah lama mati”. Orang yang mengatakan Khidr masih hidup dan gaib berarti mereka tidak benar. Tentang Khidr yang datang memberi ta‘ziyah kepada para sahabat dan keluarga Rasulullah ketika beliau wafat, sedangkan orang yang berta‘ziyah tidak nampak dan hanya terdengar suaranya, mungkin saja yang datang itu jin. Begitu juga cerita orang yang mengaku dirinya bertemu Khidr, mungkin saja yang datang itu jin atau syaiţân. Dan mengenai hadis Anas radhiyallahu 'anhu yang mengatakan Khidr masih hidup, para ulama ahli hadis sepakat menolak hadis tersebut. Seandainya ia masih hidup, pasi ia akan datang menjumpai Rasulullah dan ikut hijrah bersamanya.[Al ‘Asqalânî, Kisah Nabi Khidir, hal. 28]

Adapun dalil-dalil berupa hadits-hadits marfu’, dan mauquf yang menyebutkan tentang hidupnya Nabi Khidir sampai hari ini, maka hadits-hadits itu lemah, bahkan palsu, tidak bisa dijadikan hujjah dan dalil dalam menetapkan hukum, apalagi keyakinan (aqidah).

 Al-Imam Ibrahim bin Ishaq Al-Harbiy rahimahullah berkata, “Tidak ada yang menyebarkan berita-berita seperti ini (yakni tentang hidupnya Khidir) di antara manusia, kecuali setan”. [Lihat Al-Maudhu’at (1/199) dan Ruh Al-Ma’aniy (15/321) karya Al-Alusiy]

Ibnul Munadiy berkata,“Aku telah mengadakan riset tentang hidupnya Khidir, apakah ia masih ada ataukah tidak, maka tiba-tiba kebanyakan orang-orang bodoh tertipu bahwa ia masih hidup karena hadits-hadits (lemah) yang dirwayatkan dalam hal tersebut”. [Lihat Az-Zahr (hal. 38)]

 Ibnul Jauziy setelah membawakan beberapa hadits tentang hidupnya Nabi Khidir berkata, “Hadits-hadits ini adalah batil”. [Lihat Al-Maudhu’at (1/195-197)]

Al-Hafizh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata, “Hadits-hadits yang disebutkan di dalamnya tentang Khidir, dan hidupnya, semuanya adalah dusta (palsu). Tidak shahih satu hadits pun tentang hidupnya Nabi Khidir”. [Lihat Al-Manar Al-Munif (hal. 67)]

Seorang ulama Syafi’iyyah, Al-Hafizh Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy rahimahullah berkata setelah membawakan hadits dan kisah tentang hidupnya Khidir, “Riwayat-riwayat, dan hikayat-hikayat ini merupakan sandaran orang yang berpendapat tentang hidupnya Nabi Khidir sampai hari ini. Semua hadits-hadits yang marfu’ ini adalah dha’if jiddan (lemah sekali), tidak bisa dijadikan hujjah dalam urusan agama”. [Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah (1/334)]

Abul Khaththab Ibnu Dihyah Al-Andalusiy rahimahullah berkata, “Tidak terbukti tentang pertemuan Nabi Khidir bersama dengan seorang nabi, kecuali bersama Musa, sebagaimana Allah -Ta’ala- telah kisahkan tentang berita keduanya. Semua berita tentang hidupnya tak ada yang shahih sedikitpun berdasarkan kesepakatan para penukil hadits (ahli hadits). Hal itu hanyalah disebutkan oleh orang yang meriwayatkan berita tersebut, dan tidak menyebutkan penyakitnya, entah karena ia tidak mengetahuinya, atau karena jelasnya penyakit berita tersebut di sisi para ahli hadits”. [Lihat Az-Zahr An-Nadhir (hal. 32)]

Ibrahim Al-Harbi pernah bertanya kepada Imam Ahmad, apakah Nabi Khidir dan Nabi Ilyas masih hidup, keduanya masih ada dan melihat kita serta kita bisa mendapatkan riwayat dari mereka berdua. Kemudian Imam Ahmad menjawab:

 من أحال على غائب لم ينصف منه، وما ألقى هذا إلا الشيطان

“Siapa yang menekuni masalah ghaib (klenik), dia tidak akan bisa bersikap proporsional dalam masalah ini. Tidak ada yang membisikkan berita ini kecuali setan.”

Inilah beberapa dalil, dan komentar para ulama, semuanya menyatakan Nabi Khidir tidak hidup lagi atau sudah meninggal. Nyatalah kebatilan orang yang mengaku bertemu dengan Nabi Khidir untuk menerima ajaran di luar ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Bagaimana mungkin Khidir mengajarkan suatu ajaran di luar syari’at Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam??! Itu pasti bukan Nabi Khidir, tapi setan yang ingin menyesatkan manusia.

sumber:www.konsultasisyariah.com